rajabacklink
Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

1 Jan 2020
225x
Ditulis oleh : IdeBlog

“Ih, kenapa sih aku ngga keterima di kampus A? Padahal kan aku udah belajar mati-matian!”

“Sedih, kenapa yang juara malah si B? Padahal, dia sering minta bantuanku.”

“Sebal, kenapa aku ngga terpilih untuk mendapatkan posisi itu di kantor?”

Dalam keseharian, tak jarang kita mendengar banyak tanya. “Mengapa begini?”, “Mengapa begitu?”

Tak jarang kita menggunakan juga alasan atas pertanyaan-pertanyaan kita. “Padahal aku kan sudah..., tapi mengapa ... .”

Ya, kita sering menggunakan persepsi dan pemahaman kita dalam mempertanyakan sesuatu yang menurut kita tepat. Kata kuncinya adalah ‘menurut kita’. Bisakah kita menggunakan persepsi dan pemahaman kita untuk mempertanyakan sesuatu? Tentu saja bisa, justru Allah meminta kita untuk berpikir atas segala sesuatu kok. Ada banyak ayat dalam Quran yang meminta kita untuk berpikir.

Seperti yang terdapat dalam Quran Surat Yunus ayat 3:

“Sesuangguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan  bumi ke dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya, (Dzat) yang demikianlah ialah Allah, Tuhan kamu, maka smbahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”

Namun hal yang selanjutnya kadang luput dari perhatian kita adalah mengenai hasil dari usaha-usaha yang sudah kita lakukan untuk mencapai sesuatu. Kita sering menilai bahwa usaha yang kita lakukan sudahlah optimal, jadi pasti akan berhasil. Padahal berhasil atau tidaknya sesuatu, Allah-lah yang punya hak prerogatifnya. Allah pula lah yang paling tahu apa yang paling baik bagi hamba-hambanya.

Percayalah atas persepsi-Nya. Tidak ada yang dapat menandingi ketetapan-Nya.

Jika ada sesuatu yang belum dapat engkau raih, tengoklah kembali niat atas usaha-usahamu. Apakah niatmu perlu direvisi? Apakah niatmu perlu diluruskan lagi? Peka jugalah apa yang sedang coba dipahamkan Allah pada diri dari peristiwa tersebut.

Bertanya ‘mengapa begini’, ‘mengapa begitu’ tak mengapa. Tapi tanyakan juga pada diri mengenai niat atas usaha-usaha yang kita lakukan.

Selamat berusaha, berdoa, dan yakinlah atas persepsi-Nya!

Berita Terkait
Baca Juga:
Bermain ML Mudah Dapet Untung? Ini Nyata Ada Disini Lho

Bermain ML Mudah Dapet Untung? Ini Nyata Ada Disini Lho

Hobi      

30 Jun 2020 | 100


Siapa yang belum mengenal Mobile Legends, mobile legends menjadi salah satu game mobile yang paling beken dengan jumlah pemain hampir mencapai jutaan orang diseluruh dunia. Di Indonesia ...

Tak Ada yang Kebetulan...

Tak Ada yang Kebetulan...

Religi      

11 Jan 2020 | 243


Irisan, ternyata ini bukan hanya ada dalam diagram venn di pelajaran matematika. Irisan adalah salah satu hal yang terjadi dalam hidup kita, dia, dan mereka. Kehidupan ini terikat oleh ...

Membuat Ayam Ungkep, Ternyata Mudah!

Membuat Ayam Ungkep, Ternyata Mudah!

Inspirasi      

7 Feb 2020 | 206


  Sarapan, ini adalah hal penting yang terkadang terlewat. Ya, terlewat bukan karena lupa, tapi karena tak sempat menyiapkannya. Bisa saja sih menyiapkan sarapan kilat semacam roti, ...

Musim Hujan? Siapa Takut?

Musim Hujan? Siapa Takut?

Tips      

2 Des 2019 | 269


  Tak terasa kini sudah memasuki musim penghujan. Musim di mana artinya sebentar lagi akan terjadinya pergantian tahun. Musim di mana orang-orang juga sudah mulai sibuk ...

6 Tips Memilih Durian yang Sudah Matang dan Manis

6 Tips Memilih Durian yang Sudah Matang dan Manis

Kuliner      

3 Jun 2020 | 104


Banyak sekali tips memilih durian yang bisa Anda terapkan saat hendak membeli buah berduri ini. Anda perlu mengikuti tips ini supaya tidak kecewa ketika membeli buah yang relatif mahal ini. ...

Ikhtiar dan Tawakal di Masa Pandemi Covid-19

Ikhtiar dan Tawakal di Masa Pandemi Covid-19

Religi      

4 Apr 2020 | 163


‘Di rumah saja’ kini sudah memasuki akhir minggu ke-3. Bagaimanakah perasaanmu di hari ini? Perasaan apa yang muncul? Takut, sedih, lelah, atau adakah perasaan lainnya? Di akhir ...