
Saat ini beramai-ramai pendukung PDI Perjuangan merasa dikhianati oleh Jokowi dan keluarga. Padahal sebelum pilpres, Jokowi sudah bilang, mau cawe-cawe/turut campur untuk memenangkan salah satu pasangan. Tapi setelah Gibran menjadi cawapres Prabowo Subianto, Jokowi bilang mau netral, apakah Anda percaya?
Mulai dari Butet K, Denny Siregar, Edy Kuntadi, dll menyuarakan di media sosial tentang pengkhianatan Jokowi yang sudah didukung oleh PDI Perjuangan dan memenangkan pilkada dan pilpres berkali-kali. Bukan hanya Jokowi tetapi keluarganya juga, ikut didukung oleh PDI Perjuangan, dan berhasil menjadi pemenang.
Sepertinya PDI Perjuangan akan kapok untuk mendukung keluarga Jokowi lagi, pada saat pilkada September 2024. Jokowi pasti sudah berpikir tidak akan minta didukung oleh PDI Perjuangan lagi. Jokowi sudah menyatakan bahwa kemenangannya di pemilu karena dipilih oleh rakyat bukan oleh partai.
Bobby Nasution akan menggunakan kendaraan partai lain, yang bisa diatur partainya, seperti partai Gerindra, Golkar, PAN, PBB atau lainnya.
Gibran Rakabuming Raka juga akan menggunakan partai lain selain PDI Perjuangan, jika kalah di pilpres dan mengajukan diri untuk menjadi calon gubernur Jakarta.
PDI Perjuangan sudah kapok, tidak akan lagi memilih orang-orang yang mudah berkhianat, yang nyata-nyata ingin menggerus suara partai. Kalau saja ada PDI Perjuangan di daerah yang masih mendukung keluarga Jokowi, mungkin akan diingatkan, bahwa perbuatan itu akan berbalik jika dia sudah mendapatkan jabatan.
Panda Nababan sudah mengingatkan kepada Jokowi supaya lebih baik turun dengan selamat tanpa harus ingin terus berkuasa. Dan jika pilpres dimenangkan oleh Ganjar-Mahfud maka keluarga Jokowi akan menjadi bulan-bulanan di pemerintahan mendatang. Tetapi jika Anies-Muhaimin yang menjadi pemenang, bisa jadi keluarga Jokowi selamat, karena Anies-Muhaimin tidak akan mengadukan permasalahan yang terjadi di masa Jokowi berkuasa.
6 Tips Jitu Memenangkan Kampanye Partai Politik di Media Sosial!
9 Jul 2024 | 405
Dalam era digital ini, media sosial telah menjadi salah satu alat yang paling kuat dalam melakukan kampanye politik. Partai politik dapat memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan visi, ...
Mengapa Bimbel Online SMA Semakin Populer di Kalangan Pelajar?
2 Maret 2025 | 325
Dalam beberapa tahun terakhir, tren pendidikan telah mengalami pergeseran yang signifikan, terutama dengan adanya teknologi yang semakin berkembang pesat. Salah satu bentuk pembelajaran ...
Peringatan Rasulullah SAW Tentang Keadaan Akhir Zaman
25 Feb 2022 | 1728
Diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penutup para Nabi (Khatam an-Nabiyyin) menjadi isyarat bahwa hari Kiamat sudah dekat. Umur dunia seakan-akan sudah tua dan ...
Mengenal Lasik dan Presbyond: Solusi Modern untuk Penglihatan Lebih Jelas
5 Sep 2025 | 202
Gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan silinder sudah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang. Seiring perkembangan teknologi di bidang kedokteran mata, kini ...
Ma'soem University Universitas Swasta di Bandung dengan Kurikulum Terdepan
4 Sep 2024 | 519
Ma'soem University dikenal sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Bandung, dengan kurikulum yang selalu up-to-date dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Di sini, ...
Mata Kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang Harus Kamu Ketahui
13 Maret 2025 | 352
Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH Unpad) merupakan salah satu fakultas hukum terkemuka di Indonesia, yang memiliki kurikulum yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan hukum ...