RajaKomen
Harta, Hati-hati apakah itu Nimat atau Petaka

Harta, Hati-hati apakah itu Nimat atau Petaka

6 Feb 2020
533x
Ditulis oleh : IdeBlog

Harta, Hati-hati apakah itu Nikmat atau Petaka – Semua manusia dibumi ini adalah makhluk yang paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT, betapa banyak orang yang memiliki ilmu agama tetapi mereka menjadi tersesat, bahkan ada juga yang menjadi pembela kesesatan dan juga kebatilan hanya karena harta.

Jangan ditanyakan lagi bagaimana keadaan orang-oarang yang masih awam. Betapa banyak yang saling membunuh hanya karena permasalahan harta. Betapa banyak yang meninggalkan kewajiban-kewajiban agama hanya karena mencari, memburu, dan menumpuk harta benda semata, tanpa memikirkan halal dan haram.

Allah subhanahu wa ta’ala menamai harta yang banyak itu dengan nama khairan, yaitu kebaikan yang banyak, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam alqur’an yang artinya : “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak…” (al-Baqarah:180)

Dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan harta sebagai qiyaman, yang artinya adalah sarana menegakkan urusan dunia dan agama. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “ Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-oarang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan…”(an-Nisa:5)

Memang harta memiliki peran sangat penting dalam tegaknya urusan dunia dan agama, namun Allah juga memperingatkan lagi apa bahaya dari pada harta itu, yang difirmankan Allah dalam surat al-Anfal:28 yang artinya : “ Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Demikianlah keadaan harta, harta bisa menjadi sarana penegak urusan, tetapi harta juga bisa menjadi penyebab seseorang menyimpang dan jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala, bagi seorang muslim sangat butuh bimbingan wahyu dalam menilai dan menempatkan harta dengan baik. Dengan demikian, kita tidak bersikap condong ke kanan, dan tidak pula condong ke kiri, dalam menyikapi dan menempatkan harta itu, serta ketika mencari dan mengumpulkan harta kita akan bersikap bijak dan selalu mensyukuri dan menggunakan harta sebaik baiknya tanpa menyalah gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi mengumpulkan harta dengan membabi buta.

Wallahu a’alam bish shawab.

Baca Juga:
Ikhtiar dan Tawakal di Masa Pandemi Covid-19

Ikhtiar dan Tawakal di Masa Pandemi Covid-19

Religi      

4 Apr 2020 | 714


‘Di rumah saja’ kini sudah memasuki akhir minggu ke-3. Bagaimanakah perasaanmu di hari ini? Perasaan apa yang muncul? Takut, sedih, lelah, atau adakah perasaan lainnya? Di akhir ...

Tips Mengatasi Rasa Bosan pada Pasangan yang Terbukti Efektif

Tips Mengatasi Rasa Bosan pada Pasangan yang Terbukti Efektif

Tips      

20 Mei 2020 | 420


Ketika anda barus saja menjalin hubungan, maka semua akan terasa mudah saja karena anda tak perlu mengatasi rasa bosan pada pasangan. Namun, lain halnya jika anda sudah berpacaran atau ...

Serunya Lava Tour Merapi!

Serunya Lava Tour Merapi!

Wisata      

28 Des 2019 | 561


  Lava Tour Merapi, ini adalah salah satu wisata menarik yang ditawarkan jika kamu mengunjungi Yogyakarta. Lava Tour Merapi ini adalah wisata yang (ternyata) bisa diikuti oleh ...

(Merasa) Belum Menemukan Passion Diri?

(Merasa) Belum Menemukan Passion Diri?

Inspirasi      

1 Maret 2020 | 486


Pernahkah kalian merasa bahwa kalian belum mengetahui passion diri? Ketika kalian bingung dengan apa yang menjadi kemahiran diri. Bagi kalian yang masih duduk di bangku sekolah, mungkin ...

Jahe Menjadi Barang Mahal Karena Manfaatnya Untuk Kecantikan

Jahe Menjadi Barang Mahal Karena Manfaatnya Untuk Kecantikan

Kecantikan      

13 Apr 2020 | 373


Siapa yang tidak mengenal jahe, ya jahe adalah tumbuhan yang bisa ditanam dengan mudah sekaligus manfaatnya yang sangat banyak untuk kesehatan dan kecantikan. Wanita yang fitrahnya ingin ...

Bekerja Dari Rumah, Mengapa Tidak?

Bekerja Dari Rumah, Mengapa Tidak?

Inspirasi      

4 Des 2019 | 504


Bekerja! Ini adalah satu fase hidup yang pada umumnya dialami oleh sebagian besar orang setelah ia lulus dari sekolah menengah akhir, atau bangku kuliah. Bekerja, identiknya pergi ke kantor ...