
Harta, Hati-hati apakah itu Nikmat atau Petaka – Semua manusia dibumi ini adalah makhluk yang paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT, betapa banyak orang yang memiliki ilmu agama tetapi mereka menjadi tersesat, bahkan ada juga yang menjadi pembela kesesatan dan juga kebatilan hanya karena harta.
Jangan ditanyakan lagi bagaimana keadaan orang-oarang yang masih awam. Betapa banyak yang saling membunuh hanya karena permasalahan harta. Betapa banyak yang meninggalkan kewajiban-kewajiban agama hanya karena mencari, memburu, dan menumpuk harta benda semata, tanpa memikirkan halal dan haram.
Allah subhanahu wa ta’ala menamai harta yang banyak itu dengan nama khairan, yaitu kebaikan yang banyak, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam alqur’an yang artinya : “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak…” (al-Baqarah:180)
Dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan harta sebagai qiyaman, yang artinya adalah sarana menegakkan urusan dunia dan agama. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “ Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-oarang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan…”(an-Nisa:5)
Memang harta memiliki peran sangat penting dalam tegaknya urusan dunia dan agama, namun Allah juga memperingatkan lagi apa bahaya dari pada harta itu, yang difirmankan Allah dalam surat al-Anfal:28 yang artinya : “ Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
Demikianlah keadaan harta, harta bisa menjadi sarana penegak urusan, tetapi harta juga bisa menjadi penyebab seseorang menyimpang dan jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala, bagi seorang muslim sangat butuh bimbingan wahyu dalam menilai dan menempatkan harta dengan baik. Dengan demikian, kita tidak bersikap condong ke kanan, dan tidak pula condong ke kiri, dalam menyikapi dan menempatkan harta itu, serta ketika mencari dan mengumpulkan harta kita akan bersikap bijak dan selalu mensyukuri dan menggunakan harta sebaik baiknya tanpa menyalah gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi mengumpulkan harta dengan membabi buta.
Wallahu a’alam bish shawab.
Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona
27 Maret 2020 | 2320
“Jika sayang, maka jaga jaraklah!” Ini adalah salah satu ungkapan yang berlaku di masa era pandemi virus korona seperti sekarang ini. Bentuk sayang yang memang masih butuh waktu ...
Influencer UMKM Ciptakan Konten Viral Bersama Influencer
13 Maret 2025 | 408
Di era digital saat ini, semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyadari pentingnya kehadiran online untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan mereka. Salah satu ...
Presiden Jokowi Membuat Strategi Agar Anaknya Gibran Rakabumi Menjadi Presiden Berikutnya
22 Jan 2024 | 1001
Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi menyatakan bahwa dirinya tidak akan cuti dari politik sampai masa jabatannya sebagai presiden berakhir. Hal ini dalam rangka memuluskan ...
17 Agu 2021 | 2158
Para pekerja keras biasanya sering sekali mengabaikan hak tubuh. Di akhirat kelak, kita juga akan diminta pertanggung jawaban dalam merawat tubuh . Anda perlu memahami tentang apa ...
7 Maret 2026 | 47
Keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengenakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen hanya untuk barang mewah, disambut positif berbagai pihak. Khususnya para ...
Analogi TIU: Mengidentifikasi Hubungan Kausal
27 Maret 2025 | 368
Analogi TIU (Tes Intelegensi Umum) merupakan bagian penting dari ujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir logis dan kritis peserta. Dalam soal-soal TIU, peserta dihadapkan ...