
“Push to the limit!” Sungguh sering terdengar ungkapan ini. Baik dalam belajar, bekerja, dan dalam melakukan berbagai hal.
Sebenarnya apakah memang perlu kita melakukan hal tersebut?
Apakah perlu memaksa diri dalam melakukan sesuatu?
Terbayang akan ada jawaban ‘iya’ atau ‘tidak’. Tapi yakinlah apapun alasannya itu, jawaban tersebut pasti beralasan.
Kita coba lihat yuk, sejauh mana kita perlu “Push to the limit!” !
Alasan yang pertama meng-iyakan perlu kita“memaksa diri” adalah tergantung untuk hal apa. Terbayang hal yang perlu dipaksakan adalah hal yang berhubungan dengan kebaikan. Misal: mencari nafkah, menjaga kesehatan, memeliharan hubungan baik dengan keluarga, dll.
Alasan selanjutnya mungkin tidak jauh dari alasan yang pertama, bahkan masih mencakup juga alasan pertama. Kita perlu “memaksa diri” jika hal tersebut membawa manfaat untuk diri dan juga orang lain. Misal: mendirikan mesjid, menjadi relawan pengajar membaca dan menulis, dll.
Agar seimbang, selanjutnya kita lihat juga alasan apa yang justru membuat kita tidak perlu “memaksa diri”
Lebih baik, pertimbangkan kembali apakah kau perlu “memaksa diri” melakukan sesuatu jika ternyata hal tersebut justru mempengaruhi kesehatanmu. Sayangi diri, pedulilah pada kesehatan tubuhmu.
Lakukan juga hal yang sama (baca: pertimbangkan kembali apakah kau perlu “memaksa diri” jika ternyata hal tersebut mempengaruhi hubunganmu dengan anggota keluargamu. Jika kamu terlalu sibuk “memaksa diri” sampai hubunganmu dengan keluarga terganggu. Lebih baik pertimbangkan kembali ya. Jangan sampai karena sesuatu hal tersebut hubunganmu dengan kelaurga menjadi tidak baik.
Lakukan juga hal yang serupa, jika dalam perjalanan kau “memaksa diri” kau merasa tidak bahagia. Jika kau merasa tidak bahagia, berarti masih terdapat ketidakcocokan antara yang kau lakukan dengan isi hatimu.
Nah, bagaimana...perlukah “Push to the limit”?
Peran Tes Psikologi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia
7 Jan 2025 | 913
Tes psikologi adalah alat yang digunakan oleh profesional untuk mengukur berbagai aspek kepribadian, kecerdasan, perilaku, dan kemampuan seseorang. Tes ini dirancang untuk memberikan ...
Passing Grade SNBP ITB: Tips Meningkatkan Nilai Rapor untuk Jurusan Impian
24 Apr 2025 | 372
Mendaftar ke Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Sistem Nasional Penelusuran Minat dan Prestasi (SNBP) menjadi impian banyak siswa di Indonesia. Salah satu aspek penting yang perlu ...
Pendekatan Efektif untuk Meningkatkan Rating Aplikasi Playstore di Tengah Persaingan Digital
21 Des 2025 | 42
Perkembangan ekosistem aplikasi mobile membuat Playstore dipenuhi oleh jutaan aplikasi dari berbagai kategori. Dalam kondisi seperti ini, pengguna dituntut untuk memilih aplikasi terbaik ...
Analisis Sutiyoso: Prabowo Emosian, Berbeda dengan Stabilitas Anies Baswedan
9 Feb 2024 | 790
Masih ingatkah bagaimana Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, telah mempublikasikan analisis terbaru melalui akun media sosial X? Fokus dari telaah ini adalah pada percakapan yang terjadi di ...
Studi Kasus: Bagaimana Brand-Brand Terkenal Sukses dengan Viral Marketing?
25 Maret 2025 | 235
Viral marketing adalah sebuah strategi marketing yang memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menyebarkan pesan dengan cepat dan luas. Konsep ini banyak diadopsi oleh berbagai ...
Inilah Syarat Keberangkatan Haji dan Umroh Jamaah Indonesia di 2022
6 Jan 2022 | 1349
Kementerian Agama (Kemenag) berencana mengambil kebijakan memberangkatkan jamaah haji dan Umroh pada Januari 2022 ini. Hal tersebut telah disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Yandri ...