
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rosulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa mengajak manusia kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.
Ada haidts yang serupa dengan hadist di atas yaitu Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: " Barangsiapa yang membeki teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut, serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa yang memberikan contoh kejelakan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangidosa mereka sedikitpun.
Imam an-Nawawi rahirmahullah mengatakan, "Kedua hadist di atas jelas menunjukkan anjuran dan disukainya memberikan contoh perkara-perkara yang baik dan haramnya memberikan contoh perkara-perkara yang buruk.
Orang yang memberikan teladan perbuatan yang baik, maka ia akan mendapat pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.
Dan orang yang memberikan contoh kejelekan maka ia akan mendapatkan dosa orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.
Ibnu Qiyyim rahimahullah berkata. "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallamn mengabarkan bahwa oarang yang mengajak kepada petunjuk dengan dakwahnya, ia mendapat ganjaran seperti ganjaran orang yang menyebabkan mendapat petunjuk tersebut. Dan orang yang menyebabkan kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti oarang yang ia sesatkan. Karena orang yang pertama telah mencurahkan kemampuannya untuk memberikan petunjuk kepada manusia, dan orang yang kedua mencurahkan tenaganya untuk menyesatkan manusia.
Maka masing-masing dari keduanya berkedudukan seperti orang yang melakukan perbuatan tersebut.;
Ini adalah kaidah suari'at A;;ah Azza wa Jalla berfirman:
"Mereka pada hari kiamat memikul dosa dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan) Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu". (An Nahl / 16:25).
Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka dan pada hari kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan (Al-Ankabut / 29:13)
Ini menunjukkan bahwa orang yang mengajak manusia kepada selain sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dialah musuh Beliau yang sebenarnya.
Karena ia memutus sampainya pahala orang yang mendapat petunjuk dengan sunnah Beliau kepadanya. dan ini merupakan sebesar permusuhannya.
Keutamaan Berdakwah Mengajak Kepada Kebenaran
Dakwah di jalan allah Azza wa Jalla merupakan amal yang sangat mulai. Ketaatan yang besar dan ibadah yang tinggi medudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mengajarkan ilmu atau mengarahkan orang lain kepada jalan yang bisa ditempuh untuk mendapatkan ilmu, maka dia disebut sebagai penyeru kepada petunjuk. Dan setiap orang yang menyeru kepada amal shalih yang berkaitan dengan hak Allah atau hak makhluk secara umum dan khusus, maka dia juga disebut sebagai penyeru kepada petunjuk.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (manusia) kepada kebaikan, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya."
Setiap orang yang menasehati kepada orang kepada kebaikan yang berkaitan dengan agama atau dunia yang bisa mengantarkan kepada ajaran agama, maka orang itu adalah penyeru kepada petunjuk.
Setiap orang yang mendapat petunjuk dalam ilmu serta amalnya, lalu diikuti oleh orang lain, maka dia adalah penyeru kepada petunjuk.
Dan setiap orang yang membantu orang lain dalam amal kebaikan atau proyek umum yang bermanfaat, maka dia masuk dalam kategori hadist ini, seperti berdakwah, sedekah, membangun masjid, sekolah, pondok pesantren dan lainnya.
Sebailknya, setiap orang yang menolong orang lain dalam dosa dan permusuhan maka dia termasuk penyeru kepada kesesatan.
Setiap muslim wajib berusaha menjadi pelopor dalam kebaikan, menjadi pintu-pintu kebaikan dari menutup jalan-jalan keburukan.
Bangun Koneksi yang Bernilai dengan Media Sosial
13 Maret 2025 | 412
Di era digital ini, media sosial telah menjadi salah satu alat terkuat untuk mengembangkan jaringan profesional. Menggunakan sosial media untuk networking bukan hanya sekadar membangun ...
Mendapatkan Popularitas di TikTok dengan Jasa Followers: Bagaimana Rajakomen.com Dapat Membantu Anda
18 Mei 2025 | 433
Dalam era media sosial saat ini, TikTok telah menjadi salah satu platform paling populer untuk berbagi konten video, mulai dari tantangan tari hingga tutorial kreatif. Namun, banyak ...
Bersama Mengaji: Kegiatan Tadarus Al-Qur’an yang Mempererat Ukhuwah Islamiyah
10 Maret 2025 | 275
Dalam suasana suci Ramadan 2025, kegiatan tadarus Al-Qur’an menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di kalangan ...
M Kece: Terimakasih Pak Polisi, Channel Youtube Saya Tidak di Take Down dan Rekening Tidak Diblokir
22 Sep 2021 | 2127
Berarti Kepolisian Setuju Penista Agama Ini? M Kece, saat ini sedang dipenjara tetapi penghasilan masih banyak, karena no rekening masih terpasang di youtube, channel “muhammad ...
Optimalisasi SEO Website Anda dengan Platform Jasa Backlink Terbaik: RajaBacklink.com
24 Maret 2025 | 418
Di era digital saat ini, memiliki website yang teroptimasi dengan baik menjadi suatu keharusan bagi bisnis dan individu yang ingin meningkatkan visibilitas mereka di mesin pencari. Salah ...
Cara Menambah Subscriber dengan Memanfaatkan Media Sosial
23 Apr 2025 | 414
Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu alat paling efektif untuk menambah subscriber. Bagi kreator konten, pengusaha, atau siapa pun yang ingin mengembangkan audiens, ...