hijab
Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

Sering Bertanya Mengapa Begini? Mengapa Begitu?

1 Jan 2020
134x
Ditulis oleh : IdeBlog

“Ih, kenapa sih aku ngga keterima di kampus A? Padahal kan aku udah belajar mati-matian!”

“Sedih, kenapa yang juara malah si B? Padahal, dia sering minta bantuanku.”

“Sebal, kenapa aku ngga terpilih untuk mendapatkan posisi itu di kantor?”

Dalam keseharian, tak jarang kita mendengar banyak tanya. “Mengapa begini?”, “Mengapa begitu?”

Tak jarang kita menggunakan juga alasan atas pertanyaan-pertanyaan kita. “Padahal aku kan sudah..., tapi mengapa ... .”

Ya, kita sering menggunakan persepsi dan pemahaman kita dalam mempertanyakan sesuatu yang menurut kita tepat. Kata kuncinya adalah ‘menurut kita’. Bisakah kita menggunakan persepsi dan pemahaman kita untuk mempertanyakan sesuatu? Tentu saja bisa, justru Allah meminta kita untuk berpikir atas segala sesuatu kok. Ada banyak ayat dalam Quran yang meminta kita untuk berpikir.

Seperti yang terdapat dalam Quran Surat Yunus ayat 3:

“Sesuangguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan  bumi ke dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya, (Dzat) yang demikianlah ialah Allah, Tuhan kamu, maka smbahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”

Namun hal yang selanjutnya kadang luput dari perhatian kita adalah mengenai hasil dari usaha-usaha yang sudah kita lakukan untuk mencapai sesuatu. Kita sering menilai bahwa usaha yang kita lakukan sudahlah optimal, jadi pasti akan berhasil. Padahal berhasil atau tidaknya sesuatu, Allah-lah yang punya hak prerogatifnya. Allah pula lah yang paling tahu apa yang paling baik bagi hamba-hambanya.

Percayalah atas persepsi-Nya. Tidak ada yang dapat menandingi ketetapan-Nya.

Jika ada sesuatu yang belum dapat engkau raih, tengoklah kembali niat atas usaha-usahamu. Apakah niatmu perlu direvisi? Apakah niatmu perlu diluruskan lagi? Peka jugalah apa yang sedang coba dipahamkan Allah pada diri dari peristiwa tersebut.

Bertanya ‘mengapa begini’, ‘mengapa begitu’ tak mengapa. Tapi tanyakan juga pada diri mengenai niat atas usaha-usaha yang kita lakukan.

Selamat berusaha, berdoa, dan yakinlah atas persepsi-Nya!

Baca Juga:
Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Religi      

1 Jan 2020 | 126


Hari ini aku mendengar kisah inspiratif yang membuatku berpikir. Tentang perjuangan dan kekukuhan seorang wanita yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam ...

Belajar dari Burger ...

Belajar dari Burger ...

Inspirasi      

19 Jan 2020 | 104


Pernah makan burger? Bagaimana caramu memakannya? Kebanyakan orang sih memakannya dengan memegang roti menggunakan kedua tangan lalu menikmati bagian roti atas, tengah, juga roti ...

Sedang Merasa Rindu?

Sedang Merasa Rindu?

Majalah Dinding      

16 Jan 2020 | 118


Pernahkah kau merasa rindu? Rindu terhadap seseorang yang sudah meninggalkanmu, rindu terhadap pasanganmu? Rindu akan sesuatu yang tidak ada lagi dalam hidupmu yang ...

Hangout, Nongkrong, Ngopi, Kulineran Itu Ternyata...

Hangout, Nongkrong, Ngopi, Kulineran Itu Ternyata...

Inspirasi      

4 Des 2019 | 171


Hang out, nongkrong, ngopi, kulineran, atau apapun namanya adalah salah satu kegiatan yang umum dilakukan selepas bekerja atau pun kuliah. Mengapa pulang kerja atau kuliah tidak langsung ...

Ingin Jalan-jalan Tapi Tak Punya Waktu?

Ingin Jalan-jalan Tapi Tak Punya Waktu?

Inspirasi      

3 Des 2019 | 185


Ingin jalan-jalan, tapi kau tak punya cukup waktu untuk bepergian? Tenang, tak perlu khawatir. Ternyata ada lho aktifitas yang memberimu efek bepergian walaupun engkau sedang tertahan ...

Belajar dari Tiket Liburan...

Belajar dari Tiket Liburan...

Inspirasi      

24 Des 2019 | 154


Liburan ini adalah masa di mana orang-orang berburu tiket. Nah, ada pengalaman menarik yang bisa jadi salah satu referensi recana ketika kamu kehabisan tiket liburan. Kebanyakan orang ...