rajatv
Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

1 Jan 2020
233x
Ditulis oleh : IdeBlog

Hari ini aku mendengar kisah inspiratif yang membuatku berpikir. Tentang perjuangan dan kekukuhan seorang wanita yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis Riwayat Hakim dan Muslim:

“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah Saw., Khadijah Khuwailid, dan Asiyah.”

Kali ini kita akan membahas mengenai Asiyah binti Muzahim. Asiyah ini adalah istri dari Firaun. Ya, Firaun yang menganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena kuasanya. Dikisahkan pada suatu hari Asiyah menemukan seorang bayi yang sangat lucu. Ia sangat ingin memelihara bayi tersebut. Kemudian ia menyatakan keinginannya tersebut kepada suaminya, Firaun. Firaun yang kala itu justru mempunyai rencana akan memusnahkan seluruh bayi dari Bani Israil, tentu saja langsung menolak keinginan Asiyah. Namun Aisyah tidak berhenti sampai di situ saja ketika keinginannya ditolak. Ia menjelaskan bahwa bayi tersebut bukanlah bayi dari Bani Israil. Karena kaum Bani Israil tinggal jauh dari sungai tersebut. Ia menyatakan, kalaupun bayi tersebut berasal dari tempat tinggal kaum Bani Israil, tentu saja bayi itu sudah mati karena ganasnya hewan-hewan yang tinggal di sungai tempat ia menemukan bayi itu.

Orang-orang di sekitar Firaun juga bereaksi, mereka tidak setuju jika Asiyah memelihara bayi tersebut. Ketika sudah disiapkan orang yang akan membunuh bayi tersebut, lagi-lagi Asiyah melindunginya dan berkata bahwa ia adalah bayi biasa. Sebagai bukti, Asiyah kemudian membakar perhiasannya agar menghasilkan bara panas yang bercahaya. Ia meyakinkan Firaun bahwa bayi pada umumnya senang pada sesuatu yang bercahaya dan pasti akan meraih perhiasan yang terbakar tersebut. Sambil ia berdoa, bayi itu memang meraih perhiasan yang bercahaya tersebut. Setelah Firaun melihat hal tersebut, ia meyakinkan bahwa bayi itu hanyalah bayi biasa. Ia pun kemudian segera mengobati bayi Musa.

Sepanjang Musa di istana, Asiyah-lah yang menjadi orang yang melindungi Musa. Asiyah memperhatikan kebiasaan Musa yang berbeda. Ia juga melihat Musa menyembah Tuhan yang membuatnya ingin menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhannya Musa. Hingga suatu hari, Asiyah kedapatan mengucapkan Bismillah. Tentu saja hal ini adalah kejahatan yang paling besar di mata Firaun. Firaun kemudian bertanya kepada Asiyah apakah ia akan kembali ke agamanya yang lama. Lalu Asiyah menjawab, “Tidak!”

Firaun mengancam bahwa jika Asiyah tidak kembali pada agamanya yang lama maka anak-anaknya yang akan menjadi korban. Selama ini Asiyah berusaha untuk memahami keinginan suaminya. Namun untuk hal yang satu ini, ia tetap pada kekukuhan hatinya. Firaun lalu berkata lagi bahwa ia tidak mendengar suara istrinya lagi, tapi suara seseorang yang sedang mengalami kegilaan. Asiyah berkata bahwa ia kini sudah paham untuk apa ia ada. Ia menyebutkan bahwa ia datang dari Allah, ia hidup untuk Allah, dan ia pun kelak akan mati untuk Allah.

Sejak itu segala fasilitas kemewahan untuk Asiyah dicabut. Tidak ada lagi makanan mewah, kasur yang empuk, juga tak ada lagi pelayan yang biasa melayaninya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Setelah itu ia pun mengalami kejadian yang benar-benar menguji keimanannya kepada Allah. Kaki dan tangannya dipasung. Tak hanya sampai disitu saja, kemudian Firaun meminta pengawal untuk mencari batu yang paling besar. Ketika mengalami peristiwa tersebut, Asiyah tidaklah menyerah, ia terus berdoa pada Allah. Satu-satunya wanita yang kakinya masih menjejak di bumi dan sudah ditampakkan surga yang disiapkan untuknya adalah Asiyah. Kala itu ia tersenyum dan Allah sudah mengambil ruh-nya sebelum ia merasakan sakit.  

Dari kisah Asiyah ini, kita bisa melihat bahwa ketika Asiyah merasa bingung, kesal, sakit, dan menderita, ia tidak diam saja. Ia terus berpikir, berusaha, dan berdoa. Terbukti dengan doa, Allah menolong ia keluar dari penderitaannya. Ia terus mempertahankan keimanannya hingga akhir hayatnya.

Baca Juga:
Virus Korona, Reminder Allah Maha Kuasa...

Virus Korona, Reminder Allah Maha Kuasa...

Religi      

24 Maret 2020 | 202


Virus korona, lagi-lagi memberikan pembelajaran untuk kita makhluk bumi. Di situasi seperti sekarang ini sungguh makhluk bumi seperti kita ini sudah saatnya untuk memperbaiki kualitas diri ...

Hidup Itu Untuk Dijalani...

Hidup Itu Untuk Dijalani...

Religi      

9 Feb 2020 | 219


Pernahkah engkau merasa kesulitan dalam melakukan sesuatu? Kalau coba diingat-ingat kembali, kesulitan apa yang pernah engkau alami? Kalau kita lihat pada umumnya kita mengalami ...

5 Cara Hemat Listrik yang Harus Diketahui Ibu-Ibu Muda

5 Cara Hemat Listrik yang Harus Diketahui Ibu-Ibu Muda

Tips      

3 Jun 2020 | 88


Pernahkah Anda kaget melihat tagihan listrik di awal bulan? Atau Anda heran mengapa pulsa listrik tiba-tiba habis padahal rasanya baru saja diisi beberapa hari yang lalu? Artinya ada yang ...

Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona

Jaga Jarak, Bentuk Sayang kepada Keluarga di Era Pandemi Virus Korona

Inspirasi      

27 Maret 2020 | 243


“Jika sayang, maka jaga jaraklah!” Ini adalah salah satu ungkapan yang berlaku di masa era pandemi virus korona seperti sekarang ini. Bentuk sayang yang memang masih butuh waktu ...

Tips Memilih Softlens yang Aman dan Tetap Menarik, Seperti Apa ya?

Tips Memilih Softlens yang Aman dan Tetap Menarik, Seperti Apa ya?

Kecantikan      

6 Jun 2020 | 77


Jika anda memang baru ingin mulai menggunakan softlens, maka anda harus menyimak beberapa tips memilih softlens. Tak hanya dari segi penampilan, softlens yang anda pilih sebaiknya aman dan ...

Ini Tentang Tanda Tangan (Momen) ...

Ini Tentang Tanda Tangan (Momen) ...

Majalah Dinding      

30 Jan 2020 | 211


Tanda tangan, ini adalah hal rasanya pernah dilakukan oleh semua orang dewasa. Paling tidak, satu kali lah seumur hidup, ketika menandatangani KTP alias Kartu Tanda Penduduk. Nah, uniknya ...