
“Ayo pak kita yasinan di rumahnya pak RT!” Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di masyarakat kita ini biasanya diisi dengan membaca surat Yasin secara bersama-sama. Mereka bermaksud mengirim pahala bacaan tersebut kepada si mayit untuk meringankan penderitaannya. Timbang-timbang, daripada berkumpul untuk bermain catur, kartu apalagi berjudi, kan lebih baik digunakan untuk membaca Al-Qur’an (khususnya surat Yasin). Memang sepintas jika dipertimbangkan menurut akal pernyataan itu benar namun kalau dicermati lagi ternyata ini merupakan kekeliruan.
Al-Qur’an diturunkan Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam sebagai petunjuk, rahmat, cahaya, kabar gembira dan peringatan. Maka kewajiban orang-orang yang beriman untuk membacanya, merenungkannya, memahaminya, mengimaninya, mengamalkan dan berhukum dengannya. Hikmah ini tidak akan diperoleh seseorang yang sudah mati. Bahkan mendengar saja mereka tidak mampu. “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang mati itu mendengar.” (Terjemah An-Naml: 80).
Allah Ta’ala juga berfirman di dalam surat Yasin tentang hikmah tersebut yang artinya, “Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan supaya dia memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup.” (Yasin: 69-70).
Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya seseorang itu tidak akan menanggung dosa seseorang yang lain dan bahwasanya manusia tidak akan memperolehi ganjaran melainkan apa yang telah ia kerjakan.” (An-Najm: 38-39).
Berkata Al-Hafizh Imam Ibnu Katsir rahimahullah: “Melalui ayat yang mulia ini, Imam Syafi’i rahimahullah dan para pengikutnya menetapkan bahwa pahala bacaan (Al-Qur’an) dan hadiah pahala tidak sampai kepada orang yang mati, karena bacaan tersebut bukan dari amal mereka dan bukan usaha mereka. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkan umatnya, mendesak mereka untuk melakukan perkara tersebut dan tidak pula menunjuk hal tersebut (menghadiahkan bacaan kepada orang yang mati) walaupun hanya dengan sebuah dalil pun.”
Adapun dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan surat Yasin jika dibaca secara khusus tidak dapat dijadikan hujjah. Membaca surat Yasin pada malam tertentu, saat menjelang atau sesudah kematian seseorang tidak pernah dituntunkan oleh syari’at Islam. Bahkan seluruh hadits yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin tidak ada yang sahih sebagaimana ditegaskan oleh Al Imam Ad Daruquthni.
Islam telah menunjukkan hal yang dapat dilakukan oleh mereka yang telah ditinggal mati oleh teman, kerabat atau keluarganya yaitu dengan mendo’akannya agar segala dosa mereka diampuni dan ditempatkan di surga Allah subhanahu wa ta’ala. Sedangkan jika yang meninggal adalah orang tua, maka termasuk amal yang tidak terputus dari orang tua adalah do’a anak yang sholih karena anak termasuk hasil usaha seseorang semasa di dunia.
Jadi, tidak perlu repot-repot mengadakan kenduri, yasinan dan perbuatan lainnya yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Bahkan apabila dikaitkan dengan waktu malam Jum’at, maka ada larangan khusus dari Rasulullah shallalahu’alaihi wa sallam yakni seperti yang termaktub dalam sabdanya, “Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Janganlah kamu khususkan malam Jum’at untuk melakukan ibadah yang tidak dilakukan pada malam-malam yang lain.” (HR. Muslim).
Bukankah lebih baik beribadah sedikit namun ada dalilnya dan istiqomah mengerjakannya dibanding banyak beribadah tapi sia-sia?
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beramal yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim).
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua dari hal-hal yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan. Wallahu a’lam bishshawab.
24 Mei 2026 | 23
Konsep temukan ide dan inspirasi bisnis paling segar untuk memulai kesuksesan dalam era digital modern menunjukkan adanya transformasi mendasar dalam cara manusia menciptakan, ...
Tips Promosi Skincare di TikTok Agar Penjualan Produk Meningkat
18 Apr 2025 | 830
Saat ini, TikTok telah menjadi salah satu platform sosial media terpopuler, terutama di kalangan generasi muda. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif, TikTok memberikan peluang emas ...
Mengukur Efektivitas Sosialisasi Program Kementerian Pemuda dan Olahraga di Internet
2 Maret 2025 | 396
Dalam era digital saat ini, sosialisasi program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sangat penting untuk memastikan bahwa informasi mengenai kebijakan, program, atau kegiatan ...
10 Jan 2020 | 1915
Seberapa sering, diri berprasangka? Ada berapa banyak sangkaan diri yang ternyata salah? Duhai Allah, maafkan diri yang sering berprasangka padaMu. Ampuni diri atas pikiran yang ...
Kewajiban Merawat Orang Tua yang Sudah Lansia: Teladan Uwais Al Qarni dan Janji Surga
16 Jul 2025 | 344
Di tengah arus zaman yang kian modern dan individualistis, nilai-nilai luhur dalam berbakti kepada orang tua atau birrul walidain kerap tergerus. Padahal, berbuat baik kepada orang tua ...
Kisah Sukses Alumni Fakultas Peternakan Universitas Udayana di Dunia Kerja
20 Maret 2025 | 482
Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Fapet Unud) telah melahirkan banyak alumni yang sukses di berbagai bidang. Karakteristik pendidikan yang diusung oleh fakultas ini membuat para ...