
Keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengenakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen hanya untuk barang mewah, disambut positif berbagai pihak. Khususnya para pelaku usaha. Termasuk pelaku usaha yang telah bersertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang tersebar di berbagai sektor usaha.
"Tentu saja para pelaku usaha menyambut baik keputusan pemerintah untuk membatasi penerapan tarif PPN 12 persen hanya pada barang dan jasa yang dikategorikan sangat mewah," kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.
Dia mengatakan pelaku usaha yang bersertifikat halal tentu juga sangat senang dan bergembira terhadap keputusan itu. Karena mereka tidak terdampak, tapi ikut mendapatkan insentif akibat kebijakan tersebut.
Menurut dia, dengan adanya pengumuman oleh Prabowo tentang kebijakan PPN 12 persen hanya untuk barang mewah, para pelaku usaha bersertifikat halal menjadi lebih semangat. Selain itu juga lebih optimis dalam menjalankan usahanya. Sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga yang pada ujungnya mempengaruhi stabilitas ekonomi bangsa.
Hal ini diperkuat juga kebijakan pemerintah untuk memberikan beberapa insentif yaitu paket stimulus yang dimaksud yang bernilai Rp 38,6 triliun. Bantuan beras untuk 16 juta penerima bantuan pangan sebanyak 10 kilogram per bulan. Kemudian diskon listrik 50 persen untuk pelanggan dengan daya maksimal 2.200 volt, pembiayaan industri padat karya, Insentif PPh pasal 21 bagi pekerja dengan gaji sampai dengan Rp 10 juta per bulan, dan Bebas PPh untuk UMKM yang beromzet kurang dari Rp 500 juta per tahun.
Diketahui, jumlah para pelaku usaha yang bergerak di sektor usaha mikro dan usaha kecil yang telah mendapatkan sertifikat halal tidaklah sedikit di Indonesia. Tercatat ada 45 ribu lebih pelaku usaha kecil, Untuk pelaku usaha mikro lebih besar lagi dengan angka 1.515.964 yang sudah bersertifikat halal dari BPJPH.
"Tentu saja kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat dan kondisi perekonomian nasional," kata pria yang akrab disapa Babe Haikal itu. Terutama di tengah daya beli masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan setelah pandemi Covid-19. Serta kondisi dunia usaha yang memang sedang penuh tantangan dan pelaku usaha semakin bersemangat lagi dengan keputusan itu. Sebelumnya diberitakan, Prabowo menyebutkan sejumlah paket stimulus untuk mengatasi dampak kenaikan PPN 12 persen itu.
Latihan Soal UNBK Berbasis Komputer: Simulasi Nyata Sebelum Ujian di Tryout.Id!
1 Maret 2025 | 879
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan langkah maju dalam sistem pendidikan Indonesia, di mana ujian ini dilaksanakan secara digital. Proses ini menawarkan banyak keunggulan, ...
Menelusuri Jejak Politik Nasyirul Falah Amru di Jawa Timur X
6 Jun 2025 | 321
Profil Nasyirul Falah Amru (PDI-P) Daerah Pemilihan Jawa Timur X adalah sebuah kisah yang menarik perhatian banyak kalangan, terutama di dalam dunia politik Indonesia. Pria ini dikenal ...
Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Investasi yang Paling Mudah Dijangkau Oleh Pemula
3 Jul 2022 | 1498
Bagi anda yang belum sama sekali berinvestasi, jangan takut dan jangan sampai mengurungkan niat hanya karena tidak mengetahui caranya berinvestasi. Salah satu investasi yang bisa dilakukan ...
15 Mei 2025 | 355
Strategi viral di media sosial merupakan hal yang sangat penting bagi setiap bisnis yang ingin menjangkau lebih banyak audiens dan meningkatkan brand awareness. Di era digital saat ini, ...
Maksimalkan Jangkauan Bisnis Anda dengan Jasa Sosmed Management dari RajaBacklink.com
10 Jun 2025 | 305
Di era digital saat ini, promosi website rekrut member MLM menjadi salah satu aspek penting dalam mengembangkan jaringan bisnis Anda. Setiap bisnis, termasuk MLM, memerlukan strategi ...
Anies Baswedan Capres 2024 Pilihan Masyarakat Indonesia
26 Mei 2022 | 1069
Sebagai Gubernur DKI Anies Baswedan memang sedang menjadi sorotan publik, bukan hanya lawan politiknya yang terus saja berusaha menjatuhkan kredibilitas beliau. Sebagian besar masyarakat ...