rajatv
Ketika Usaha Terbaik (Ikhtiar) Berada di Persimpangan...

Ketika Usaha Terbaik (Ikhtiar) Berada di Persimpangan...

17 Apr 2020
261x
Ditulis oleh : Writer

Belajar itu bisa di mana dan dari mana saja! Hari ini kalimat itu terbukti (lagi). Aku belajar hal yang rasanya tidak kudapatkan di bangku sekolah juga bangku kuliah. Hal yang justru aku dapatkan dari salah satu grup pertemanan yang aku ikuti. Sungguh ada banyak ‘kelas’ yang bisa memberikan pelajaran jika kita menyadarinya. Ketika kita berinteraksi dengan orang-orang yang berdedikasi tinggi (baca: penuh tanggung jawab), ternyata hal ini tidak serta merta urusan pekerjaan selesai karena dikerjakan oleh orang-orang yang bertanggung jawab.

Ternyata ketika pun tugas selesai, bisa ada emosi lho di dalamnya. Ya, emosi yang sering ‘tertangkap’ adalah emosi cemas. Baru kusadari tadi. Ternyata ketika ada seseorang yang bertanya berulang memastikan apakah pekerjaannya sudah tepat atau belum ini bisa mengandung ‘cemas’. Atau bisa juga ketika pekerjaan seseorang selesai dan dia kemudian mengeluhkan betapa tugas tersebut sudah membuatnya menangis atau jungkir balik (baca: intinya itu adalah tugas yang sulit).

Sikap tanggung jawab adalah bagian ikhtiar seseorang dalam menyelesaikan urusan-urusannya. Seseorang yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugas tak peduli apa pun yang terjadi. Tanggung jawab ini membuat seseorang melakukan ikhtiarnya dengan bersungguh-sungguh. Ternyata ikhtiar ini bisa berada di persimpangan pilihan. Ya, persimpangan pilihan ketika kita akan memilih sikap. Apakah kita akan memilih ‘bersikeras’ berhasil atau menyerahkan hasilnya kepada Allah. Pilihan ini lah yang membawa kita terhadap emosi yang dirasa kemudian. Pilihan ‘bersikeras’ berhasil lah yang ternyata bisa membawa seseorang kepada kecemasan. Sedangkan pilihan menyerahkan hasil kepada Allah akan membawa kita kepada ketenangan hati. Mengapa bisa tenang? Tenang terjadi ketika kita tidak membawa sesuatu yang bukan ‘tugas’ kita. Bukanlah tugas kita menentukan keberhasilan. Menentukan keberhasilan adalah ketentuan Allah.  

Menarik bukan ternyata bisa ada lebih dari padanan sikap tanggung jawab ini. Tanggung jawab bisa disertai dengan cemas. Tanggung jawab juga bisa disertai dengan ketenangan. Pernahkah kalian merasa cemas dalam menuntaskan sesuatu? Cobalah cek kembali pilihan sikap apa yang kalian pilih di persimpangan setelah kalian berikhtiar!

 

Baca Juga:
Waspada dan Hati Hatilah Terhadap Penyakit Jantung

Waspada dan Hati Hatilah Terhadap Penyakit Jantung

Tips      

8 Mei 2020 | 230


Sudah kita ketahui bersama jantung adalah organ utama penyokong hidup manusia. Apabila jantung mengalami masalah, maka kelangsungan hidup manusia akan terpengaruh sangat besar. Untuk itulah ...

Yuk, Kita Jadikan Bulan Ramadhan Ini Penuh Keberkahan Bersama Keluarga!

Yuk, Kita Jadikan Bulan Ramadhan Ini Penuh Keberkahan Bersama Keluarga!

Religi      

24 Apr 2020 | 268


Ramadhan yang berbeda. Ini adalah bulan Ramadhan berbeda yang dirasakan umat Muslim, khususnya di Indonesia. Ramadhan yang mengingatkan bahwa keluarga adalah ‘rumah’ bagi setiap ...

Apakah Kau Siap Menjalani Hidup?

Apakah Kau Siap Menjalani Hidup?

Inspirasi      

8 Des 2019 | 440


Beberapa waktu lalu, tiba-tiba aku teringat dengan dua kata bijak dari Pidi Baiq, seorang penulis terkenal yang sudah berhasil mengangkat novelnya ke layar lebar. Namun bukan film atau ...

5 Cara Hemat Listrik yang Harus Diketahui Ibu-Ibu Muda

5 Cara Hemat Listrik yang Harus Diketahui Ibu-Ibu Muda

Tips      

3 Jun 2020 | 209


Pernahkah Anda kaget melihat tagihan listrik di awal bulan? Atau Anda heran mengapa pulsa listrik tiba-tiba habis padahal rasanya baru saja diisi beberapa hari yang lalu? Artinya ada yang ...

Semangat Pagi!

Semangat Pagi!

Majalah Dinding      

7 Jan 2020 | 377


“Hari apa ini?” “Hari ini aku akan bertemu dengan client.” “Hari ini aku punya janji dengan kawan.” “Hari ini aku punya target untuk ...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Inspirasi      

23 Des 2019 | 417


Beberapa waktu lalu aku mendengar percapakan yang kurang lebih isinya mengenai seseorang yang tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya di kantor. Ini sebenarnya adalah hal yang lumrah ...