RF
Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

1 Jan 2020
2228x
Ditulis oleh : IdeBlog

Hari ini aku mendengar kisah inspiratif yang membuatku berpikir. Tentang perjuangan dan kekukuhan seorang wanita yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis Riwayat Hakim dan Muslim:

“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah Saw., Khadijah Khuwailid, dan Asiyah.”

Kali ini kita akan membahas mengenai Asiyah binti Muzahim. Asiyah ini adalah istri dari Firaun. Ya, Firaun yang menganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena kuasanya. Dikisahkan pada suatu hari Asiyah menemukan seorang bayi yang sangat lucu. Ia sangat ingin memelihara bayi tersebut. Kemudian ia menyatakan keinginannya tersebut kepada suaminya, Firaun. Firaun yang kala itu justru mempunyai rencana akan memusnahkan seluruh bayi dari Bani Israil, tentu saja langsung menolak keinginan Asiyah. Namun Aisyah tidak berhenti sampai di situ saja ketika keinginannya ditolak. Ia menjelaskan bahwa bayi tersebut bukanlah bayi dari Bani Israil. Karena kaum Bani Israil tinggal jauh dari sungai tersebut. Ia menyatakan, kalaupun bayi tersebut berasal dari tempat tinggal kaum Bani Israil, tentu saja bayi itu sudah mati karena ganasnya hewan-hewan yang tinggal di sungai tempat ia menemukan bayi itu.

Orang-orang di sekitar Firaun juga bereaksi, mereka tidak setuju jika Asiyah memelihara bayi tersebut. Ketika sudah disiapkan orang yang akan membunuh bayi tersebut, lagi-lagi Asiyah melindunginya dan berkata bahwa ia adalah bayi biasa. Sebagai bukti, Asiyah kemudian membakar perhiasannya agar menghasilkan bara panas yang bercahaya. Ia meyakinkan Firaun bahwa bayi pada umumnya senang pada sesuatu yang bercahaya dan pasti akan meraih perhiasan yang terbakar tersebut. Sambil ia berdoa, bayi itu memang meraih perhiasan yang bercahaya tersebut. Setelah Firaun melihat hal tersebut, ia meyakinkan bahwa bayi itu hanyalah bayi biasa. Ia pun kemudian segera mengobati bayi Musa.

Sepanjang Musa di istana, Asiyah-lah yang menjadi orang yang melindungi Musa. Asiyah memperhatikan kebiasaan Musa yang berbeda. Ia juga melihat Musa menyembah Tuhan yang membuatnya ingin menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhannya Musa. Hingga suatu hari, Asiyah kedapatan mengucapkan Bismillah. Tentu saja hal ini adalah kejahatan yang paling besar di mata Firaun. Firaun kemudian bertanya kepada Asiyah apakah ia akan kembali ke agamanya yang lama. Lalu Asiyah menjawab, “Tidak!”

Firaun mengancam bahwa jika Asiyah tidak kembali pada agamanya yang lama maka anak-anaknya yang akan menjadi korban. Selama ini Asiyah berusaha untuk memahami keinginan suaminya. Namun untuk hal yang satu ini, ia tetap pada kekukuhan hatinya. Firaun lalu berkata lagi bahwa ia tidak mendengar suara istrinya lagi, tapi suara seseorang yang sedang mengalami kegilaan. Asiyah berkata bahwa ia kini sudah paham untuk apa ia ada. Ia menyebutkan bahwa ia datang dari Allah, ia hidup untuk Allah, dan ia pun kelak akan mati untuk Allah.

Sejak itu segala fasilitas kemewahan untuk Asiyah dicabut. Tidak ada lagi makanan mewah, kasur yang empuk, juga tak ada lagi pelayan yang biasa melayaninya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Setelah itu ia pun mengalami kejadian yang benar-benar menguji keimanannya kepada Allah. Kaki dan tangannya dipasung. Tak hanya sampai disitu saja, kemudian Firaun meminta pengawal untuk mencari batu yang paling besar. Ketika mengalami peristiwa tersebut, Asiyah tidaklah menyerah, ia terus berdoa pada Allah. Satu-satunya wanita yang kakinya masih menjejak di bumi dan sudah ditampakkan surga yang disiapkan untuknya adalah Asiyah. Kala itu ia tersenyum dan Allah sudah mengambil ruh-nya sebelum ia merasakan sakit.  

Dari kisah Asiyah ini, kita bisa melihat bahwa ketika Asiyah merasa bingung, kesal, sakit, dan menderita, ia tidak diam saja. Ia terus berpikir, berusaha, dan berdoa. Terbukti dengan doa, Allah menolong ia keluar dari penderitaannya. Ia terus mempertahankan keimanannya hingga akhir hayatnya.

Baca Juga:
Promosi di Sosmed

Meningkatkan Visibilitas Aplikasi Trading Saham Melalui Promosi di Sosmed Bersama Rajakomen.com

Bisnis      

3 Jun 2025 | 404


Dalam era digital saat ini, promosi di sosmed aplikasi trading saham menjadi salah satu strategi paling efektif untuk menarik perhatian calon investor. Dengan semakin banyaknya orang yang ...

Mahasiswi Ma’soem University Raih Prestasi Internasional, Membawa Nama Kampus ke Kancah Global!

Mahasiswi Ma’soem University Raih Prestasi Internasional, Membawa Nama Kampus ke Kancah Global!

Pendidikan      

11 Maret 2025 | 365


Ma’soem University kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat internasional melalui prestasi gemilang yang diraih oleh salah satu mahasiswanya. Adalah seorang mahasiswi dari Program ...

Terimakasih Tuhan Atas Pagi Kemarin, Pagi Kini, Pagi Pagi Selanjutnya...

Terimakasih Tuhan Atas Pagi Kemarin, Pagi Kini, Pagi Pagi Selanjutnya...

Majalah Dinding      

27 Apr 2020 | 2475


Selamat tiba lagi pagi Terimakasih atas tantangan di hari kemarin Kini siap untuk menjalani hari kembali Tantangan kemarin menjadikan kuat di hari ini Pelajaran kemarin menjadi ...

Strategi SEO Meningkatkan Penjualan Produk Digital: Cara Mengukur Keberhasilannya

Strategi SEO Meningkatkan Penjualan Produk Digital: Cara Mengukur Keberhasilannya

Tips      

28 Apr 2025 | 392


Dalam era digital ini, penting untuk memanfaatkan strategi marketing yang efektif guna meningkatkan visibilitas dan penjualan produk digital. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam ...

Reputasi

Solusi Tepat Menjaga Citra Digital: Bandingkan Sebelum Menentukan Pilihan

Tips      

29 Apr 2025 | 371


Di era digital saat ini, citra online merupakan salah satu aset terpenting bagi individu maupun perusahaan. Merawat reputasi digital Anda menjadi sangat krusial, karena dampaknya dapat ...

Ketika Merasa Tidak Piawai...

Ketika Merasa Tidak Piawai...

Religi      

12 Jan 2020 | 1897


Ketika merasa tidak piawai dalam hidup, ketika merasa kepayahan dalam menghadapi hidup, coba cek! “Apakah sudah melibatkan Dia dalam rencana-rencanamu?” “Apakah ...