Tryout.id
Hukum Nikah Siri Dalam Pandangan 4 Madzhab

Hukum Nikah Siri Dalam Pandangan 4 Madzhab

25 Okt 2021
406x
Ditulis oleh : IdeBlog

Di Kelompok beberapa ulama Istilah arti Yang dimengerti Dari nikah siri masih jadi ikhtilaf. Hingga hukum yang muncul darinya alam ketidaksamaan .

1. MENURUT MADZHAB MALIKI

Menurut Malikiyah yang diartikan nikah siri adalah "Nikah yang atas pesan suami, beberapa saksi merahasiakannya untuk review istrinya ATAU Jemaah nya, sekalinya Keluarga di Tempat "

Dalam mazhab maliki Bila pernikahan siri itu dikerjakan karena takut dengan mengumumkan bisa terjadi satu hal yang diharapkan tidak contoh tindakan dzalim, atau cemas takut terkena sihir karena itu pernikahannya bukan satu yang haram dan tidak perlu penangguhan pernikahan Tetapi , bila lenyap kekuatiran dan ketakutan sama seperti yang di atas jadi tidak bisa ada praktek jasa nikah siri.

Pernikahannya bisa diurungkan bila ke-2 nya belum sampai lakukan jalinan suami istri. Tetapi bila terjadi jalinan suami istri ke-2 nya harus dipisah .

Ibnu Syihab pernah mengembangkan mengenai hukum seorang lelaki yang menikah secara siri dengan datangkan ke-2 saksi, KARENA ITU beliau Menjawab: " Bila lelaki ITU Sudah lakukan jalinan suami-Istri KARENA ITU Harus dipisah .

Si Istri memiliki hak memperoleh maharnya Dan Harus ber'iddah Sampai usai periode iddahnya, Dan Ke ke-2 orang utan saksi yang sudah sembunyikan pernikahan harus mendapatkan hukuman.

Bila periode iddah sudah usai dan sang lelaki ini ingin menikah dengannya kembali harus secara 'alaniyah (pernikahan terus-terang dengan ditampilkan ).

Tetapi , saat ke-2 nya belum bersatu karena itu harus dipisah tanpa mahar untuk si istri. Sebenarnya karena nikah siri itu tidak syah ."

2. MENURUT MADZHAB HANAFI

Menurut Hanafiyah yang diartikan dengan istilah nikah siri ialah Sebuah pernikahan Yang TIDAK DAPAT mendatangkan ke-2 saksi,

adapun bila dalam pernikahan sudah didatangi 2 orang saksi KARENA ITU Bukan diberi nama di nikah siri tetapi 'alaniyah pernikahan secara umum yang dijumpai masyarakat luas

Adapun permasalahan ketidak hadiran wali dalam madzhab ini tidak mendapatkan perhatian khusus karena wali bukan rukun syah nikah hingga bila ada 2 orang saksi tanpa wali pernikahan telah dipandang syah .

Menurut Hanafiah pernikahan siri ialah pernikahan Yang di haramkan berdasar Alasan JIKA ADA Perintah Rasulullah Saw Yang mewajibkan ADA penayangan hearts pernikahan

أعلنوا هذا النكاح

3. Pendapat madzhab AS-Syafi'iyah

TIDAK JAUH Dari Opini Hanafiyah, Kelompok madzhab Penyanyi TIDAK memperkenankan Praktek nikah siri. Menyiarkannya ialah LEBIH Dicintai

4. Menurut Jasa Nikah Siri dalam madzhab Hanbali

Menurut mazhab Hanbali, nikah Yang Sudah diadakan Menurut Ketetapan syariat Islam ialah syah , Walau dirahasiakan Oleh ke-2 mempelai, wali Dan beberapa saksinya.

Namun hukumnya makruh. Menurut satu kisah , Khalifah Umar bin al-Khattab pernah memberikan ancaman aktor nikah siridengan hukuman memiliki

Kelompok ulama dan intelektual Indonesia juga terjadi ketidaksamaan penglihatan mengenai jasa nikah siri, ada yang larang , memperkenankan , dan ada juga yang ada pada status tengah.

Ketidaksamaan penglihatan itu benar-benar wajar muncul karena masing-masing faksi berpendapat dengan interpretasinya sendiri.

Oleh karenanya , Yang Perlu ialah janganlah Sampai ADA faksi Yang usaha memonopoli tafsiran Sesuai Udara gairah nya untuk review penuhi tujuan dan keperluannya semata-mata . Tafsiran Islam didasari PADA beberapa argumen Dan Referensi , baik Datang Dari al-Quran, Hadis, ijma', qiyas, ATAU ijtihad.

Beberapa ulama memandang nikah siri dihalalkan, asal penuhi syarat dan rukun nikah. Masalah Islam tidak mengharuskan pendataan nikah oleh negara.

Pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min di Ngruki, Sukoharjo, Abu Bakar Ba'asyir memiliki pendapat sekitar ramainya nikah siri yang sudah dilakukan beberapa selebritis di Tanah air, minta praktek nikah siri atau nikah di balik tangan disetop .

Menurut Ba'asyir, langkah atau wujud nikah begitu bisa memunculkan fitnah dan bikin rugi ke-2 faksi di masa datang .

