Kinerja Q3 2025 Rekor Lagi, GoTo Optimistis Raih Laba Segini di 2025
Oleh IdeBlog, 2 Nov 2025
Kinerja Q3 2025 Rekor Lagi, GoTo Optimis Raih Laba Segini di 2025 – GoTo cetak laba pertama kali di kuartal III 2025, bukti efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.
GoTo Group mencatat tonggak penting pada kuarta III tahun 2025. Pendapatan bersih naik sekitar 21% YoY menjadi Rp 4,74 triliun. Grup berhasil menghasilkan laba sebelum pajak yang disesuikan sekitar Rp 62 miliar untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.
Di sisi efisiensi operasional, adjusted EBITDA melonjak 239% YoY ke angka Rp 516 miliar. Sementara rugi bersih perusahaan juga menyusut secara signifikan, hingga sekitar Rp 775,55 miliar untuk periode 9 bulan hingga Q3, turun hingga 82% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa GoTo tidak hanya tumbuh secara top-line, tetapi juga mulaimenunjukkan kemampuan untuk memperbaiki profitabilitas dan arus kas. CEO Patrick Waluyo menyebut bahwa “kami mencatat tonggak sejarah baru dengan laba sebelum pajak yang disesuikan sebesar Rp 62 miliar”.
Dari sisi bisnis, unit fintech (malalui GoPay/GoTo Financial) tumbuh impresif dengan pendapatan naik sekitar 55%YoY menjadi – Rp 1,5 triliun. Sedangkan unit on-demand (dipelopori oleh GoFood/GoRide) juga tumbuh meski margin masih lebih tipis.
Dengan hasil ini, GoTo menaikkan panduan kinerja untuk seluruh tahun 2025 adjusted EBITDA yang disesuaikan kini diperkirakan berada di kisaran Rp 1,8 – 1,9 triliun dari sebelumnya Rp 1,4 – 1,6 triliun.
Optimisme untuk Tahun 2025
Peningkatan panduan tersebut mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap momentum yang terbentuk. GoTo mencatat bahwa jumlah pengguna transaksi tahunan (ATU) di Indonesia naik 33% YoY menjadi 61,1 juta pengguna sekitar 30% dari populasi dewasa di Indonesia.
Likuidasi dan neraca juga tampak relatif kuat: per 30 September 2025 kas dan setara kas tercatat sekitar Rp 18 triliun.
Dengan skala ekosistem yang semakin luas yaitu meliputi mobilitas, pengiriman, e-commerce, fintech, GoTo menempatkan dirinya sebagi salah satu pemain digital utama di Indonesia. Menajemen menyebut bahwa fokus akan tetap pada efisiensi biaya, integrasi ekosistem, dan peningkatan produk serta layanan bagi konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang.
Walau begitu, GoTo tetap mengingatkan bahwa terdapat sejumlah risiko yang harus diperhatikan yaitu persaiingan yang ketat, inflasi biaya, kondisi makroekonomi global dan domestik yang masih menantang.
Dampak Terhadap UMKM dan Ekonomi Lokal Indonesia
Peran GoTo dalam ekosistem digital Indonesia tidak hanya terkait kinerja keuangan, tetapi juga dampaknya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi lokal.
Menurut riset dari LPEM FEB UI, kontribusi GoTo terhadap PDB Indonesia pada 2023 diperkirakan berada di kisaran Rp 259,6 triliun hingga Rp 392 triliun.
Sektor-sektor yang mendapat dampak signifikan mencakup perdagangan grosir dan eceran, perbaikan kendaraan bermotor, serta manufaktur dan teknologi informasi & telekomunikasi.
Salah satu inisiatif konkret GoTo adalah peluncuran aplikasi GoPay Merchant yang dirancang untuk pelaku UMKM yaitu pendaftaran QRIS dalam 30 detik, pencairan uang hasil penjualan kapan saja, dan fitur GoPay Spiker untuk mencegah transaksi palsu.
Program “GoNusantara” adalah gerakan digitalisasi UMKM yang dilakukan dengan mitra pemerintah. Hingga 2024, lebih dari 4.000 pelaku UMKM telah dilatih dalam 39kelas pelatihan di 28 kota.
Kemitraan strategis dengan platform seperti TikTok juga dimanfaatkan untuk mendukung pelaku UMKM agar lebih dikenal dan memiliki akses ke pasar yang lebih besar, termasuk kampanye “Beli Lokal”.
GoTo memposisikan dirinya sebagai katalisator transformasi digital UMKM di Indonesia dan membantu usaha kecil naik kelas, memperluas akses ke solusi keuangan digital, serta dapat meningkatkan inklusi ekonomi.
Kesimpulan
GoTo cetak laba di Q3-2025 menujukkan bahwa perusahaan telah melewati fase “tumbuh dulu, lalu mengejar profitabilitas”. GoTo kini berada di jalur yang lebih sehat dari sisi keuangan. Lebih dari itu, dampak sosial ekonominya terhadap UMKM dan ekonomi lokal Indonesia memperkuat perannya sebagai pemain digital nasional yang bukan hanya mengejar skala, tetapi juga inklusi dan pemerataan ekonomi.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya