rajabacklink
Rasa Cinta, Takut dan Berharap Kepada Allah

Rasa Cinta, Takut dan Berharap Kepada Allah

18 Des 2023
636x
Ditulis oleh : IdeBlog

Kewajiban Menggabungkan Al-Mahabbah, Al-Khauf dan Ar-Raja’

Termasuk di antara pokok akidah Islam yang paling agung adalah al-khauf (rasa takut) dan ar-raja’ (rasa penuh harap). Seorang mukmin, dia takut (khauf) terhadap ancaman, azab dan hukuman dari Allah ta’ala. Namun di sisi lain, dia juga mengharapkan (raja’) kemurahan rahmat, kasih sayang dan ampunan Allah ta’ala. Dua hal ini haruslah digabungkan secara seimbang dan tidak boleh hanya menonjolkan salah satunya. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala ketika menceritakan para nabi-Nya,

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 90)

Yang dimaksud dengan Ø±ØºØ¨Ø§ adalah rasa penuh harap (ar-raja’).

Sedangkan yang dimaksud dengan Ø±Ù‡Ø¨Ø§ adalah rasa takut (al-khauf).

Allah ta’ala juga berfirman,

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapakah di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al-Isra’ [17]: 57)

Kedua hal ini (al-khauf dan ar-raja’) haruslah disertai dengan rasa cinta kepada Allah ta’ala (al-mahabbah). Oleh karena itu, seorang mukmin harus menggabungkan tiga hal ini: mencintai Allah ta’ala, takut terhadap azab dan siksaan Allah ta’ala dan mengharapkan kasih sayang, rahmat, pahala dan ampunan Allah ta’ala.

Pemahaman dan Akidah yang Menyimpang

Seseorang tidak boleh beribadah kepada Allah ta’ala hanya semata-mata karena rasa cinta, karena ini adalah ibadah kaum sufi. Mereka tidak beribadah kepada Allah ta’ala karena rasa takut dan berharap pahala. Mereka berkata, “Aku tidaklah beribadah kepada Allah ta’ala karena mengharapkan surga, bukan pula karena takut neraka. Akan tetapi, aku beribadah karena semata-mata mencintai Allah.”

Ini adalah keyakinan yang tidak benar.

Bagaimana mungkin sikap semacam ini kita benarkan, sedangkan manusia yang paling bertakwa kepada Allah ta’ala, yaitu Rasulullah shallallahualaihiwasallam berdoa,

“Ya Allah Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari no. 4522)

Adapun orang-orang yang beribadah kepada Allah ta’ala hanya karena rasa takut, mereka adalah orang-orang khawarij. Orang-orang khawarij hanya menonjolkan sisi al-khauf saja. Oleh karena itu, mereka memvonis kafir orang-orang yang berbuat dosa atau maksiat, meskipun perbuatan tersebut tidak termasuk dalam perbuatan kekafiran atau kemusyrikan (syirik akbar). Padahal, orang-orang yang berbuat dosa dan belum bertaubat sebelum meninggal dunia, ada kemungkinan diampuni oleh Allah ta’ala, selama dosa tersebut masih berada di bawah level kekafiran.

Adapun orang-orang yang beribadah kepada Allah ta’ala hanya karena rasa harap (ar-raja’) saja, mereka adalah kaum murji’ah. Mereka meremehkan dan menghilangkan rasa takut kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, orang-orang murji’ah menganggap sama saja antara orang-orang mukmin dengan pelaku dosa besar. Bagi mereka, dosa besar tidaklah membahayakan atau mengurangi keimanan mereka, karena hanya menonjolkan rasa harap akan ampunan dari Allah ta’ala dan tidak memiliki rasa takut terhadap siksa dan ancaman-Nya.

Ibadah Ahli Tauhid

Adapun ahli tauhid yang berpegang teguh dengan akidah ahlus sunnah, mereka menggabungkan ketiga hal ini: al-mahabbah, al-khauf dan ar-raja’.

Namun, rasa takut (al-khauf) tidak boleh menyebabkan seseorang berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah ta’ala. Selama dia bertaubat dengan benar dari dosa-dosanya, maka dia yakin bahwa Allah ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya.

Hal ini karena berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah ta’ala termasuk dalam perbuatan kekafiran. Allah ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87)

Ibrahim ‘alaihissalam berkata,

“Tidak ada yang orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr [15]: 56)

Demikian pula, seseorang yang berharap kepada Allah ta’ala, tidak boleh disertai dengan merasa aman dari makar Allah ta’ala dan menghilangkan rasa takut. Allah ta’ala berfirman,

“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf [7]: 99)

Oleh karena itu, para ulama berkata, ”Merupakan kewajiban bagi seorang hamba untuk berada di antara al-khauf dan ar-raja’. Mereka menyeimbangkan keduanya, bagaikan sayap seekor burung. Sayap seekor burung itu seimbang (antara kanan dan kiri, pen.), jika hilang salah satunya, dia akan jatuh. Demikian pula keadaan orang-orang yang beriman yang berada di antara al-khauf dan ar-raja’, sebagaimana sepasang sayap seekor burung.” Wallahu a’lam.

 

Baca Juga:
Nasihat Mbah Maimoen Dalam Mencari Istri, Simak Paparannya

Nasihat Mbah Maimoen Dalam Mencari Istri, Simak Paparannya

Tips      

21 Agu 2021 | 2171


Mbah Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Kyai karismatik asal Sarang, Jawa Tengah berkata jangan cari istri yang pinter urusan dunia. Mbah Moen katakan perilah memikirkan dunia itu adalah ...

Cara Riset Kata Kunci Google Menggunakan Ahrefs, SEMrush, dan Ubersuggest

Cara Riset Kata Kunci Google Menggunakan Ahrefs, SEMrush, dan Ubersuggest

Tips      

23 Maret 2025 | 223


Riset kata kunci adalah langkah penting dalam strategi SEO yang efektif. Dengan memahami apa yang dicari oleh audiens Anda, Anda bisa mengoptimalkan konten untuk lebih sesuai dengan ...

TikTok

Bukan Cuma untuk Hiburan, TikTok Bisa Jadi Ladang Cuan Bisnis Kamu

Bisnis      

15 Apr 2025 | 461


Di era digital yang serba cepat ini, TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia, terutama di kalangan generasi muda. Namun, platform ini tidak hanya ...

Café Kaldi: Menyajikan Keunikan Kopi Venezuela yang Tiada Tara

Café Kaldi: Menyajikan Keunikan Kopi Venezuela yang Tiada Tara

Kuliner      

8 Okt 2024 | 540


Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan, Café Kaldi hadir sebagai oasis bagi para pecinta kopi. Terletak strategis di jantung kota, café ini tidak hanya menawarkan tempat ...

jasa buzzer

Faktor Penting Agar Konten Mendapat Efek Viral di Media Sosial

Tips      

18 Nov 2025 | 276


Di era digital yang semakin kompetitif, membuat konten saja tidak cukup. Sebuah postingan butuh interaksi, komentar, like, dan aktivitas nyata agar bisa dilihat lebih banyak orang. Inilah ...

Komika Stand Up Comedy Indonesia Yang Populer

Komika Stand Up Comedy Indonesia Yang Populer

Inspirasi      

22 Mei 2020 | 2737


Stand up comedy Indonesia memiliki penggemar yang banyak dan telah menjadi ajang perlombaan hampir setiap tahunnya. Dari tahun ke tahun, bermunculan komika stand up comedy Indonesia dengan ...