rajatraffic
Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona

Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona

27 Maret 2020
108x
Ditulis oleh : Writer

“Jika sayang, maka jaga jaraklah!” Ini adalah salah satu ungkapan yang berlaku di masa era pandemi virus korona seperti sekarang ini. Bentuk sayang yang memang masih butuh waktu untuk bisa langsung dipahami. Ketika ‘tidak bertemu secara fisik’ justru adalah bentuk saling sayang. Mengapa? Karena setiap dari kita berusaha untuk tidak jadi ‘kendaraan’ yang membawa virus untuk yang lainnya.

Masa pandemi ini adalah masa yang penuh dengan tantangan. Tantangan untuk atasi kekhawatiran diri, tantangan untuk bisa mengedukasi lingkungan sosial terdekat yaitu keluarga, tantangan untuk bisa lakukan berbagai pencegahan, dan tentunya untuk bisa mengisi hari dengan hal-hal yang bermanfaat. Dan di masa-masa ini memang setiap orang tentu ingin berkumpul satu dengan lainnya. Ada seorang teman yang terpaksa ‘tertahan’ di kosannya di sebuah kawasan yang di kota tersebut angka penyebaran virus korona masih bertambah. Betapa sebenarnya ia tidak tahan untuk berkumpul dengan keluarganya di kota lain. Tapi ia paham ketika misalnya ia menempuh perjalanan pulang, bisa jadi justru ia menjadi ‘kendaraan’ virus. Tentunya ia tidak ingin keluarganya terkena virus karena dirinya. Menjaga jarak, itulah yang jadi bentuk sayangnya untuk keluarga.

‘Jaga jarak’ kini adalah salah satu bentuk sayang kita terhadap keluarga kita dan orang-orang lain di sekitar kita. Hal ini memang tidak mudah dan membuat tidak nyaman. Tapi ingatlah semakin kita bisa menjaga jarak, insyaAllah semakin lekas juga masa ini selesai. Karena ini berarti ‘kendaraan-kendaraan’ virus banyak yang terparkir hingga akhirnya virus musnah terkalahkan oleh antibodi pemilik kendaraannya masing-masing. Hingga semua virus di antara kita pun musnah lenyap.

Rindu, adalah perasaan yang juga bisa timbul akibat ‘jaga jarak’ ini. Jika ini terjadi hubungilah anggota keluargamu melalui telepon, video call, dan tentunya melalui doa. Saluran terakhir inilah yang insyaAllah menjadi penguat antar satu dengan lainnya. Semoga masa jaga jarak ini segera berlalu dan semoga semua dari kita selalu diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah.

Berita Terkait
Baca Juga:
Hari yang Menyenangkan

Hari yang Menyenangkan

Majalah Dinding      

19 Jan 2020 | 180


Hari yang menyenangkan, ketika engkau terbangun di kamarmu Hari yang menyenangkan, ketika sarapan bisa menghilangkan laparmu Hari yang menyenangkan, ketika air bisa menyegarkan ...

Buat Bisnis Online Anda lebih Melesat dengan Backlink dari Rajabacklink.com, Lebih Untung Daripada Bisnis Offline

Buat Bisnis Online Anda lebih Melesat dengan Backlink dari Rajabacklink.com, Lebih Untung Daripada Bisnis Offline

Tips      

25 Feb 2020 | 17


Jika anda memiliki usaha di jaman sekarang ini, rasanya akan sangat sayang sekali jika anda tidak merambah ke dunia online. Maksudnya adalah anda bisa menawarkan produk dan jasa yang anda ...

Bingung Mau Lari Pagi di Mana Ketika ke Bandung?

Bingung Mau Lari Pagi di Mana Ketika ke Bandung?

Wisata      

25 Jan 2020 | 150


Lari pagi, ini adalah olah raga yang (rasanya) paling mudah dilakukan oleh setiap orang. Yang dibutuhkan hanya niat untuk berolahraga kemudian tinggal pilih lintasan lari yang ingin engkau ...

Wisata Kuliner di Bandung

Wisata Kuliner di Bandung

Wisata      

22 Des 2019 | 174


Wisata kuliner, ini adalah jenis wisata yang kini banyak menjadi pilihan, baik itu oleh para wisatawan maupun penduduk aslinya sendiri. Nah, di musim liburan ini, kita tengok yuk wisata ...

Mengapa Orang Senang Mendengarkan Musik?

Mengapa Orang Senang Mendengarkan Musik?

Hobi      

23 Feb 2020 | 98


Mendengarkan musik adalah hal yang sering kita lakukan dalam keseharian kita. Mendengarkan musik bisa dilakukan sambil belajar, membaca, menulis, mengerjakan tugas, memasak, berkebun, ...

Ketika Doa Belum Dikabulkan...

Ketika Doa Belum Dikabulkan...

Religi      

9 Feb 2020 | 144


“Berbahagialah jika (masih) ada doamu yang belum terkabul.“ Aku pernah membaca ini beberapa tahun yang lalu. Dulu aku bertanya-tanya sendiri, mengapa kita justru berbahagia ...