Syukur Hari Kemarin yang Dirasa Hari Ini
Oleh Writer, 25 Maret 2020
Pagi tadi jalanan lengang
Sepi tak ada pemakainnya
Para pemakai jalan kini beristirahat (sejenak) dari padatnya jalanan
Entah apa kabar lintasan lari yang rutin kukunjungi di akhir pekan
Apakabar tempat-tempat lainnya yang juga sering aku kunjungi
Sudah dua pekan tak mengunjunginya
Aku pun beristirahat dulu tak mendatanginya
Sudah hampir dua pekan para pemakai jalan beristirahat
Jalan pun kini terbebas (sementara) dari riuh ramainya lalu lalang kendaraan
Virus korona ini membuat kita kemudian bisa bersyukur, bersyukur tentang hari kemarin
Ketika bebas memakai jalan ke sana ke mari
Tapi tak memperhatikan ternyata jalan butuh rehat, kita juga
Kita para pemakai jalan yang sering lupa waktu
Padatnya jalan tidak menjadi peringatan untuk ingat waktu
Virus ini membuat kita sadar, betapa enaknya dulu
Ketika bisa melakukan ini itu tanpa khawatir mencuci tangan sesering mungkin
Ketika dulu mungkin menjaga kebersihan sering luput dari perhatian
Syukur yang (mungkin) terlambat
Semoga kita tidak (lagi) begitu
Syukur karena kini bisa lebih banyak waktu dengan keluarga
Semoga tidak lupa waktu lagi
Semoga tak ada syukur-syukur yang terlambat lagi
Artikel Terkait
Artikel Lainnya