
Era Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (purn) Dudung Abdurachman (2021-2023) ditandai dengan peluncuran program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) swakelola yang menui polemic tajam di kalangan prajurit TNI AD.
Pada program ini, prajurit, terutama golongan tamtaman dan bintara dari angkatan 2021-2023, diwajibkan membeli rumah atau kavling melalui skema Kredit Pemilikan Rumah yang dikelola internal oleh Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (NPTWP) TNI AD.
Menurut laporan investigasi konsorsium media IndonesiaLeaks, gaji pokok prajurit bisa dipotong hingga 80 persen untuk cicilan rumah, sehingga hanya tersisa Rp15 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
Seorang prajurit tamtama yang awalnya memperoleh gaji Rp3,6 juta akhirnya hanya menerima sekitar Rp300 ribu, memasksa mereka membatasi hidup di barak dan bahkan berutang di kantin demi kebutuhan sehari-hari.
Imparsial mengecam pelaksanaan program ini sebagai bentuk pemaksaan struktual, di mana prajurit yang menolak diancam akan dipindahkan ke lokasi seperti Papua. Lembaga ini juga meminta audit independen karena risiko penyalahgunaan dana TWP, berdasarkan temuan hilangnya dana senilai ratusan miliar rupiah dalam audit sebelumnya.
Dalam sebuah wawancara, Jenderal Dudung mengungkapkan suntikan dana sekitar Rp586,5 miliar untuk menyelamatkan proyek perumahan yang mangkrak, dan menyatakan bahwa pemotongan gaji bervariasi, umumnya tak lebih dari 30 persen, serta menolak tudingan pemaksaan.
Menindaklanjuti gelombang kritik, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menyampaikan rencana pengawasan terhadap program tersebut melalui koordinasi dengan BP TWP dan Mabes TNI AD.
Komisi I bahkan mempertimbangkan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menyelidiki kasus perumahan mangkrak ini setelah reses, termasuk mengundang prajurit terdampak serta kunjungan ke lokasi proyek bermasalah.
Menanggapi kondisi ini, KSAD era terkini, Jenderal Maruli Simanjuntak, mengumumkan perbaikan sistem pembayaran KPR, ia menyebutkan telah mendata sekitar 4.000 prajurit yang terkena potongan cicilan senilai Rp2,5 juta per bulan dan merancang skema baru dengan cicilan maskimal Rp1-2juta untuk rumah senilai Rp168-180juta, dengan uang muka dari tabungan serta bunga sekitar 5 persen.
Meningkatkan Visibilitas Bisnis Anda melalui Jasa Pembuatan Website
15 Mei 2025 | 348
Di era digital ini, keberadaan online menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan sebuah bisnis. Salah satu cara paling efektif untuk memulai perjalanan online Anda adalah dengan menggunakan ...
9 Jul 2024 | 303
Kampanye politik selalu menjadi perhatian utama dalam setiap pemilihan umum. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, media sosial menjadi salah satu alat yang paling efektif untuk mencapai ...
Pentingnya Peran Apoteker dalam Pelayanan Kesehatan
2 Jul 2024 | 677
Apoteker mempunyai peran yang penting dalam pelayanan kesehatan yang berfokus pada pasien, terlebih dalam menjamin ketersediaan obat yang bermutu ditinjau dari segi keamanan dan efektivitas ...
Berikut ini Ada 5 Golongan yang Merugi di Bulan Ramadhan
7 Apr 2022 | 1951
Bagi orang beriman, berjumpa dengan bulan Ramadhan adalah sebuah kebahagiaan yang tiada terkira. Mereka akan mempersiapkan lahir batinnya untuk bisa menunaikan rangkaian ibadah di bulan ...
5 Feb 2026 | 113
Memanusiakan Produk Perangkat Lunak Secara ilmiah, Software as a Service (SaaS) dan aplikasi seluler seringkali dipandang sebagai produk yang kaku, teknis, dan dingin. Teknik ...
Maksimalkan Promosi Produk dengan Bantuan Buzzer Berpengalaman
15 Apr 2025 | 419
Dalam era digital saat ini, strategi pemasaran yang efektif sangat penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Salah satu cara yang paling efektif untuk mencapai hal ini adalah ...