rajabacklink
Pelajaran Berarti di Masa Pandemi Virus Korona

Pelajaran Berarti di Masa Pandemi Virus Korona

23 Apr 2020
221x
Ditulis oleh : Writer

Virus korona, sungguh telah mengajarkan banyak hal, mulai dari pelajaran agama, sains, kewirausahaan, bahasa, sosial, dan banyak pelajaran lainnya. Yang belakangan ini menarik perhatian adalah bagaimana virus ini bisa mengajarkan berbagai pelajaran sekaligus.

Di pemberitaan media sosial dan televisi sering diberitakan mengenai saudara-saudara kita yang terdampak perekonomiannya di masa pandemi virus korona ini. Ada fenomena-fenomena sosial yang bermunculan. Ada yang diberitakan kesulitan mendapatkan makanan. Ada yang diberitakan kehilangan pekerjaan.

Ada hal-hal yang seakan baru terbukakan mata kita di saat pandemi ini. Selama ini saudara-saudara kita yang berjuang hidup dengan kerasnya ada di sekitar kita, hanya saja kita disibukkan dengan rutinitas masing-masing. Sehingga luputlah kita akan perjuangan keras mereka. Di masa sebelum pandemi, mereka sudah harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup. Dan di masa pandemi ini tak sedikit dari mereka juga yang harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa bertahan. Dan pertanyaan yang menohok adalah “Bagaimana mereka bisa berjuang lebih keras lagi?” Sementara pandemi ini membuat mobilitas kita (termasuk mereka) tentunya tidak sebebas dulu.

Di sinilah pembelajaran sosial dan agama diberikan melalui adanya virus korona. Dalam hidup ada saling berdampingan. Dalam hidup tak semua seragam. Tuhan memberikan kemampuan untuk bertahan hidup dengan porsinya masing-masing. Porsi ini lah yang sebaiknya kita sadari. Ini adalah pelajaran bagaimana kita bisa saling support. Bagaimana pihak bertahan bisa peduli terhadap pihak yang butuh berjuang keras.

Dari pemberitaan juga dapat kita lihat bahwa bantuan-bantuan sudah dari beberapa waktu lalu disalurkan ke berbagai tempat. Ada banyak hati yang terketuk untuk mengajak lebih banyak orang bisa bertahan. Bertahan bukan berarti bertahan sendiri-an. Tapi bertahan tentunya akan lebih penuh arti jika bisa mengajak sebanyak-banyaknya saudara kita untuk bertahan di masa pandemi ini.   

Semoga pembelajaran ini bisa dipahami oleh lebih banyak orang. Dan dunia menjadi lebih indah dengan ‘hati-hati’ yang saling peduli.

Berita Terkait
Baca Juga:
Apakah Kuaci Baik untuk Diet?

Apakah Kuaci Baik untuk Diet?

Kesehatan      

5 Jan 2020 | 4416


Kuaci ini adalah makanan berukuran kecil yang sering menemani kita ketika sedang menonton, mengobrol, atau sedang melakukan aktivitas santai lainnya. Mengapa aktivitas santai? Uniknya ...

Rahasia Mendapatkan Nikmat

Rahasia Mendapatkan Nikmat

Religi      

22 Des 2019 | 296


Rasa, ini adalah salah satu nikmat yang diberikan Allah pada kita. Rasa? Mengapa bukan makanan yang merupakan nikmat Tuhan? Misal di depan seorang bayi, seorang remaja, dan seorang lanjut ...

Pernah Menyesal Ketika Ketiduran?

Pernah Menyesal Ketika Ketiduran?

Majalah Dinding      

28 Jan 2020 | 348


Pernahkah engkau ketiduran dan menyesal kemudian? Ketika kau tertidur sementara ada tumpukan tugas yang belum terkerjakan. Ketika kau tertidur dalam belajarmu di malam hari sedangkan ...

Ini Pagimu, Ayo Gunakan Dengan Sepenuh Hati!

Ini Pagimu, Ayo Gunakan Dengan Sepenuh Hati!

Majalah Dinding      

18 Apr 2020 | 233


Ini pagimu... Tak semua orang memiliki pagi sepertimu Ada yang merasakan paginya lagi   Ini pagimu... Rasakan dengan seutuhnya diri Hiruplah segarnya udara ...

Terimakasih Tuhan Kirimkan Pagi

Terimakasih Tuhan Kirimkan Pagi

Majalah Dinding      

11 Maret 2020 | 211


Terimakasih Pagi, Engkau setia mendatangi Engkau ingatkan terang setelah gelap   Terimakasih Pagi, Engkau tak pernah lupa ingatkanku Berikan sejuk penyemangat memulai ...

Ketika Doa Belum Dikabulkan...

Ketika Doa Belum Dikabulkan...

Religi      

9 Feb 2020 | 290


“Berbahagialah jika (masih) ada doamu yang belum terkabul.“ Aku pernah membaca ini beberapa tahun yang lalu. Dulu aku bertanya-tanya sendiri, mengapa kita justru berbahagia ...