MU
Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona

Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona

27 Maret 2020
192x
Ditulis oleh : Writer

“Jika sayang, maka jaga jaraklah!” Ini adalah salah satu ungkapan yang berlaku di masa era pandemi virus korona seperti sekarang ini. Bentuk sayang yang memang masih butuh waktu untuk bisa langsung dipahami. Ketika ‘tidak bertemu secara fisik’ justru adalah bentuk saling sayang. Mengapa? Karena setiap dari kita berusaha untuk tidak jadi ‘kendaraan’ yang membawa virus untuk yang lainnya.

Masa pandemi ini adalah masa yang penuh dengan tantangan. Tantangan untuk atasi kekhawatiran diri, tantangan untuk bisa mengedukasi lingkungan sosial terdekat yaitu keluarga, tantangan untuk bisa lakukan berbagai pencegahan, dan tentunya untuk bisa mengisi hari dengan hal-hal yang bermanfaat. Dan di masa-masa ini memang setiap orang tentu ingin berkumpul satu dengan lainnya. Ada seorang teman yang terpaksa ‘tertahan’ di kosannya di sebuah kawasan yang di kota tersebut angka penyebaran virus korona masih bertambah. Betapa sebenarnya ia tidak tahan untuk berkumpul dengan keluarganya di kota lain. Tapi ia paham ketika misalnya ia menempuh perjalanan pulang, bisa jadi justru ia menjadi ‘kendaraan’ virus. Tentunya ia tidak ingin keluarganya terkena virus karena dirinya. Menjaga jarak, itulah yang jadi bentuk sayangnya untuk keluarga.

‘Jaga jarak’ kini adalah salah satu bentuk sayang kita terhadap keluarga kita dan orang-orang lain di sekitar kita. Hal ini memang tidak mudah dan membuat tidak nyaman. Tapi ingatlah semakin kita bisa menjaga jarak, insyaAllah semakin lekas juga masa ini selesai. Karena ini berarti ‘kendaraan-kendaraan’ virus banyak yang terparkir hingga akhirnya virus musnah terkalahkan oleh antibodi pemilik kendaraannya masing-masing. Hingga semua virus di antara kita pun musnah lenyap.

Rindu, adalah perasaan yang juga bisa timbul akibat ‘jaga jarak’ ini. Jika ini terjadi hubungilah anggota keluargamu melalui telepon, video call, dan tentunya melalui doa. Saluran terakhir inilah yang insyaAllah menjadi penguat antar satu dengan lainnya. Semoga masa jaga jarak ini segera berlalu dan semoga semua dari kita selalu diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah.

Berita Terkait
Baca Juga:
Belajar dari Tiket Liburan...

Belajar dari Tiket Liburan...

Inspirasi      

24 Des 2019 | 212


Liburan ini adalah masa di mana orang-orang berburu tiket. Nah, ada pengalaman menarik yang bisa jadi salah satu referensi recana ketika kamu kehabisan tiket liburan. Kebanyakan orang ...

Bingung dengan Kemandirian Anak?

Bingung dengan Kemandirian Anak?

Pendidikan      

25 Jan 2020 | 207


Ada satu isu yang sering dibahas di kalangan para orangtua belakangan ini. “Waduh, kenapa anak saya ngga mau belajar padahal besok ulangan?” “Bingung deh, anak saya ...

Tipe-Tipe Makan Siang

Tipe-Tipe Makan Siang

Majalah Dinding      

6 Jan 2020 | 209


Makanan, ini adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Rasanya kita semua tahu bahwa manusia butuh makan bukan? Nah, kali ini kita akan membahas tentang makanan. Dalam sehari, pada umumnya ...

Penulis Naskah Terbaik

Penulis Naskah Terbaik

Inspirasi      

26 Jan 2020 | 199


Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah drama dengan alur cerita yang sungguh menarik. Yang terpikir kala itu adalah betapa penulis naskahnya sudah menata dengan rapi dan apik adegan per ...

Rupa-rupa Isi Tas

Rupa-rupa Isi Tas

Majalah Dinding      

17 Jan 2020 | 194


Tas, ini adalah benda yang rasanya di bawa oleh (hampir) setiap orang. Bahkan, kalau kau perhatikan, bayi pun punya tasnya sendiri lho! Hanya untuk tas milik si bayi ini, biasanya si emak ...

Profesi dengan Waktu Kerja 24 Jam!

Profesi dengan Waktu Kerja 24 Jam!

Majalah Dinding      

18 Feb 2020 | 187


Tempat tidur, bantal, dan selimut, mereka adalah teman yang sering dicari di kala hujan. Apalagi di malam hari. Sungguh perpaduan yang sangat ideal! Malam hari sudah sewajarnya jika kita ...