rajabacklink
Mata Tetap Sehat di Usia 45 Tahun ke Atas

Mata Tetap Sehat di Usia 45 Tahun ke Atas

20 Sep 2024
587x
Ditulis oleh : IdeBlog

Makin bertambah usia, makin berkurang kualitas indera penglihatan kita. Praktis menginjak usia 60 tahun, hampir sebagian dari kita harus mengenakan kacamata atau lensa kontak agar bisa melihat dengan jelas dan jernih.

Para dewasa akan mulai menurun kualitas penglihatannya di usia 45 tahun ke atas.  Kemampuan mata untuk fokus menjadi berkurang, terutama ketika harus membaca atau bekerja di depan komputer. Sehingga sebagian harus rela berkacamata demi bisa membaca dengan enak dan nyaman.

Kalau menolak berkacamata, maka kita harus rela membaca sesuatu dengan jalan menjauhkan objek dari mata.  Problem penglihatan ini lebih sering dikenal dengan nama mata plus atau rabun dekat (hipermetropia).

Selain rabun dekat, usia 45 tahun ke atas juga rawan menderita katarak, glaukoma, dan gangguan-gangguan penglihatan karena proses penuaan lainnya. Apa yang Terjadi dengan Teror Penyeranta di Lebanon?

Ini Pentingnya Pemeriksaan Rutin Lantas apa yang bisa dilakukan para dewasa terkait masalah mata ini? Selain menggunakan kacamata, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini, yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas penglihatan di usia menjelang senja.

Terapkan pola makan sehat

Dikutip dari laman NHS, menerapkan pola makan seimbang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Di Lebanon Sebagai contoh, mengonsumsi banyak sayur dan buah-buahan untuk mengimbangi asupan protein hewani. Nutrisi dalam sayur dan buah bisa meminimalisir risiko mata terkena katarak dan gangguan mata karena penuaan lainnya.

Pakai kacamata hitam ketika berada di luar ruangan

Sinar matahari yang kuat bisa merusak mata dan meningkatkan risiko terkena katarak.Jadi ketika usia mendekati 50 tahun, sebaiknya sedia kacamata hitam atau lensa kontak yang dilengkapi dengan UV filter.

Berhenti merokok

Merokok tak hanya berbahaya bagi paru-paru, namun juga berbahaya bagi mata.Racun dari rokok, bisa meningkatkan risiko mata terkena katarak dan penyakit degeneratif lainnya.

Jaga pola makan agar tak obesitas

Obesitas meningkatkan peluang terkena diabetes. Dan diabates, bisa berujung pada kehilangan daya penglihatan.Jadi selalu jaga berat tubuh agar bisa di ambang normal. Jika berat badan mulai naik dari ambang normal, segara atur pola makan atau menerapkan diet sehat.

Gunakan cahaya yang cukup

Jika ingin membaca atau bekerja di depan komputer, gunakan atau cari cahaya ruangan yang cukup terang. Di usia menjelang 50 tahun, Anda membutuhkan cahaya sekitar 2 hingga 3 kali lipat cahaya yang dibutuhkan di usia 20 tahun. at Memejamkan Mata?

Lakukan olah raga rutin

Olah raga, meski hanya peregangan ringan, bisa melancarkan sirkulasi darah dan oksigen. Hal ini, tentu saja akan membantu kinerja mata. Tak perlu berolahraga setiap hari. Paling tidak, lakukan olahraga dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Tidur yang cukup

Berikut Penjelasan BMKG Hindari kebiasaan begadang layaknya usia 20 tahun. Ketika kita tidur, mata akan terlubrikasi oleh cairan mata secara alami. Proses ini akan membantu mengeluarkan debu dan kotoran yang selama berjam-jam bersarang di mata.

Latihlah mata Anda

Setiap bangun tidur, lakukan senam mata secara rutin. Hal ini untuk menguatkan otot-otot mata, sehingga mereka tetap dalam kondisi yang sehat.

Langkah pertama, pejamkan mata dan hangatkan dengan telapak tangan Anda. Lepaskan, hangatkan lagi selama beberapa detik. Lakukan pengulangan sebanyak tiga kali.

Kedua, putar bola mata perlahan-lahan dari atas, ke bawah dan ke atas lagi. Lakukan dengan arah putaran dari kiri ke kanan, juga sebaliknya.

Ketiga, pegang puplen, luruskan lengan Anda. Kemudian perlahan dekatkan pulpen tersebut hingga berjarak 6 cm dari mata. Ulangi gerakan ini 10 kali.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Audit Backlink: Cara Menemukan dan Menghapus Tautan Berbahaya

Audit Backlink: Cara Menemukan dan Menghapus Tautan Berbahaya

Bisnis      

3 Maret 2025 | 178


Audit backlink merupakan proses penting dalam strategi optimisasi mesin pencari (SEO) yang sering diabaikan oleh banyak pemilik situs web. Backlink berkualitas tinggi dapat meningkatkan ...

Mengukir Niche Digital: Mengubah Ide Konten Kreatif Menjadi Mesin Penggerak Keterlibatan Audiens

Mengukir Niche Digital: Mengubah Ide Konten Kreatif Menjadi Mesin Penggerak Keterlibatan Audiens

Tips      

9 Des 2025 | 36


Di tengah banjir informasi harian, hanya konten yang luar biasa (standout content) yang berhasil memutus keheningan dan memikat audiens. Sukses di media sosial hari ini adalah tentang ...

https://masoemuniversity.ac.id

Mau Kuliah dengan Biaya Terjangkau Yuk Intip Ma'soem University di Bandung

Pendidikan      

23 Sep 2024 | 408


Kuliah tidak harus selalu mahal. Di Bandung, Ma'soem University menawarkan program pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kampus ini ...

Daftar 21 Kosmetik Ilegal dan Obat Tradisional Yang Dapat Menyebabkan Kanker Kulit-Ginjal

Daftar 21 Kosmetik Ilegal dan Obat Tradisional Yang Dapat Menyebabkan Kanker Kulit-Ginjal

Kesehatan      

4 Jul 2023 | 959


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 13 kosmetik ilegal yang berbahaya karena menyebabkan kanker. Ada juga 8 obat tradisional yang dapat menyebabkan penyakit ...

Membangun Komunitas di Balik Layar: Cara Meningkatkan Interaksi Postingan Iklan dengan Komentar Organik

Membangun Komunitas di Balik Layar: Cara Meningkatkan Interaksi Postingan Iklan dengan Komentar Organik

Tips      

20 Des 2025 | 57


 Interaksi dalam sebuah iklan bukan sekadar angka di dasbor analitik; itu adalah representasi dari kepercayaan publik. Banyak pengiklan terjebak pada jumlah tayangan (impressions), ...

Materi Lengkap Kelompok Soal BUMN di Tryout.id sebagai Pendekatan Belajar Terintegrasi

Materi Lengkap Kelompok Soal BUMN di Tryout.id sebagai Pendekatan Belajar Terintegrasi

Pendidikan      

25 Des 2025 | 37


Seleksi masuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan proses yang dirancang secara komprehensif untuk menilai kesiapan calon pegawai dari berbagai dimensi. Tidak hanya aspek kognitif, ...