rajatraffic
Penulis Naskah Terbaik

Penulis Naskah Terbaik

26 Jan 2020
424x
Ditulis oleh : IdeBlog

Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah drama dengan alur cerita yang sungguh menarik. Yang terpikir kala itu adalah betapa penulis naskahnya sudah menata dengan rapi dan apik adegan per adegan. Bagaimana tokohnya dipertemukan satu sama lainnya juga bagaimana pengaturan waktu pertemuan antar tokoh tersebut berjalan dengan smooth-nya. Tak sampai di situ timing juga berlaku untuk tempat-tempat kejadian dalam cerita. Bagaimana para tokoh berada di satu tempat tertentu sungguh jeli pengaturannya. Para tokoh tidak lah tiba-tiba berada di satu tempat tertentu. Selalu ada alasan mengapa tokoh A ada di sini dan mengapa tokoh B ada di situ. Hal yang sama juga berlaku dalam setiap kejadian. Selalu ada latar belakang mengapa sang tokoh begitu atau bagitu. Intinya semua yang ada dalam drama tersebut tidak ada yang tiba-tiba. Bagaimana penulis juga menciptakan klimaks dan antiklimaksnya, jujur membuatku akhirnya ‘betah’ menjadi penikmat drama tersebut.

Drama di atas dapat kita analogikan sebagai kehidupan kita bukan? Kita ada bukan juga karena tiba-tiba. Sang Pemberi Kehidupan sudah dengan sangat rapi menuliskan jalan hidup kita. Dia sudah memilih kta terlahir sebagai kita, bukan yang lainnya. Dia sudah menuliskan kita berada di keluarga mana, kapan, dan peristiwa apa yang akan kita alami dalam hidup kita. Hanya terkadang kerapian pengaturan ini luput dari kesadaran kita. Salah satu penyebabnya mungkin karena kita sendiri berada di dalam dramanya. Kita sebagai pemeran sering  bukan sebagai penonton.

Dalam dunia psikologi ada yang namanya asosiasi dan disosiasi. Asosiasi dibutuhkan ketika kita sedang mendengarkan teman yang curhat pada kita misalnya. Kita akan dapat menjadi pendengar yang baik ketika kita bisa membayangkan, merasakan emosi apa yang sedang dirasakan oleh teman kita tersebut. Asosiasi dapat diartikan, kita berusaha terlibat penuh dalam sebuah situasi. Sedangkan disosiasi adalah kita memposisikan diri kita sebagai the outsider dari sebuah situasi. Maksudnya memposisikan diri sebagai the outsider ini, bukan untuk ‘lari’ dari sebuah situasi. Tapi agar kita bisa lebih clear thinking dalam menilai sesuatu. Coba temukan the whole-nya dalam sebuah situasi, janganlah terjebak dalam detil! Dapat kita rasakan bukan, ketika kita sebagai penonton drama, kita bisa lebih mudah menemukan latar belakang adanya sesuatu (hikmah) daripada ketika kita sedang berperan di dalamnya?

Dengan menemukan sebanyak mungkin syukur atas berbagai pengaturan-Nya dalam hidup kita, rasakan bagaimana Allah adalah penulis naskah terbaik bagi kita.

Baca Juga:
Temukan 'Pesan' Dalam Setiap Peristiwa Yang Engkau Alami!

Temukan 'Pesan' Dalam Setiap Peristiwa Yang Engkau Alami!

Religi      

25 Apr 2020 | 248


Pandemi korona, ini memasuki minggu ke sekian ‘di rumah saja’. Para tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat sudah berusaha melalui masa-masa penuh tantangan ini. Tak sedikit ...

5 Jajanan Tradisional Berbahan Singkong Yang Rasanya Bikin Kangen Masa Kecil

5 Jajanan Tradisional Berbahan Singkong Yang Rasanya Bikin Kangen Masa Kecil

Kuliner      

12 Okt 2020 | 98


Makanan atau jajanan tradisional memang masih sangat diminati terutama bagi yang ingin bernostalgia dengan makanan jaman dulu contohnya seperti makanan atau jajanan yang terbuat dari bahan ...

Tips Mengatasi Rasa Bosan pada Pasangan yang Terbukti Efektif

Tips Mengatasi Rasa Bosan pada Pasangan yang Terbukti Efektif

Tips      

5 Jun 2020 | 160


Ketika anda barus saja menjalin hubungan, maka semua akan terasa mudah saja karena anda tak perlu mengatasi rasa bosan pada pasangan. Namun, lain halnya jika anda sudah berpacaran atau ...

Tipe-Tipe Makan Siang

Tipe-Tipe Makan Siang

Majalah Dinding      

6 Jan 2020 | 350


Makanan, ini adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Rasanya kita semua tahu bahwa manusia butuh makan bukan? Nah, kali ini kita akan membahas tentang makanan. Dalam sehari, pada umumnya ...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Inspirasi      

23 Des 2019 | 364


Beberapa waktu lalu aku mendengar percapakan yang kurang lebih isinya mengenai seseorang yang tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya di kantor. Ini sebenarnya adalah hal yang lumrah ...

Selamat Pagi, Pagi!

Selamat Pagi, Pagi!

Majalah Dinding      

3 Jan 2020 | 468


Syukuri kamu punya pagimu Kamu bisa merasa terang setelah malam Kamu bisa lihat semburat cahaya mentari     Syukuri kamu punya pagimu Kamu bisa membuat langkah ...