hijab
Ingin Perjalananmu Ringan?

Ingin Perjalananmu Ringan?

9 Jan 2020
278x
Ditulis oleh : IdeBlog

Pernahkah kamu bepergian dengan membawa tas ransel bermuatan berbagai benda di punggungmu? Bagaimanakah rasanya? Tampaknya bisa diprediksi bahwa itu akan terasa berat bukan?

Coba bayangkan kembali apa yang terjadi  jika engkau dan tas ransel tersebut berjalan ke berbagai tempat dengan berbagai medan. Anggap saja kau pergi ke tempat berbukit, tempat yang penuh dengan halang rintang, atau tempat yang mungkin berlubang. Bagaimanakah mobilitasmu? Apakah kau dapat fleksibel bergerak? Apakah kau dapat mudah bergerak? Tampaknya bisa diprediksi juga kalau kau akan mengalami kesulitan untuk bisa melalui medan-medan tersebut bukan?

Nah, selanjutnya bayangkan jika engkau tidak membawa ransel. Apa yang akan terjadi padamu jika engkau harus bepergian ke tempat dengan berbagai medan seperti tadi? Tentu rasanya akan lebih mudah jika engkau melalui medan-medan tersebut tanpa ransel bukan? Ini akan berjalan dengan lebih mudah karena engkau dengan ringannya bisa melakukan mobilitasmu dan juga kalaupun harus melalui halang rintang, engkau dapat begitu mudahnya melaluinya. Ini dapat terjadi karena tak ada lagi yang menghalangi dan membebani mobilitas bergerakmu bukan?  

Jika kita bisa belajar dari mobilitas dan ransel tersebut, kita dapat menganalogikan mobilitas sebagai jalan kehidupan dan ransel sebagai beban pikiran. Hidup (mungkin) akan terasa tidak mudah mobilitasnya jika kita membawa beban-beban (yang tidak perlu) dalam perjalanan kehidupan kita. Apa itu beban-beban yang sering ‘terbawa’ oleh kita? Salah satunya adalah berbagai definisi sukses yang dibuat berdasarkan (keterbatasan) pengetahuan kita. Padahal...definisi sukses ini adalah hak prerogatif Allah. Tapi, kita seringkali mengambilnya sebagai tanggung jawab kita. Mengambil tanggung jawab yang bukan milik kita ini lah yang tanpa sadar membuat ‘ransel’ di punggung kita terbebani oleh beban yang tentu saja tidak ringan. Ini jugalah salah satu yang memberi andil ketidakmudahannya kita untuk melakukan berbagai mobilitas dalam hidup ini.

Yuk, kita cek masing-masing bagaimana muatan ransel di punggung kita!

Apakah kita sudah memastikan bahwa muatan ransel kita memang hanya yang perlu kita bawa (baca: usaha dan doa)?

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Yakin Masih Mau Melewatkan Sarapan?

Yakin Masih Mau Melewatkan Sarapan?

Majalah Dinding      

4 Jan 2020 | 267


Pagi hari, aktivitas sering terjadi dengan tergesa-gesa. Jangankan untuk sarapan, untuk bisa siap-siap pergi ke kantor saja butuh perjuangan. Intinya, pagi hari sering terjadi dengan sangat ...

Membuat Ayam Ungkep, Ternyata Mudah!

Membuat Ayam Ungkep, Ternyata Mudah!

Inspirasi      

7 Feb 2020 | 206


  Sarapan, ini adalah hal penting yang terkadang terlewat. Ya, terlewat bukan karena lupa, tapi karena tak sempat menyiapkannya. Bisa saja sih menyiapkan sarapan kilat semacam roti, ...

Yuk, Belajar Berbaik Sangka!

Yuk, Belajar Berbaik Sangka!

Religi      

28 Des 2019 | 245


“Mungkin kamu tidak menyukainya, tapi itu adalah hal yang terbaik untukmu,” pernah kah mendengar kata motivasi ini sebelumnya? Sebenarnya kata motivasi di atas berasal dari ...

Pernah Merasa Demotivasi?

Pernah Merasa Demotivasi?

Inspirasi      

3 Des 2019 | 302


Pernahkah kamu merasa demotivasi? Pernahkah kamu merasa hari-harimu berjalan seakan tanpa rasa? Pergi pagi dan pulang petang setiap harinya tanpa ada yang bisa ‘dipetik’ ...

Mengapa Jalan Malioboro (Seakan) Wajib Dikunjungi Ketika Kamu ke Yogyakarta?

Mengapa Jalan Malioboro (Seakan) Wajib Dikunjungi Ketika Kamu ke Yogyakarta?

Wisata      

29 Des 2019 | 292


Jalan Malioboro adalah salah satu kawasan yang wajib dikunjungi jika kamu berkunjung ke Kota Yogyakarta. Jalan ini adalah salah satu ikon Kota Yogyakarta yang sangat terkenal sejak dulu. ...

Mengasah Afeksi Lewat Memelihara Kucing

Mengasah Afeksi Lewat Memelihara Kucing

Pendidikan      

12 Maret 2020 | 211


Afeksi, aku berasa mengikuti kelas perkuliahan dengan topik tersebut setelah sekian bulan berinteraksi dengan keluarga kecil kucingku.  Entah bagaimana aku bisa sayang kepada kucing ...