rajatraffic
Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

1 Jan 2020
306x
Ditulis oleh : IdeBlog

Hari ini aku mendengar kisah inspiratif yang membuatku berpikir. Tentang perjuangan dan kekukuhan seorang wanita yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis Riwayat Hakim dan Muslim:

“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah Saw., Khadijah Khuwailid, dan Asiyah.”

Kali ini kita akan membahas mengenai Asiyah binti Muzahim. Asiyah ini adalah istri dari Firaun. Ya, Firaun yang menganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena kuasanya. Dikisahkan pada suatu hari Asiyah menemukan seorang bayi yang sangat lucu. Ia sangat ingin memelihara bayi tersebut. Kemudian ia menyatakan keinginannya tersebut kepada suaminya, Firaun. Firaun yang kala itu justru mempunyai rencana akan memusnahkan seluruh bayi dari Bani Israil, tentu saja langsung menolak keinginan Asiyah. Namun Aisyah tidak berhenti sampai di situ saja ketika keinginannya ditolak. Ia menjelaskan bahwa bayi tersebut bukanlah bayi dari Bani Israil. Karena kaum Bani Israil tinggal jauh dari sungai tersebut. Ia menyatakan, kalaupun bayi tersebut berasal dari tempat tinggal kaum Bani Israil, tentu saja bayi itu sudah mati karena ganasnya hewan-hewan yang tinggal di sungai tempat ia menemukan bayi itu.

Orang-orang di sekitar Firaun juga bereaksi, mereka tidak setuju jika Asiyah memelihara bayi tersebut. Ketika sudah disiapkan orang yang akan membunuh bayi tersebut, lagi-lagi Asiyah melindunginya dan berkata bahwa ia adalah bayi biasa. Sebagai bukti, Asiyah kemudian membakar perhiasannya agar menghasilkan bara panas yang bercahaya. Ia meyakinkan Firaun bahwa bayi pada umumnya senang pada sesuatu yang bercahaya dan pasti akan meraih perhiasan yang terbakar tersebut. Sambil ia berdoa, bayi itu memang meraih perhiasan yang bercahaya tersebut. Setelah Firaun melihat hal tersebut, ia meyakinkan bahwa bayi itu hanyalah bayi biasa. Ia pun kemudian segera mengobati bayi Musa.

Sepanjang Musa di istana, Asiyah-lah yang menjadi orang yang melindungi Musa. Asiyah memperhatikan kebiasaan Musa yang berbeda. Ia juga melihat Musa menyembah Tuhan yang membuatnya ingin menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhannya Musa. Hingga suatu hari, Asiyah kedapatan mengucapkan Bismillah. Tentu saja hal ini adalah kejahatan yang paling besar di mata Firaun. Firaun kemudian bertanya kepada Asiyah apakah ia akan kembali ke agamanya yang lama. Lalu Asiyah menjawab, “Tidak!”

Firaun mengancam bahwa jika Asiyah tidak kembali pada agamanya yang lama maka anak-anaknya yang akan menjadi korban. Selama ini Asiyah berusaha untuk memahami keinginan suaminya. Namun untuk hal yang satu ini, ia tetap pada kekukuhan hatinya. Firaun lalu berkata lagi bahwa ia tidak mendengar suara istrinya lagi, tapi suara seseorang yang sedang mengalami kegilaan. Asiyah berkata bahwa ia kini sudah paham untuk apa ia ada. Ia menyebutkan bahwa ia datang dari Allah, ia hidup untuk Allah, dan ia pun kelak akan mati untuk Allah.

Sejak itu segala fasilitas kemewahan untuk Asiyah dicabut. Tidak ada lagi makanan mewah, kasur yang empuk, juga tak ada lagi pelayan yang biasa melayaninya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Setelah itu ia pun mengalami kejadian yang benar-benar menguji keimanannya kepada Allah. Kaki dan tangannya dipasung. Tak hanya sampai disitu saja, kemudian Firaun meminta pengawal untuk mencari batu yang paling besar. Ketika mengalami peristiwa tersebut, Asiyah tidaklah menyerah, ia terus berdoa pada Allah. Satu-satunya wanita yang kakinya masih menjejak di bumi dan sudah ditampakkan surga yang disiapkan untuknya adalah Asiyah. Kala itu ia tersenyum dan Allah sudah mengambil ruh-nya sebelum ia merasakan sakit.  

Dari kisah Asiyah ini, kita bisa melihat bahwa ketika Asiyah merasa bingung, kesal, sakit, dan menderita, ia tidak diam saja. Ia terus berpikir, berusaha, dan berdoa. Terbukti dengan doa, Allah menolong ia keluar dari penderitaannya. Ia terus mempertahankan keimanannya hingga akhir hayatnya.

Baca Juga:
Ingin Perjalananmu Ringan?

Ingin Perjalananmu Ringan?

Inspirasi      

9 Jan 2020 | 364


Pernahkah kamu bepergian dengan membawa tas ransel bermuatan berbagai benda di punggungmu? Bagaimanakah rasanya? Tampaknya bisa diprediksi bahwa itu akan terasa berat bukan? Coba ...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Inspirasi      

23 Des 2019 | 338


Beberapa waktu lalu aku mendengar percapakan yang kurang lebih isinya mengenai seseorang yang tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya di kantor. Ini sebenarnya adalah hal yang lumrah ...

Yuk, Kita Jadikan Bulan Ramadhan Ini Penuh Keberkahan Bersama Keluarga!

Yuk, Kita Jadikan Bulan Ramadhan Ini Penuh Keberkahan Bersama Keluarga!

Religi      

24 Apr 2020 | 213


Ramadhan yang berbeda. Ini adalah bulan Ramadhan berbeda yang dirasakan umat Muslim, khususnya di Indonesia. Ramadhan yang mengingatkan bahwa keluarga adalah ‘rumah’ bagi setiap ...

Proteksi Diri Secara Fisik (Ikhtiar) dan Psikis (Tawakal) di Era Pandemi Virus Korona

Proteksi Diri Secara Fisik (Ikhtiar) dan Psikis (Tawakal) di Era Pandemi Virus Korona

Religi      

27 Maret 2020 | 268


Proteksi diri dari virus korona, ini hal yang dilakukan oleh orang-orang paling tidak dalam dua minggu belakangan ini. Ketika semua orang seperti kelabakan berburu masker dan handsanitizer. ...

Website Sebagai Ladang Pundi Rupiah

Website Sebagai Ladang Pundi Rupiah

Tips      

12 Okt 2020 | 115


Bukan hal yang tidak mungkin dijaman milenial, jaman serba tekhnologi dan digital ini banyak orang yang tiba-tiba kaya walaupun kelihatannya dia jarang keluar rumah, atau tidak kerja dan ...

Review Film Imperfect (2019)

Review Film Imperfect (2019)

Hobi      

21 Des 2019 | 565


Imperfect adalah satu film Indonesia yang bisa ditonton di penghujung tahun 2019 ini. Film dengan tema sederhana, tapi disuguhkan dengan makna yang cukup dalam. Kalau secara umum sih film ...