RajaKomen
Rasa Cinta, Takut dan Berharap Kepada Allah

Rasa Cinta, Takut dan Berharap Kepada Allah

18 Des 2023
671x
Ditulis oleh : IdeBlog

Kewajiban Menggabungkan Al-Mahabbah, Al-Khauf dan Ar-Raja’

Termasuk di antara pokok akidah Islam yang paling agung adalah al-khauf (rasa takut) dan ar-raja’ (rasa penuh harap). Seorang mukmin, dia takut (khauf) terhadap ancaman, azab dan hukuman dari Allah ta’ala. Namun di sisi lain, dia juga mengharapkan (raja’) kemurahan rahmat, kasih sayang dan ampunan Allah ta’ala. Dua hal ini haruslah digabungkan secara seimbang dan tidak boleh hanya menonjolkan salah satunya. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala ketika menceritakan para nabi-Nya,

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 90)

Yang dimaksud dengan Ø±ØºØ¨Ø§ adalah rasa penuh harap (ar-raja’).

Sedangkan yang dimaksud dengan Ø±Ù‡Ø¨Ø§ adalah rasa takut (al-khauf).

Allah ta’ala juga berfirman,

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapakah di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al-Isra’ [17]: 57)

Kedua hal ini (al-khauf dan ar-raja’) haruslah disertai dengan rasa cinta kepada Allah ta’ala (al-mahabbah). Oleh karena itu, seorang mukmin harus menggabungkan tiga hal ini: mencintai Allah ta’ala, takut terhadap azab dan siksaan Allah ta’ala dan mengharapkan kasih sayang, rahmat, pahala dan ampunan Allah ta’ala.

Pemahaman dan Akidah yang Menyimpang

Seseorang tidak boleh beribadah kepada Allah ta’ala hanya semata-mata karena rasa cinta, karena ini adalah ibadah kaum sufi. Mereka tidak beribadah kepada Allah ta’ala karena rasa takut dan berharap pahala. Mereka berkata, “Aku tidaklah beribadah kepada Allah ta’ala karena mengharapkan surga, bukan pula karena takut neraka. Akan tetapi, aku beribadah karena semata-mata mencintai Allah.”

Ini adalah keyakinan yang tidak benar.

Bagaimana mungkin sikap semacam ini kita benarkan, sedangkan manusia yang paling bertakwa kepada Allah ta’ala, yaitu Rasulullah shallallahualaihiwasallam berdoa,

“Ya Allah Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari no. 4522)

Adapun orang-orang yang beribadah kepada Allah ta’ala hanya karena rasa takut, mereka adalah orang-orang khawarij. Orang-orang khawarij hanya menonjolkan sisi al-khauf saja. Oleh karena itu, mereka memvonis kafir orang-orang yang berbuat dosa atau maksiat, meskipun perbuatan tersebut tidak termasuk dalam perbuatan kekafiran atau kemusyrikan (syirik akbar). Padahal, orang-orang yang berbuat dosa dan belum bertaubat sebelum meninggal dunia, ada kemungkinan diampuni oleh Allah ta’ala, selama dosa tersebut masih berada di bawah level kekafiran.

Adapun orang-orang yang beribadah kepada Allah ta’ala hanya karena rasa harap (ar-raja’) saja, mereka adalah kaum murji’ah. Mereka meremehkan dan menghilangkan rasa takut kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, orang-orang murji’ah menganggap sama saja antara orang-orang mukmin dengan pelaku dosa besar. Bagi mereka, dosa besar tidaklah membahayakan atau mengurangi keimanan mereka, karena hanya menonjolkan rasa harap akan ampunan dari Allah ta’ala dan tidak memiliki rasa takut terhadap siksa dan ancaman-Nya.

Ibadah Ahli Tauhid

Adapun ahli tauhid yang berpegang teguh dengan akidah ahlus sunnah, mereka menggabungkan ketiga hal ini: al-mahabbah, al-khauf dan ar-raja’.

