Baper dalam Psikologis

Oleh Writer, 16 Feb 2020
Penahkah kalian menonton film dan tiba-tiba tanpa sadar ikut menitikkan air mata ketika ada adegan yang ‘kena’ di hati? Ketika film sudah selesai, ternyata pikiran masih belum selesai memikirkan film tersebut.

Bagaimana kelanjutan nasib tokoh X tersebut?

Apakah ia akan selamat?

Pertanyaan tidak terhenti sampai di situ saja...

Mengapa ia mengambil keputusan itu?

Itu kan malah menyakiti hati pasangannya?

Bisa ada 1001 tanya tentang adegan-adegan dalam film yang kamu tonton. Baper, begitu bahasa kekiniannya. Baper atau terbawa perasaan ini bisa terjadi kapan pun  atau di mana pun. Bisa baper ketika melihat sesuatu (film, foto, status atau caption di media sosial, benda kenangan, dll), mengunjungi tempat tertentu, atau berinteraksi dengan siapapun (keluarga, pasangan, teman, atasan, bahkan orang asing sekalipun).

Terbawa perasaan adalah salah satu wujud dari tingginya sensifitas seseorang. Dalam psikologi terdapat kelompok highly sensitive person dan juga kelompok empathy. Kelompok pertama adalah orang yang mudah menunjukkan reaksi setelah terstimulus secara emosional. Begitu pula untuk kelompok yang kedua. Perbedaannya terletak pada konsentrasi sensitivitasnya. Pada highly sensitive person, ia berorientasi pada diri. Ketika ia melihat ada sesuatu dan tergugah emosinya. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pengalaman dirinya. Sedangkan bagi kelompok empathy, ia tergugah secara emosi karena kepeduliannya terhadap orang yang mengalami sesuatu tersebut.

Bagi higly sensitive person, ia sebenarnya mengalami sensitivitas dalam berbagai penginderaannya. Ia sensitif terhadap apa yang dilihatnya, didengarnya, disentuhnya, dan berbagai indera lainnya. Misalkan ketika ia menonton film. Terbayang ketika ia menonton, ia sangat memperhatikan dengan detil apa yang terjadi di film tersebut. Ia akan peka terhadap segmen demi segmen, dialog para pemainnya, bahkan backsound-nya sekalipun. Ia akan memperhatikan segala sesuatu dengan detil. Termasuk juga bagaimana penulis naskah menuangkan idenya dalam dialog dan alur cerita. Semua tidak akan luput dari seseorang dengan higly sensitive person. Termasuk nantinya ia akan terbawa secara emosi masuk ke dalam film tersebut.

Bagaimana denganmu termasuk ke dalam kelompok mana dirimu?  

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © SumberIde.com
All rights reserved