rajabacklink
Belajar dari Antrian...

Belajar dari Antrian...

26 Jan 2020
144x
Ditulis oleh : IdeBlog

Groceries shopping alias belanja bulanan alias belanja ke supermarket atau sejenisnya, adalah hal yang sering dilakukan oleh khususnya para wanita bukan? Namun pagi tadi ada hal menarik ketika aku berbelanja. Berhubung di akhir bulan macam sekarang adalah tanggal gajian bagi para pekerja di beberapa instansi, jadi sungguh ramailah kasir di supermarket yang aku kunjungi. Ada sekitar 8 kasir dan semua kasir beroperasi pagi tadi. Tapi karena memang jumlah pelanggan di hari Minggu dan di tanggal gajian tampaknya lebih ramai daripada hari-hari biasa. Jumlah kasir pun tampak (seperti) tidak cukup melayani jumlah pelanggan yang banyak (baca: sebenarnya cukup sih, tapi ya itu dia antriannya sungguh lah panjang).

Ini adalah tentang menyikapi antrian yang panjang. Nah, tadi, dalam antrian yang panjang itu, aku melihat ada kasir yang baru buka. Awal aku mengantri, kasir tersebut belum beroperasi. Ketika melihat kasir tersebut buka, beberapa antrian di depanku mulai berpindah kasir. Dari antrian di kasir nomor 8, kami pindah ke kasir nomor 7. Mengapa pindah? Tentu kalian sudah bisa menerka bukan apa yang menjadi alasannya. Tentu saja  karena kami ingin bisa tiba di mesin kasir lebih cepat.

Antrilah kami (aku dengan 2 orang di depanku). Ternyata entah apa yang membuat justru antrian di kasir 7  ini giliran maju kami lebih lama dibandingkan di kasir sebelah (kasir 8). Kalau coba menganalis bisa ada berbagai faktor. Tapi bukan itu yang hendak dibahas. Setelah menunggu beberapa waktu, justru orang yang ada di belakangku ketika aku mengantri di kasir 7 yang lebih awal sampai di mesin kasir. Poin selanjutnya adalah justru tujuanku untuk tiba di mesin kasir lebih awal tidaklah tercapai! Padahal pindah antrian kasir adalah salah satu strategi yang kupilih supaya lebih cepat tiba di depan.

Kejadian tersebut adalah salah satu sampel peristiwa betapa ‘timing’ adalah salah satu hal di luar kendali kita. kita boleh lah berstrategi. Seperti aku tadi yang berpindah antrian. Menurut logikaku, aku akan sampai lebih awal. Tapi ternyata prediksi logikaku meleset. ‘Timing’ (ternyata) bukalah sesuatu yang hanya bisa didasarkan pada logika. Ada 1001 faktor yang menentukan hal ini, dan faktor utamanya adalah DIA. Dia Sang Penguasa Waktu yang Maha Tahu timing terbaik dari setiap hambaNya.

Pernah mengalami hal yang sama tentang ‘antrian’?

  

Baca Juga:
Akhir Pekan Telah Tiba!

Akhir Pekan Telah Tiba!

Inspirasi      

14 Des 2019 | 206


Akhir pekan, ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang tanpa kenal usia lho! Hari yang ditunggu oleh para pelajar, pekerja, ibu rumah tangga, dan berbagai kalangan lainnya. Ada ...

Harus Tau! Ternyata, Tryout UTBK 2020 Ini Sangat Membantu

Harus Tau! Ternyata, Tryout UTBK 2020 Ini Sangat Membantu

     

11 Feb 2020 | 36


Tryout atau bisa di sebut dengan (TO) adalah bentuk ujian sebagai uji coba siswa untuk persiapan menghadapi ujian nasional sedangkan (UTBK) adalah Ujian Tulis Berbasis Komputer ini ...

Musim Hujan? Siapa Takut?

Musim Hujan? Siapa Takut?

Tips      

2 Des 2019 | 215


  Tak terasa kini sudah memasuki musim penghujan. Musim di mana artinya sebentar lagi akan terjadinya pergantian tahun. Musim di mana orang-orang juga sudah mulai sibuk ...

Syukur Hari Kemarin yang Dirasa Hari Ini

Syukur Hari Kemarin yang Dirasa Hari Ini

Majalah Dinding      

25 Maret 2020 | 83


Pagi tadi jalanan lengang Sepi tak ada pemakainnya Para pemakai jalan kini beristirahat (sejenak) dari padatnya jalanan   Entah apa kabar lintasan lari yang rutin ...

Ini Tentang Suara Hati...

Ini Tentang Suara Hati...

Inspirasi      

14 Jan 2020 | 175


Pernah menonton film animasi Brave? Tentang seorang putri yang sangat menginginkan kebebasan.  Menurutnya dengan menjadi seorang putri ada banyak hal yang tidak bisa dilakukannya ...

Mengapa Musik Bisa Membuat Kita Baper?

Mengapa Musik Bisa Membuat Kita Baper?

Majalah Dinding      

23 Feb 2020 | 136


Penginderaan, ini adalah saluran-saluran bagaimana informasi masuk untuk diproses oleh otak kita. Informasi bisa masuk lewat penglihatan, pendengaran, pencecap, peraba, atau pun penciuman. ...