
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengakui bahwa deforestasi dan pertambangan adalah penyebab bencana banjir yang menerjang beberapa wilayahnya belakangan ini, termasuk Sintang.
Sutarmidji membandingkan penyebab banjir itu dengan banjir tahun 1963. Menurutnya, ada perbedaan antara penyebab banjir saat ini dengan tahun tersebut. Ia berkata, banjir tahun 1963 dipicu oleh perubahan iklim bukan deforestasi. Sebab, saat itu aliran sungai dan serapan air masih terbilang bagus.
“Kalau sekarang ini lebih banyak karena deforestasi dan pertambangan tidak diikuti dengan menangani tempat pembuangan, aliran air dan sebagainya,” kata Sutarmidji dalam wawancara di TV One, dilansir CNNIndonesia, Selasa (9/11).
Sutarmidji menuturkan, hutan-hutan di Kalbar sudah habis lantaran Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) banyak diberikan kepada perusahaan. Sehingga, lahan konsesi lebih banyak dibanding dengan hutan yang ada.
Apalagi, kata Sutamidji, pemberian HTI itu dibarengi dengan manajemen dan pengawasan yang buruk. Ia mengungkapkan, banyak perusahaan yang menebang kayu sembarangan dan tidak bertanggung jawab.
“HTI itu kan diberikan harusnya dengan memanajemen dalam memperlakukan lahan. Tapi yang dilakukan oleh pemegang konsesi HTI saat ini adalah kayu-kayu nya diambil semua, ditebang semua, iuran hasil hutannya tidak dia bayar kemudian lahan dia tinggalkan, dia tidak tanam lagi,” paparnya.
Selain itu, konsesi untuk tambang juga ikut menyumbang bencana banjir. Sutarmidji menyebut pertambangan di Kalbar itu cukup besar-besaran.
“Tambang diberikan konsesi untuk ekspor mentah tidak diolah. Bayangkan 49 juta ton setiap tahun. Kalau misalnya 5 tahun aja itu sudah berapa luas lahan di Kalbar yang turun,” ujarnya.
Konsesi lahan itu kemudian banyak mengurangi lahan hutan atau deforestasi. Ia menyebut, akibat konsesi itu, resapan air pun turut berkurang. Imbasnya, ketika musim hujan tiba, air yang turun tidak dapat terserap.
“Hujan kan sudah tidak ada resapan lagi. Kayu kayu sudah tidak ada untuk penyimpanan air,” ucapnya.
Sutarmidji mengklaim pihaknya ingin mencabut HTI tersebut. Namun, pihaknya tak punya wewenang untuk mencabut HTI tersebut. Sebab, HTI diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Terkait itu, ia mendesak KLHK agar semua HTI itu dicabut. Ia ingin, hutan hutan dikembalikan kepada warga.
“Penyebab hutan hutan habis itu adalah ya pemberian konsesi hutan HTI. Itu yang harusnya dicabut semua, cabut semua kemudian kita penghutanan kembali. Dan serahkan ke masyarakat HTI itu. Negara [harusnya cukup] menyediakan bibit dan sebagainya,” kata dia.
Sebelumnya, banjir terjadi di 12 Kecamatan di Kabupaten Sintang. Selama lebih dari dua pekan banjir itu tak kunjung surut.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sintang yang dihimpun olehnya, per Sabtu (6/11), sebanyak 24.522 KK atau 87.496 jiwa terdampak. Abdul menyebut, banjir itu mengakibatkan dua warga meninggal dunia, masing-masing di Kecamatan Tempunak dan Binjai. (hajinews)
Strategi Personal Branding sebagai Solusi Tantangan Internet Marketing 2026
10 Feb 2026 | 65
Internet marketing pada tahun 2026 mengalami pergeseran orientasi yang signifikan. Audiens digital tidak lagi hanya berinteraksi dengan merek sebagai entitas abstrak, melainkan mencari ...
Tips Memilih Softlens yang Aman dan Tetap Menarik, Seperti Apa ya?
6 Jun 2020 | 1860
Jika anda memang baru ingin mulai menggunakan softlens, maka anda harus menyimak beberapa tips memilih softlens. Tak hanya dari segi penampilan, softlens yang anda pilih sebaiknya aman dan ...
Daftar Lengkap Passing Grade SNBT 2025 untuk Semua Jurusan
8 Mei 2025 | 1034
Setiap tahun, passing grade menjadi salah satu istilah yang selalu diperbincangkan menjelang seleksi masuk perguruan tinggi. Pada tahun 2025, seleksi nasional berbasiskan tes (SNBT) menjadi ...
Kontraktor Interior: Solusi Profesional untuk Ruang yang Fungsional dan Estetis
23 Jan 2026 | 264
Dalam dunia pembangunan dan renovasi, kontraktor interior memegang peranan penting dalam menciptakan ruang yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga nyaman, aman, dan fungsional. ...
Strategi Membangun Komunitas Loyal di Media Sosial Bagi Perusahaan
14 Apr 2026 | 26
Dalam lanskap pemasaran modern yang sangat terfragmentasi, pemahaman mengenai cara membangun komunitas loyal di media sosial telah menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan bisnis yang sehat ...
Viral Marketing: Strategi Ampuh Meningkatkan Interaksi dan Loyalitas Pelanggan
27 Maret 2025 | 430
Dalam era digital saat ini, pemasaran viral telah menjadi salah satu strategi yang paling banyak dibicarakan oleh pelaku bisnis. Mengapa? Karena viral marketing mampu menciptakan efek ...