Kenapa Bentuk Wajah Bisa Terlihat Tidak Simetris? Ini Beberapa Kemungkinannya
Pernah merasa salah satu sisi wajah kalian terlihat sedikit berbeda saat bercermin atau saat difoto? Tenang, kondisi wajah tidak simetris ini normal dan dialami hampir semua orang, meski pada beberapa kasus perbedaannya bisa terlihat cukup jelas.
Artikel ini akan membahas kemungkinan penyebabnya, dari yang wajar sampai yang perlu diwaspadai, supaya kalian bisa lebih paham kondisi wajah kalian sendiri.
Perbedaan yang cukup terlihat kadang bisa memengaruhi rasa percaya diri, bahkan fungsi wajah seperti saat mengunyah atau berbicara. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Berbagai Kemungkinan Penyebab Wajah Tidak Simetris
Penyebab wajah tidak simetris ternyata cukup beragam. Mulai dari faktor yang sudah dibawa sejak lahir, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis yang perlu diwaspadai.
1. Faktor Keturunan dan Kondisi Bawaan Lahir
Salah satu penyebab paling umum adalah faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang memiliki wajah asimetris, kemungkinan besar kondisi serupa juga diturunkan, misalnya posisi bibir yang tidak sejajar di sisi kiri dan kanan.
Sebagian bayi juga lahir dengan kondisi seperti mikrosomia kraniofasial, yaitu ketika separuh wajah tidak berkembang sepenuhnya selama masa kehamilan, atau kelumpuhan saraf wajah bawaan akibat trauma saat persalinan. Kondisi seperti ini biasanya sudah terlihat sejak bayi baru lahir dan sebaiknya diperiksakan sedini mungkin agar penanganannya lebih optimal.
2. Proses Penuaan
Seiring bertambahnya usia, wajah secara alami akan terlihat semakin asimetris, dan hal ini tergolong bagian dari proses penuaan yang wajar. Tulang keras memang berhenti tumbuh saat pubertas, tetapi tulang rawan pada hidung dan telinga tetap tumbuh, meski lebih lambat.
Perubahan volume lemak wajah dan elastisitas kulit yang tidak merata di kedua sisi turut memengaruhi tampilan wajah, terutama pada bagian pipi dan dagu. Untungnya, perubahan akibat penuaan ini umumnya tidak berdampak pada kesehatan dan tergolong wajar dialami siapa saja.
3. Kebiasaan Sehari-hari
Sering tidur tengkurap atau menyandarkan wajah pada satu sisi bantal dalam waktu lama bisa memberi tekanan berlebih pada sisi wajah tertentu, terutama jika dilakukan setiap malam. Kebiasaan menopang dagu dengan tangan atau duduk dengan postur yang tidak seimbang juga berisiko sama.
Begitu juga dengan kebiasaan mengunyah makanan hanya di salah satu sisi mulut, yang bisa membuat otot rahang di sisi tersebut tampak lebih berkembang. Kalau dilakukan terus-menerus, kebiasaan kecil ini bisa perlahan mengubah bentuk wajah tanpa disadari.
4. Kebiasaan Merokok
Penelitian dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery tahun 2014 mengamati ratusan pasang kembar identik dan menemukan bahwa kebiasaan merokok berkaitan dengan perubahan struktur rahang. Paparan zat kimia dalam asap rokok yang berlangsung lama diduga jadi salah satu faktor pemicunya.
Kebiasaan ini juga berisiko terhadap kesehatan gusi dan gigi secara keseluruhan. Berhenti merokok bisa membantu memperlambat perubahan tersebut dari waktu ke waktu, sekaligus menjaga kesehatan mulut secara umum.
5. Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dan tidak merata, misalnya karena sering terkena sinar matahari dari kaca mobil saat berkendara, bisa merusak kulit hanya pada satu sisi wajah. Akibatnya, sisi tersebut lebih rentan mengalami penuaan dini.
Tanda-tandanya bisa berupa keriput atau bintik hitam yang hanya muncul di satu sisi. Menggunakan tabir surya secara rutin bisa membantu mencegah kerusakan kulit yang tidak merata ini, terutama bagi kalian yang sering beraktivitas di luar ruangan.
6. Cedera atau Trauma Wajah
Cedera pada area wajah, seperti hidung patah akibat kecelakaan, jatuh, atau benturan keras, dapat mengubah struktur wajah secara permanen. Jaringan parut akibat luka juga bisa menarik kulit dan mengubah kontur wajah di sekitarnya.
Semakin cepat cedera ditangani, semakin kecil pula risiko perubahan bentuk wajah yang permanen. Pemeriksaan ke dokter setelah cedera wajah sebaiknya tidak ditunda, apalagi jika disertai bengkak atau nyeri yang tidak kunjung reda.
