rajabacklink
Anies Baswedan: Isu Lingkungan Bukan Menyelamatkan Bumi, tapi Kehidupan Makhluk Hidup

Anies Baswedan: Isu Lingkungan Bukan Menyelamatkan Bumi, tapi Kehidupan Makhluk Hidup

27 Jan 2026
288x
Ditulis oleh : IdeBlog

Isu lingkungan sekarang ini kerap disederhanakan dengan slogan Save the Earth. Tapi, Anies Baswedan mengingatkan bahwa cara pandang tersebut perlu diluruskan. Menurut Anies Baswedan, bumi tidak sedang berada di ujung kehancuran, justru manusia dan seluruh makhluk hiduplah yang berada dalam posisi paling menghawatirkan.

Anies menegaskan bahwa bumi telah melewati berbagai fase ekstrem, baik panas maupun dingin, jauh sebelum manusia hadir. Karena itu, persoalan lingkungan sejatinya bukan tentang menyelamatkan bumi, melainkan bagaimana menjaga keberlangsungan kehidupan di atas planet ini.

“Sebagai Makhluk kita hanya meminjam bumi ini dari anak cucu. Maka kita akan mengembalikannya dalam kondisi yang lebih baik,” tegas Anies dalam video yang diunggah di akun pribadi.

Pandangan Anies Baswedan tentang bumi ini mendapat dukungan dari pengamat lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Khamim Zarkasih Putro. Ia menilai krisis ekologis saat ini sudah melampaui batas isu sektoral dan telah menjadi persoalan keberlangsungan hidup bersama.

“Kerusakan bumi sejatinya adalah cermin dari pola hidup manusia yang tidak adil terhadap lingkungan. Alam memiliki kemampuan pulih, tetapi manusia dan makhluk hidup lain justru yang paling rentan terdampak,” ujar Khamim saat dihubungi KBA News, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurutnya, jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh generasi sekarang, tetapi juga akan membebani generasi mendatang.

Tantangan Kerusakan Lingkungan Kian Kompleks

Khamim menjelaskan, ada sejumlah tantangan besar yang mempercepat laju kerusakan lingkungan global.

Pertama, polusi akibat limbah industri dan domestik yang tidak terkelola dengan baik menjadi ancaman serius. Selain mencemari lingkungan, polusi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kronis.

Kedua, pembukaan hutan untuk pertanian, pertambangan, dan urbanisasi menyebabkan hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Hutan yang seharusnya menyerap karbon justru berubah menjadi sumber emisi gas rumah kaca.

Ketiga, emisi gas rumah kaca memicu kenaikan suhu global, cuaca ekstrem, serta meningkatnya bencana hidrometeorologi. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya biodiversitas akibat rusaknya habitat alami dan pencemaran lingkungan.

Solusi Lingkungan Harus Dimulai Sekarang

Menghadapi krisis tersebut, Khamim menilai solusi lingkungan harus dilakukan secara simultan, mulai dari kebijakan negara hingga aksi nyata masyarakat. Beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat antara lain:

  • Pengurangan polusi melalui teknologi ramah lingkungan dan pengendalian limbah
  • Reboisasi dan restorasi hutan untuk memulihkan ekosistem
  • Transisi ke energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin
  • Pengelolaan limbah berkelanjutan, termasuk pengurangan plastik sekali pakai

Pendidikan lingkungan sejak dini untuk membangun kesadaran ekologis

“Tanpa pendidikan lingkungan yang kuat, kebijakan sehebat apa pun akan sulit berjalan efektif,” tegasnya.

Aksi Individu Jadi Kunci Perubahan

Selain kebijakan, peran individu dinilai sangat menentukan. Khamim menekankan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Langkah sederhana seperti menghemat air dan listrik, menggunakan transportasi publik atau bersepeda, mengurangi konsumsi daging, serta memilih produk ramah lingkungan dapat berkontribusi menekan emisi gas rumah kaca. “Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” pungkas Khamim.

Berita Terkait
Baca Juga:
Tata Kelola Persepsi Massa: Strategi Komunikasi Terpadu untuk Menangkan Opini Publik di Era Keterbukaan Informasi

Tata Kelola Persepsi Massa: Strategi Komunikasi Terpadu untuk Menangkan Opini Publik di Era Keterbukaan Informasi

Tips      

26 Jan 2026 | 102


Perubahan lanskap komunikasi akibat kemajuan teknologi telah menggeser cara masyarakat membentuk pandangan terhadap suatu isu. Opini publik kini bergerak cepat, cair, dan sangat dipengaruhi ...

pesantren modern di bandung

Sekolah Gratis Bukan Mimpi: Rusol dan Sekolah Rakyat Buka Peluang Baru

Pendidikan      

15 Jul 2025 | 256


Pendidikan yang layak dan berkualitas seharusnya menjadi hak setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak anak-anak dari keluarga miskin ...

Media Sosial

Meningkatkan Popularitas di TikTok: Bagaimana Teknik Storytelling dari Rajakomen.com Dapat Membantu Anda

Tips      

18 Mei 2025 | 488


Dalam era digital saat ini, platform media sosial seperti TikTok telah menjadi bagian integral dari kehidupan banyak orang. Terutama di kalangan generasi muda, TikTok menjadi ajang untuk ...

promosi rekrut member MLM

Maksimalkan Jangkauan Bisnis Anda dengan Jasa Sosmed Management dari RajaBacklink.com

Bisnis      

10 Jun 2025 | 316


Di era digital saat ini, promosi website rekrut member MLM menjadi salah satu aspek penting dalam mengembangkan jaringan bisnis Anda. Setiap bisnis, termasuk MLM, memerlukan strategi ...

4 Hal yang Terjadi pada Tubuh Ketika Makan Kebanyakan Daging

4 Hal yang Terjadi pada Tubuh Ketika Makan Kebanyakan Daging

Kesehatan      

21 Jul 2021 | 2511


Rendang sapi, gulai kambing, tongseng, sate dan berbagai menu lainnya biasanya disantap bersama dengan keluarga saat Idul Adha. Karena kegembiraan dan kemeriahannya, tak jarang kita sulit ...

Bank Soal SMP untuk Kelas 7, 8, dan 9 Gratis sebagai Sarana Pemerataan Akses Evaluasi Pendidikan

Bank Soal SMP untuk Kelas 7, 8, dan 9 Gratis sebagai Sarana Pemerataan Akses Evaluasi Pendidikan

Pendidikan      

29 Jan 2026 | 110


Pemerataan akses pendidikan merupakan salah satu tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional. Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama, kebutuhan akan sarana evaluasi pembelajaran yang ...