rajabacklink
Harta, Hati-hati apakah itu Nimat atau Petaka

Harta, Hati-hati apakah itu Nimat atau Petaka

6 Feb 2020
391x
Ditulis oleh : IdeBlog

Harta, Hati-hati apakah itu Nikmat atau Petaka – Semua manusia dibumi ini adalah makhluk yang paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT, betapa banyak orang yang memiliki ilmu agama tetapi mereka menjadi tersesat, bahkan ada juga yang menjadi pembela kesesatan dan juga kebatilan hanya karena harta.

Jangan ditanyakan lagi bagaimana keadaan orang-oarang yang masih awam. Betapa banyak yang saling membunuh hanya karena permasalahan harta. Betapa banyak yang meninggalkan kewajiban-kewajiban agama hanya karena mencari, memburu, dan menumpuk harta benda semata, tanpa memikirkan halal dan haram.

Allah subhanahu wa ta’ala menamai harta yang banyak itu dengan nama khairan, yaitu kebaikan yang banyak, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam alqur’an yang artinya : “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak…” (al-Baqarah:180)

Dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan harta sebagai qiyaman, yang artinya adalah sarana menegakkan urusan dunia dan agama. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “ Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-oarang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan…”(an-Nisa:5)

Memang harta memiliki peran sangat penting dalam tegaknya urusan dunia dan agama, namun Allah juga memperingatkan lagi apa bahaya dari pada harta itu, yang difirmankan Allah dalam surat al-Anfal:28 yang artinya : “ Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Demikianlah keadaan harta, harta bisa menjadi sarana penegak urusan, tetapi harta juga bisa menjadi penyebab seseorang menyimpang dan jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala, bagi seorang muslim sangat butuh bimbingan wahyu dalam menilai dan menempatkan harta dengan baik. Dengan demikian, kita tidak bersikap condong ke kanan, dan tidak pula condong ke kiri, dalam menyikapi dan menempatkan harta itu, serta ketika mencari dan mengumpulkan harta kita akan bersikap bijak dan selalu mensyukuri dan menggunakan harta sebaik baiknya tanpa menyalah gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi mengumpulkan harta dengan membabi buta.

Wallahu a’alam bish shawab.

Baca Juga:
Sinetron VS Drakor

Sinetron VS Drakor

Hobi      

13 Jan 2020 | 446


Nonton drama, ini adalah salah satu aktivitas yang banyak digandrungi, khususnya oleh kaum wanita. Entah apa latar belakangnya mengapa hobi ini lebih banyak disukai oleh wanita, ketimbang ...

Ke Cafe Ternyata Bukan Hanya Urusan Nongkrong!

Ke Cafe Ternyata Bukan Hanya Urusan Nongkrong!

Inspirasi      

22 Feb 2020 | 361


Nongkrong, hang out, atau apapun namanya seakan tak lepas dari gaya hidup anak muda di zaman milenial sekarang ini. Namun ternyata pergi ke tempat nongkrong ini tidaklah melulu untuk ...

Miliki Rambut Tebal dan Indah dengan Perawatan Sederhana Ini

Miliki Rambut Tebal dan Indah dengan Perawatan Sederhana Ini

Tips      

2 Jul 2020 | 272


Rambut merupakan mahkota dan kecantikan seorang wanita, semua wanita menginginkan rambut sehat, tebal dan indah. Merupakan dambaan kaum hawa untuk bisa memiliki rambut yang tebal dan indah. ...

Asupan Gizi Untuk Ibu Hamil dan Menyusui Saat Berpuasa

Asupan Gizi Untuk Ibu Hamil dan Menyusui Saat Berpuasa

Kesehatan      

19 Feb 2021 | 81


Ibu hamil selama menjalankan puasa 30hari di bulan Ramadan biasanya ada yang kuat dan rajin untuk berpuasa dan tidak berpengaruh apapun, nah ibu hamil dan menyusui ini wajib berpuasa karena ...

Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

Religi      

1 Jan 2020 | 418


“Ih, kenapa sih aku ngga keterima di kampus A? Padahal kan aku udah belajar mati-matian!” “Sedih, kenapa yang juara malah si B? Padahal, dia sering minta ...

Semangat Pagi!

Semangat Pagi!

Majalah Dinding      

7 Jan 2020 | 424


“Hari apa ini?” “Hari ini aku akan bertemu dengan client.” “Hari ini aku punya janji dengan kawan.” “Hari ini aku punya target untuk ...