RajaKomen
Media Komunikasi Kini dan Dulu

Media Komunikasi Kini dan Dulu

7 Jan 2020
2158x
Ditulis oleh : IdeBlog

Di era digital macam sekarang ini komunikasi tentu bukanlah sebuah hambatan bagi orang yang terpisah jarak satu sama lain bukan? Ada sungguh banyak cara bagaimana kita bisa berkomunikasi satu sama lain. Untuk urusan pekerjaan ketika terpisah kantor misalnya bisa menggunakan sambungan telepon, atau merasa itu masih kurang terpuaskan karena tidak ada visual yang tidak bisa tergambar, dengan mudahnya menggunakan layanan video call. Bayangkan kalau di zaman dahulu, jangankan telepon, untuk menggunakan sarana transportasi untuk menyelesaikan urusan di tempat yang berbeda saja masih  sulit, apalagi ditambah dengan layanan video call.

Komunikasi di zaman digital sudah sedemikian majunya bukan? Namun ada yang sepertinya sedikit unik untuk urusan kelancaran berkomunikasi di zaman ini. Di zaman milenial ini, ada semacam trend juga bahwa orang-orang cenderung menggunakan caption atau status di media sosial atau pun di aplikasi telepon selulernya. Nah, menggunakan komunikasi dengan jalur seperti ini lah yang justru dapat menimbulkan ketidakpahaman atau kesalahpahaman dari maksud si pembuat caption atau status. Ketidakpahaman atau kesalahpahaman ini lah yang terkadang menyebabkan konflik. Kalau kita lihat sebenarnya ada beragam tujuan orang dalam menulis caption atau status ini. Fenomena seperti ini justru membuat hal menjadi unik, ini adalah salah satu excess negative dari perkembangan dunia telekomunikasi digital. Di zaman yang maju dunia komunikasinya, justru semakin sering juga terjadi konflik di dunia maya. Di zaman dahulu mungkin ketidak ada kekurang ‘sreg’-an kita terhadap sesuatu, ia akan langsung berkata pada orang yang bersangkutan. Hingga akhirnya urusan ketidak’sreg’-an nya pun hilang. Maka tuntas deh akhirnya urusannya. Sedangkan orang di zaman sekarang, ketika terjadi ketidaknyamanan, terkadang yang menjadi pilihan utaman untuk menyatakannya adalah media sosial. Padahal justru media ini lah yang dapat memperkeruh suasana.

Dua zaman dengan dua tipe cara berkomunikasi.

Cara berkomunikasi yang manakah yang kamu pilih?

 

Berita Terkait
Baca Juga:
 SIMAK UI 2025: Panduan Lengkap Lolos Masuk Universitas Indonesia

SIMAK UI 2025: Panduan Lengkap Lolos Masuk Universitas Indonesia

Tips      

8 Apr 2025 | 1428


Salah satu universitas terkemuka di Indonesia adalah Universitas Indonesia (UI), yang selalu menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa baru (maba) yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. ...

Seorang Istri Harusnya Tau Ini Jika Mau Masuk Surga

Seorang Istri Harusnya Tau Ini Jika Mau Masuk Surga

Religi      

17 Sep 2020 | 1706


Wanita memang diciptakan untuk melengkapi pria, dan untuk seorang wanita yang sudah bersuami untuk mendapatkan surga caranya adalah dengan mentaati suaminya. Buat yang sudah menikah atau ...

Profil Nasyirul Falah Amru (PDI-P) Daerah Pemilihan Jawa Timur X

Menelusuri Jejak Politik Nasyirul Falah Amru di Jawa Timur X

Bisnis      

6 Jun 2025 | 313


Profil Nasyirul Falah Amru (PDI-P) Daerah Pemilihan Jawa Timur X adalah sebuah kisah yang menarik perhatian banyak kalangan, terutama di dalam dunia politik Indonesia. Pria ini dikenal ...

https://masoemuniversity.ac.id

Mau Tau Apa Kelebihan Ma'soem University di Mata Mahasiswa Bandung

Pendidikan      

23 Sep 2024 | 267


Banyak kampus yang menawarkan beragam fasilitas dan program studi menarik, tetapi Ma'soem University selalu menonjol di kalangan mahasiswa Bandung. Selain memberikan pendidikan ...

Rahasia Produk Viral Pakai Jasa Buzzer

Maksimalkan Promosi Produk dengan Bantuan Buzzer Berpengalaman

Bisnis      

15 Apr 2025 | 375


Dalam era digital saat ini, strategi pemasaran yang efektif sangat penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencapai hal ini adalah ...

Buzzer

Bagaimana Buzzer Pilkada dan Disinformasi Mempengaruhi Pemilih: Temukan Solusinya di Rajakomen.com

Tips      

17 Mei 2025 | 321


Dalam era digital saat ini, buzzer pilkada dan disinformasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika politik Indonesia. Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi cara orang memilih, ...