7. Perubahan Struktur Gigi dan Rahang
Gigi berantakan, gigi yang tanggal, atau gangguan pada sendi rahang (TMJ) juga bisa berdampak pada bentuk wajah, terutama di area dagu dan pipi. Sebelum menentukan penanganan, dokter gigi biasanya akan melakukan rontgen gigi untuk melihat kondisi struktur gigi dan rahang secara lebih detail.
Kalau gigi berantakan jadi salah satu penyebabnya, merapikan gigi dengan behel bisa jadi solusi yang tepat. Di AUDY Dental, proses ini ditangani langsung oleh Orthodontist Expert dengan pilihan behel yang beragam, mulai dari konvensional hingga self ligating dan aligner.
8. Bell’s Palsy
Bell’s palsy adalah kelumpuhan saraf wajah yang menyebabkan kelemahan mendadak pada otot di salah satu sisi wajah, sehingga wajah tampak turun sebelah. Penderitanya biasanya kesulitan tersenyum atau menutup mata pada sisi yang terdampak, meski kondisi ini umumnya bersifat sementara.
Penyebabnya sering kali dikaitkan dengan infeksi virus atau peradangan pada saraf wajah. Pemulihan biasanya berlangsung dalam beberapa minggu dengan penanganan yang tepat, seperti obat-obatan dan terapi fisik.
9. Stroke
Wajah yang tiba-tiba terlihat turun sebelah disertai mati rasa bisa menjadi tanda stroke yang perlu segera diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, dan tergolong kondisi darurat medis.
Gejala ini biasanya juga disertai kelemahan pada satu sisi tubuh dan kesulitan berbicara. Semakin cepat mendapat penanganan medis, semakin besar peluang pemulihannya, sehingga jangan menunda untuk mencari bantuan darurat.
10. Tortikolis dan Kondisi Lain
Tortikolis adalah gangguan pada otot leher yang membuat kepala cenderung miring ke salah satu sisi, dan bisa berdampak pada otot wajah jika dibiarkan lama. Penderita rhinitis alergi yang sering menggosok hidungnya akibat gatal juga bisa secara tidak sadar mendorong tulang hidung ke salah satu sisi.
Ada pula kasus yang lebih jarang, seperti benjolan atau tumor di area wajah maupun leher yang bisa menekan saraf dan mengubah struktur wajah. Jika muncul kondisi yang tidak biasa seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar penyebabnya bisa dipastikan lebih awal.
Kapan Harus ke Dokter dan Cara Mengatasi Wajah Tidak Simetris
Tidak semua asimetri wajah perlu dikhawatirkan, tetapi ada beberapa tanda dan pilihan penanganan yang perlu kalian ketahui.
- Tanda yang perlu diwaspadai: Segera periksakan diri jika asimetri muncul tiba-tiba atau disertai mati rasa, sulit berbicara, atau sulit menelan. Gejala ini bisa menjadi tanda kondisi serius seperti stroke.
- Perawatan non-bedah: Filler dan Botox bisa membantu menyeimbangkan wajah untuk hasil sementara. Untuk asimetri akibat gigi berantakan, merapikan gigi dengan behel bisa menjadi pilihan yang lebih tahan lama.
- Prosedur bedah: Pada kasus yang lebih signifikan, dokter mungkin menyarankan implan wajah atau operasi rahang. Hasilnya lebih permanen, namun tetap membutuhkan masa pemulihan setelah tindakan.
Kesimpulan
Jadi, kini kalian sudah tahu kalau wajah yang tidak simetris bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik yang wajar sampai kondisi medis yang perlu penanganan segera.
Jika gigi berantakan jadi salah satu penyebab wajah kalian terlihat kurang simetris, jangan tunggu sampai makin terlihat. Yuk, konsultasikan kondisi gigi kalian dengan Orthodontist Expert di AUDY Dental dan temukan pilihan behel yang paling sesuai.
Referensi:
- https://www.pennmedicine.org/conditions/facial-asymmetry
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/penyebab-wajah-tidak-simetris-dan-cara-memperbaikinya?srsltid=AfmBOoqnoHxmAYbXjqpUUzXfsb_7Q2Iwap2UBEhAM9UNhe4O_UK7pd4D
- https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/kenapa-wajah-tidak-simetris/
- https://www.alodokter.com/10-penyebab-muka-tidak-simetris-mulai-dari-yang-ringan-hingga-serius
- https://klinikpelitasehat.com/index.php/post/detail/MjcxOQ==/10-Penyebab-Muka-Tidak-Simetris-Mulai-dari-yang-Ringan-hingga-Serius
