
“Jika sayang, maka jaga jaraklah!” Ini adalah salah satu ungkapan yang berlaku di masa era pandemi virus korona seperti sekarang ini. Bentuk sayang yang memang masih butuh waktu untuk bisa langsung dipahami. Ketika ‘tidak bertemu secara fisik’ justru adalah bentuk saling sayang. Mengapa? Karena setiap dari kita berusaha untuk tidak jadi ‘kendaraan’ yang membawa virus untuk yang lainnya.
Masa pandemi ini adalah masa yang penuh dengan tantangan. Tantangan untuk atasi kekhawatiran diri, tantangan untuk bisa mengedukasi lingkungan sosial terdekat yaitu keluarga, tantangan untuk bisa lakukan berbagai pencegahan, dan tentunya untuk bisa mengisi hari dengan hal-hal yang bermanfaat. Dan di masa-masa ini memang setiap orang tentu ingin berkumpul satu dengan lainnya. Ada seorang teman yang terpaksa ‘tertahan’ di kosannya di sebuah kawasan yang di kota tersebut angka penyebaran virus korona masih bertambah. Betapa sebenarnya ia tidak tahan untuk berkumpul dengan keluarganya di kota lain. Tapi ia paham ketika misalnya ia menempuh perjalanan pulang, bisa jadi justru ia menjadi ‘kendaraan’ virus. Tentunya ia tidak ingin keluarganya terkena virus karena dirinya. Menjaga jarak, itulah yang jadi bentuk sayangnya untuk keluarga.
‘Jaga jarak’ kini adalah salah satu bentuk sayang kita terhadap keluarga kita dan orang-orang lain di sekitar kita. Hal ini memang tidak mudah dan membuat tidak nyaman. Tapi ingatlah semakin kita bisa menjaga jarak, insyaAllah semakin lekas juga masa ini selesai. Karena ini berarti ‘kendaraan-kendaraan’ virus banyak yang terparkir hingga akhirnya virus musnah terkalahkan oleh antibodi pemilik kendaraannya masing-masing. Hingga semua virus di antara kita pun musnah lenyap.
Rindu, adalah perasaan yang juga bisa timbul akibat ‘jaga jarak’ ini. Jika ini terjadi hubungilah anggota keluargamu melalui telepon, video call, dan tentunya melalui doa. Saluran terakhir inilah yang insyaAllah menjadi penguat antar satu dengan lainnya. Semoga masa jaga jarak ini segera berlalu dan semoga semua dari kita selalu diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah.
Bingung dengan Kemandirian Anak?
25 Jan 2020 | 1760
Ada satu isu yang sering dibahas di kalangan para orangtua belakangan ini. “Waduh, kenapa anak saya ngga mau belajar padahal besok ulangan?” “Bingung deh, anak saya ...
Hashtag yang Disukai Algoritma TikTok dan Instagram
15 Apr 2025 | 589
Di era digital yang semakin maju ini, media sosial menjadi salah satu platform utama untuk berbagi konten dan berinteraksi dengan audiens. Dua platform yang sangat populer adalah TikTok dan ...
Bingung Bagaimana Membedakan Pilek Flu atau Sinus
6 Mei 2020 | 1723
Apakah anda sering merasakan flu yang berlebihan?, saya hampir setiap minggu seperti orang yang terkena flu apalagi bila cuaca dingin, atau terkena debu saya langsung bersin-bersin, panik ...
Pendaftaran Kedinasan Polri 2026: Persiapan Psikotes dan Cara Menghadapinya
21 Maret 2025 | 521
Pendaftaran Kedinasan Polri 2026 semakin dekat, dan para calon peserta tentu merasa bersemangat namun juga tegang menyambut beragam ujian yang akan dilalui. Salah satu tahap penting dalam ...
Seragam Santri Al Masoem: Integrasi Nilai Islam dan Modernitas di Boarding School Islam di Bandung
15 Agu 2024 | 309
Sekolah asrama Al Masoem, sebuah lembaga pendidikan Islam di Bandung, mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan modernitas dalam seragam santrinya. Sebagai salah satu sekolah asrama ...
Perlukah Kita "Push to the Limit"?
7 Des 2019 | 3149
“Push to the limit!” Sungguh sering terdengar ungkapan ini. Baik dalam belajar, bekerja, dan dalam melakukan berbagai hal. Sebenarnya apakah memang perlu kita melakukan hal ...