MU
Anies Baswedan: Isu Lingkungan Bukan Menyelamatkan Bumi, tapi Kehidupan Makhluk Hidup

Anies Baswedan: Isu Lingkungan Bukan Menyelamatkan Bumi, tapi Kehidupan Makhluk Hidup

27 Jan 2026
358x
Ditulis oleh : IdeBlog

Isu lingkungan sekarang ini kerap disederhanakan dengan slogan Save the Earth. Tapi, Anies Baswedan mengingatkan bahwa cara pandang tersebut perlu diluruskan. Menurut Anies Baswedan, bumi tidak sedang berada di ujung kehancuran, justru manusia dan seluruh makhluk hiduplah yang berada dalam posisi paling menghawatirkan.

Anies menegaskan bahwa bumi telah melewati berbagai fase ekstrem, baik panas maupun dingin, jauh sebelum manusia hadir. Karena itu, persoalan lingkungan sejatinya bukan tentang menyelamatkan bumi, melainkan bagaimana menjaga keberlangsungan kehidupan di atas planet ini.

“Sebagai Makhluk kita hanya meminjam bumi ini dari anak cucu. Maka kita akan mengembalikannya dalam kondisi yang lebih baik,” tegas Anies dalam video yang diunggah di akun pribadi.

Pandangan Anies Baswedan tentang bumi ini mendapat dukungan dari pengamat lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Khamim Zarkasih Putro. Ia menilai krisis ekologis saat ini sudah melampaui batas isu sektoral dan telah menjadi persoalan keberlangsungan hidup bersama.

“Kerusakan bumi sejatinya adalah cermin dari pola hidup manusia yang tidak adil terhadap lingkungan. Alam memiliki kemampuan pulih, tetapi manusia dan makhluk hidup lain justru yang paling rentan terdampak,” ujar Khamim saat dihubungi KBA News, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurutnya, jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh generasi sekarang, tetapi juga akan membebani generasi mendatang.

Tantangan Kerusakan Lingkungan Kian Kompleks

Khamim menjelaskan, ada sejumlah tantangan besar yang mempercepat laju kerusakan lingkungan global.

Pertama, polusi akibat limbah industri dan domestik yang tidak terkelola dengan baik menjadi ancaman serius. Selain mencemari lingkungan, polusi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kronis.

Kedua, pembukaan hutan untuk pertanian, pertambangan, dan urbanisasi menyebabkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Hutan yang seharusnya menyerap karbon justru berubah menjadi sumber emisi gas rumah kaca.

Ketiga, emisi gas rumah kaca memicu kenaikan suhu global, cuaca ekstrem, serta meningkatnya bencana hidrometeorologi. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya biodiversitas akibat rusaknya habitat alami dan pencemaran lingkungan.

Solusi Lingkungan Harus Dimulai Sekarang

Menghadapi krisis tersebut, Khamim menilai solusi lingkungan harus dilakukan secara simultan, mulai dari kebijakan negara hingga aksi nyata masyarakat. Beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat antara lain:

  • Pengurangan polusi melalui teknologi ramah lingkungan dan pengendalian limbah
  • Reboisasi dan restorasi hutan untuk memulihkan ekosistem
  • Transisi ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin
  • Pengelolaan limbah berkelanjutan, termasuk pengurangan plastik sekali pakai

Pendidikan lingkungan sejak dini untuk membangun kesadaran ekologis

“Tanpa pendidikan lingkungan yang kuat, kebijakan sehebat apa pun akan sulit berjalan efektif,” tegasnya.

Aksi Individu Jadi Kunci Perubahan

Selain kebijakan, peran individu dinilai sangat menentukan. Khamim menekankan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Langkah sederhana seperti menghemat air dan listrik, menggunakan transportasi publik atau bersepeda, mengurangi konsumsi daging, serta memilih produk ramah lingkungan dapat berkontribusi menekan emisi gas rumah kaca. “Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” pungkas Khamim.

Berita Terkait
Baca Juga:
Halaman Pertama Google

Impian Masuk Halaman Pertama Google Jadi Nyata dengan Jasa Backlink

Bisnis      

9 Mei 2025 | 474


Muncul di halaman pertama Google adalah impian setiap pemilik website atau blogger. Dengan posisi ini, peluang mendapatkan pengunjung meningkat drastis, yang pada gilirannya dapat ...

Tryout CPNS: Persiapan Optimal Menghadapi Jadwal CPNS 2026

Tryout CPNS: Persiapan Optimal Menghadapi Jadwal CPNS 2026

Pendidikan      

15 Mei 2025 | 411


Dalam perjalanan menuju sukses sebagai pegawai negeri sipil, persiapan adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Salah satu cara efektif untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi ...

Backlink Berkualitas vs. Spam: Apa Bedanya dan Mengapa Anda Harus Pilih RajaBacklink.com?

Backlink Berkualitas vs. Spam: Apa Bedanya dan Mengapa Anda Harus Pilih RajaBacklink.com?

Bisnis      

26 Maret 2025 | 299


Dalam dunia SEO, keberadaan backlink sangat penting untuk meningkatkan peringkat situs web di mesin pencari. Namun, tidak semua backlink diciptakan sama. Ada dua kategori utama yang perlu ...

Panduan Memilih Varian Warna BMW Terbaru 2026

Panduan Memilih Varian Warna BMW Terbaru 2026

Tips      

25 Jun 2026 | 35


Dalam dunia otomotif premium, pemilihan warna kendaraan bukan sekadar soal selera estetika belaka, melainkan cerminan dari karakter dan citra diri pemiliknya. BMW Terbaru 2026 menawarkan ...

Passing Grade SNBP UI: Informasi tentang Kuota dan Daya Tampung

Passing Grade SNBP UI: Informasi tentang Kuota dan Daya Tampung

Pendidikan      

13 Apr 2025 | 489


Setiap tahun, seleksi masuk perguruan tinggi menjadi fokus utama bagi para siswa yang baru lulus dari sekolah menengah atas. Salah satu jalur seleksi yang banyak diminati adalah SNBP ...

Profil Furtasan Ali Yusuf

Menggali Jejak Politik: Profil Furtasan Ali Yusuf (Nasdem) Daerah Pemilihan Banten II

Tips      

6 Jun 2025 | 326


Profil Furtasan Ali Yusuf (Nasdem) Daerah Pemilihan Banten II menjadi salah satu topik yang menarik banyak kalangan saat ini. Furtasan, seorang sosok yang karismatik dan memiliki sejumlah ...