Namun, rasa takut (al-khauf) tidak boleh menyebabkan seseorang berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah ta’ala. Selama dia bertaubat dengan benar dari dosa-dosanya, maka dia yakin bahwa Allah ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya.

Hal ini karena berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah ta’ala termasuk dalam perbuatan kekafiran. Allah ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87)

Ibrahim ‘alaihissalam berkata,

“Tidak ada yang orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Hijr [15]: 56)

Demikian pula, seseorang yang berharap kepada Allah ta’ala, tidak boleh disertai dengan merasa aman dari makar Allah ta’ala dan menghilangkan rasa takut. Allah ta’ala berfirman,

“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf [7]: 99)

Oleh karena itu, para ulama berkata, ”Merupakan kewajiban bagi seorang hamba untuk berada di antara al-khauf dan ar-raja’. Mereka menyeimbangkan keduanya, bagaikan sayap seekor burung. Sayap seekor burung itu seimbang (antara kanan dan kiri, pen.), jika hilang salah satunya, dia akan jatuh. Demikian pula keadaan orang-orang yang beriman yang berada di antara al-khauf dan ar-raja’, sebagaimana sepasang sayap seekor burung.” Wallahu a’lam.

 

Baca Juga:
Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ma’soem Bandung: Kuliah Praktis, Biaya Ringan, dan Langsung Terhubung Dunia Kerja

Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ma’soem Bandung: Kuliah Praktis, Biaya Ringan, dan Langsung Terhubung Dunia Kerja

Pendidikan      

15 Jan 2026 | 89


Kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan di berbagai bidang. Dunia pendidikan, industri, perbankan, hingga sektor pelayanan semakin menuntut ...

Teknik Storytelling Humanis untuk Iklan TikTok Produk SaaS dan Aplikasi Keyword: teknik storytelling humanis untuk iklan tiktok produk saas dan aplikasi

Teknik Storytelling Humanis untuk Iklan TikTok Produk SaaS dan Aplikasi Keyword: teknik storytelling humanis untuk iklan tiktok produk saas dan aplikasi

Tips      

5 Feb 2026 | 159


Memanusiakan Produk Perangkat Lunak Secara ilmiah, Software as a Service (SaaS) dan aplikasi seluler seringkali dipandang sebagai produk yang kaku, teknis, dan dingin. Teknik ...

website aset kripto

Meningkatkan Visibilitas Bisnis Aset Kripto Melalui Teknologi Digital dan Jasa SEO

Bisnis      

5 Jun 2025 | 394


Di era digital saat ini, bisnis aset kripto semakin berkembang pesat, dan persaingannya pun semakin ketat. Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, promosi website aset kripto terpercaya ...

Sentimen

Kekuatan Data dan AI: Memahami Publik Lewat Analisis Sentimen Otomatis

Bisnis      

25 Apr 2025 | 307


Dalam era digital saat ini, data telah menjadi salah satu aset paling berharga bagi perusahaan dan organisasi. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan Artificial Intelligence ...

Penjualan Tidak Meningkat Meski Promosi Online Sudah Maksimal? Saatnya Memanfaatkan Jasa Online Marketing

Penjualan Tidak Meningkat Meski Promosi Online Sudah Maksimal? Saatnya Memanfaatkan Jasa Online Marketing

Tips      

29 Des 2025 | 172


Di era digital saat ini, hampir semua bisnis berusaha memanfaatkan internet untuk memasarkan produk atau layanan mereka. Media sosial selalu diperbarui, iklan online dijalankan, dan ...

Peningkatan Penjualan Bisnis dengan Memanfaatkan Tren Viral di Media Sosial

Peningkatan Penjualan Bisnis dengan Memanfaatkan Tren Viral di Media Sosial

Tips      

27 Apr 2025 | 725


Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi alat yang sangat efektif bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan penjualan. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, ...