MU
Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

1 Jan 2020
285x
Ditulis oleh : IdeBlog

“Ih, kenapa sih aku ngga keterima di kampus A? Padahal kan aku udah belajar mati-matian!”

“Sedih, kenapa yang juara malah si B? Padahal, dia sering minta bantuanku.”

“Sebal, kenapa aku ngga terpilih untuk mendapatkan posisi itu di kantor?”

Dalam keseharian, tak jarang kita mendengar banyak tanya. “Mengapa begini?”, “Mengapa begitu?”

Tak jarang kita menggunakan juga alasan atas pertanyaan-pertanyaan kita. “Padahal aku kan sudah..., tapi mengapa ... .”

Ya, kita sering menggunakan persepsi dan pemahaman kita dalam mempertanyakan sesuatu yang menurut kita tepat. Kata kuncinya adalah ‘menurut kita’. Bisakah kita menggunakan persepsi dan pemahaman kita untuk mempertanyakan sesuatu? Tentu saja bisa, justru Allah meminta kita untuk berpikir atas segala sesuatu kok. Ada banyak ayat dalam Quran yang meminta kita untuk berpikir.

Seperti yang terdapat dalam Quran Surat Yunus ayat 3:

“Sesuangguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan  bumi ke dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya, (Dzat) yang demikianlah ialah Allah, Tuhan kamu, maka smbahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”

Namun hal yang selanjutnya kadang luput dari perhatian kita adalah mengenai hasil dari usaha-usaha yang sudah kita lakukan untuk mencapai sesuatu. Kita sering menilai bahwa usaha yang kita lakukan sudahlah optimal, jadi pasti akan berhasil. Padahal berhasil atau tidaknya sesuatu, Allah-lah yang punya hak prerogatifnya. Allah pula lah yang paling tahu apa yang paling baik bagi hamba-hambanya.

Percayalah atas persepsi-Nya. Tidak ada yang dapat menandingi ketetapan-Nya.

Jika ada sesuatu yang belum dapat engkau raih, tengoklah kembali niat atas usaha-usahamu. Apakah niatmu perlu direvisi? Apakah niatmu perlu diluruskan lagi? Peka jugalah apa yang sedang coba dipahamkan Allah pada diri dari peristiwa tersebut.

Bertanya ‘mengapa begini’, ‘mengapa begitu’ tak mengapa. Tapi tanyakan juga pada diri mengenai niat atas usaha-usaha yang kita lakukan.

Selamat berusaha, berdoa, dan yakinlah atas persepsi-Nya!

Berita Terkait
Baca Juga:
Memiliki Rumah Impian adalah Idaman Semua Orang

Memiliki Rumah Impian adalah Idaman Semua Orang

Inspirasi      

21 Jul 2020 | 146


Memiliki sebuah rumah adalah impian semua orang yang sudah mempunyai keluarga, apalagi untuk keluarga yang baru menikah, tentu saja memimpikan sebuah rumah untuk ditinggali bersama keluarga ...

Hati Seluas Samudera...

Hati Seluas Samudera...

Inspirasi      

22 Jan 2020 | 282


Beberapa waktu lalu aku mendengarkan sebuah kisah yang menarik dari siaran sebuah kajian. Dikisahkan di zaman dahulu ada seorang pemuda yang sedang berwajah kusut mendatangi seorang lelaki ...

Sehat Itu Perlu Diupayakan!

Sehat Itu Perlu Diupayakan!

Tips      

31 Des 2019 | 285


Sehat... Siapa yang tak ingin memiliki tubuh (dan jiwa) yang sehat? Dengan sehat kita bisa melakukan aktivitas-aktivitas kita, dengan sehat kita bisa pergi ke mana kita mau, dan dengan ...

Ketika Banyak Tugas Melanda...

Ketika Banyak Tugas Melanda...

Inspirasi      

12 Jan 2020 | 284


Bagaimana perasaanmu ketika melihat tumpukan tugas kantor yang menumpuk? Bagaimana perasaanmu ketika melihat juga kamar yang berantakan? Bagaimana perasaanmu ketika melihat di sudut ...

Bolehkah Tidur Setelah Ashar?

Bolehkah Tidur Setelah Ashar?

Kesehatan      

2 Feb 2020 | 261


Mengantuk, ini ternyata bisa datang (terkadang) tanpa melihat waktu. Pernahkah kalian mengantuk di sore hari selepas ashar? Dan banyak orang yang berkata bahwa sore selepas ashar itu adalah ...

Kangen Jajajan SD?

Kangen Jajajan SD?

Kuliner      

20 Des 2019 | 331


Masa SD, ini adalah salah satu masa indah untuk dikenang. Ketika masalah terbesar dalam hidup kala itu adalah ketika takut pada guru karena tidak mengerjakan PR.   Masih ingatkah ...