Oleh karenanya , Seharusnya Praktek Jasa nikah siri sebaiknya dihapus saja.Nikah siri atau nikahdi balik tangan dan tidak tercatat di KUA akhir-akhir ini dilihat syah agama .

Searah DENGAN pernyataan Ba'asyir, M. Quraish Shihab menyampaikan JIKA Begitu Keutamaan Pendataan nikah yang memutuskan lewat undang-undang,

di lain sisi nikah yang tidak tercatat sepanjang ada 2 orang saksi- masih dipandang syah oleh hukum agama, meskipun nikah ITU dipandang syah , tetapi nikah di balik serbi can menyebabkan dosa untuk review Aktor -pelakunya, KARENA menyalahi Ketetapan Yang diputuskan Oleh Pemerintahan (ulul amri).

Al-Quran Memerintah tiap muslim untuk review mematuhi ulul amri asal TIDAK berlawanan DENGAN hukum Allah. Dalam soal Pendataan ITU , dia TIDAK Saja TIDAK berlawanan , TAPI Malah Benar-Benar searah DENGAN semangat al-Quran.

Dari Beragam argumen ITU kelihatan JIKA Baik ITU ulama fikih klasik , ATAU kontemporer biasanya Melawan Jnikah siri, KARENA can memunculkan mudharat (Bahaya)

Walau TIDAK can disangkal ADA beberapa ulama Yang memperkenankan , DENGAN argumen sebagai usaha menghindar zina.

Namun , untuk menghindar zina tidak perlu nikah siri, nikah yang sudah dilakukan dengan proses yang betul yang dianggap oleh hukum agama dan negara semakin lebih jamin untuk kehidupan di masa mendatang .

Ketua MUI Kiai Haji Ma'ruf Amin Menambah berkaitan Praktek jasa nikah siri (nikah di balik serbi ) ialah syah hearts Islam, asal SEMUA rukun Dan ketentuannya tercukupi .

Sepanjang suami bertanggung jawab Dan penuhi Kewajiban nya sebagai kepala rumah tangga , KARENA ITU pernikahan siri syah dan halal secara agama.

JIKA Yang Terjadi ialah kebalikannya , KARENA ITU faksi Istri ATAU Anak hasil temuan Dari pernikahan ITU mempunyai Potensi Jadi pesta Yang dirugikan.

Beliau menambah , jika satu saat suami memberi tindakan tidak baik , seperti memunculkan kesengsaraan , atau telantarkan anak-istrinya , perkawinan itu masih tetap syah , tetapi tindakan sang suami jadi haram.

Di sisi lain , jika anak dan istri ditelantarkan, tidak dapat menuntut suami atau ayahnya karena tidak ada bukti pernikahan.

Dengan tidak ada bukti nikah, memiliki arti anak dan istrinya tidak punyai kemampuan hukum. Perihal ini pula yang selanjutnya jadi kekurangan jasa nikah siri.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Pilihan Destinasi Wisata Warga Jabodetabek

Pilihan Destinasi Wisata Warga Jabodetabek

Wisata      

14 Okt 2021 | 220


Warga Jabodetabek seringkali menghabiskan waktu untuk bekerja dan sangat jarang bisa melakukan perjalanan wisata ke luar kota atau pulau. Biasanya, warga Jabodetabek hanya akan menghabiskan ...

Ketika Doa Belum Dikabulkan...

Ketika Doa Belum Dikabulkan...

Religi      

9 Feb 2020 | 639


“Berbahagialah jika (masih) ada doamu yang belum terkabul.“ Aku pernah membaca ini beberapa tahun yang lalu. Dulu aku bertanya-tanya sendiri, mengapa kita justru berbahagia ...

Alpukat Enak di Makan dan Wajah Cantik dengan Alpukat

Alpukat Enak di Makan dan Wajah Cantik dengan Alpukat

Kecantikan      

11 Maret 2020 | 903


Alpukat Enak di Makan dan Wajah Cantik dengan Alpukat – Setiap orang pastinya sudah mengenal buah alpukat. Ya, alpukat seringkali dianggap sebagai buah mentega karena teksturnya yang ...

Warna-warni Hari...

Warna-warni Hari...

Majalah Dinding      

28 Jan 2020 | 794


Kelabu, itu salah satu warna Ada waktu ketika hari demi hari berlangit hanya kelabu Ke sana ke mari membawa satu warna itu   Tapi, tahukah kalian? Ada merah, kuning, ...

Alhamdulillah Kabar Baik, DKI Jakarta Keluar Zona Merah

Alhamdulillah Kabar Baik, DKI Jakarta Keluar Zona Merah

Kesehatan      

13 Agu 2021 | 623


Satgas Penanganan Covid-19 telah menetapkan zonasi risiko Covid-19 terbaru yang berlaku mulai 8 Agustus 2021. Hasilnya, seluruh kotamadya di DKI Jakarta telah bebas dari zona ...

KSAD Jenderal TNI-AD Andika Perkasa Disebut Sebagai Calon Kuat Panglima TNI

KSAD Jenderal TNI-AD Andika Perkasa Disebut Sebagai Calon Kuat Panglima TNI

Tips      

30 Agu 2021 | 578


Seorang perwira tinggi TNI-AD yang menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak tanggal 22 November 2018, Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. Lahir ...