rajatraffic
Ketika Usaha Terbaik (Ikhtiar) Berada di Persimpangan...

Ketika Usaha Terbaik (Ikhtiar) Berada di Persimpangan...

17 Apr 2020
220x
Ditulis oleh : Writer

Belajar itu bisa di mana dan dari mana saja! Hari ini kalimat itu terbukti (lagi). Aku belajar hal yang rasanya tidak kudapatkan di bangku sekolah juga bangku kuliah. Hal yang justru aku dapatkan dari salah satu grup pertemanan yang aku ikuti. Sungguh ada banyak ‘kelas’ yang bisa memberikan pelajaran jika kita menyadarinya. Ketika kita berinteraksi dengan orang-orang yang berdedikasi tinggi (baca: penuh tanggung jawab), ternyata hal ini tidak serta merta urusan pekerjaan selesai karena dikerjakan oleh orang-orang yang bertanggung jawab.

Ternyata ketika pun tugas selesai, bisa ada emosi lho di dalamnya. Ya, emosi yang sering ‘tertangkap’ adalah emosi cemas. Baru kusadari tadi. Ternyata ketika ada seseorang yang bertanya berulang memastikan apakah pekerjaannya sudah tepat atau belum ini bisa mengandung ‘cemas’. Atau bisa juga ketika pekerjaan seseorang selesai dan dia kemudian mengeluhkan betapa tugas tersebut sudah membuatnya menangis atau jungkir balik (baca: intinya itu adalah tugas yang sulit).

Sikap tanggung jawab adalah bagian ikhtiar seseorang dalam menyelesaikan urusan-urusannya. Seseorang yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugas tak peduli apa pun yang terjadi. Tanggung jawab ini membuat seseorang melakukan ikhtiarnya dengan bersungguh-sungguh. Ternyata ikhtiar ini bisa berada di persimpangan pilihan. Ya, persimpangan pilihan ketika kita akan memilih sikap. Apakah kita akan memilih ‘bersikeras’ berhasil atau menyerahkan hasilnya kepada Allah. Pilihan ini lah yang membawa kita terhadap emosi yang dirasa kemudian. Pilihan ‘bersikeras’ berhasil lah yang ternyata bisa membawa seseorang kepada kecemasan. Sedangkan pilihan menyerahkan hasil kepada Allah akan membawa kita kepada ketenangan hati. Mengapa bisa tenang? Tenang terjadi ketika kita tidak membawa sesuatu yang bukan ‘tugas’ kita. Bukanlah tugas kita menentukan keberhasilan. Menentukan keberhasilan adalah ketentuan Allah.  

Menarik bukan ternyata bisa ada lebih dari padanan sikap tanggung jawab ini. Tanggung jawab bisa disertai dengan cemas. Tanggung jawab juga bisa disertai dengan ketenangan. Pernahkah kalian merasa cemas dalam menuntaskan sesuatu? Cobalah cek kembali pilihan sikap apa yang kalian pilih di persimpangan setelah kalian berikhtiar!

 

Baca Juga:
Ternyata Keripik Kentang dan Kentang Goreng Itu...

Ternyata Keripik Kentang dan Kentang Goreng Itu...

Kesehatan      

5 Jan 2020 | 321


Keripik, ini adalah camilan yang populer dan banyak digemari. Tapi bagi kamu yang sedang ingin mengurangi berat badan, berikut adalah fakta mengenai keripik, khususnya keripik kentang! ...

Pernahkah Khawatir Tidak Kebagian Sesuatu?

Pernahkah Khawatir Tidak Kebagian Sesuatu?

Inspirasi      

1 Feb 2020 | 249


Pernahkah kalian memesan makanan siang di kantor bersama dengan yang lainnya? Nah, ketika pesanan makan siang tiba, kalian sedang tidak di tempat (baca: intinya kalian sedang tidak bisa ...

Pecinta Drama Korea yang Manakah Kamu?

Pecinta Drama Korea yang Manakah Kamu?

Hobi      

2 Des 2019 | 321


Siapa yang tidak tahu tentang drama Korea? Rasanya hampir semua orang tahu tentang yang satu ini. Entah tahu dan kemudian ikut ketagihan menikmati drama atau tahu dan kemudian ya ...

Hati Seluas Samudera...

Hati Seluas Samudera...

Inspirasi      

22 Jan 2020 | 307


Beberapa waktu lalu aku mendengarkan sebuah kisah yang menarik dari siaran sebuah kajian. Dikisahkan di zaman dahulu ada seorang pemuda yang sedang berwajah kusut mendatangi seorang lelaki ...

Pelajaran Syukur di Masa Pandemi Virus Korona

Pelajaran Syukur di Masa Pandemi Virus Korona

Religi      

23 Apr 2020 | 208


Bersyukur, mungkin ini adalah satu topik yang ingin diingatkan Allah di masa pandemi ini. Ketika mobilitas dan sosialisasi lebih terbatas, Allah sedang mengingatkan kita untuk mensyukuri ...

Rupa-rupa Isi Tas

Rupa-rupa Isi Tas

Majalah Dinding      

17 Jan 2020 | 290


Tas, ini adalah benda yang rasanya di bawa oleh (hampir) setiap orang. Bahkan, kalau kau perhatikan, bayi pun punya tasnya sendiri lho! Hanya untuk tas milik si bayi ini, biasanya si emak ...