rajabacklink
Penulis Naskah Terbaik

Penulis Naskah Terbaik

26 Jan 2020
159x
Ditulis oleh : IdeBlog

Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah drama dengan alur cerita yang sungguh menarik. Yang terpikir kala itu adalah betapa penulis naskahnya sudah menata dengan rapi dan apik adegan per adegan. Bagaimana tokohnya dipertemukan satu sama lainnya juga bagaimana pengaturan waktu pertemuan antar tokoh tersebut berjalan dengan smooth-nya. Tak sampai di situ timing juga berlaku untuk tempat-tempat kejadian dalam cerita. Bagaimana para tokoh berada di satu tempat tertentu sungguh jeli pengaturannya. Para tokoh tidak lah tiba-tiba berada di satu tempat tertentu. Selalu ada alasan mengapa tokoh A ada di sini dan mengapa tokoh B ada di situ. Hal yang sama juga berlaku dalam setiap kejadian. Selalu ada latar belakang mengapa sang tokoh begitu atau bagitu. Intinya semua yang ada dalam drama tersebut tidak ada yang tiba-tiba. Bagaimana penulis juga menciptakan klimaks dan antiklimaksnya, jujur membuatku akhirnya ‘betah’ menjadi penikmat drama tersebut.

Drama di atas dapat kita analogikan sebagai kehidupan kita bukan? Kita ada bukan juga karena tiba-tiba. Sang Pemberi Kehidupan sudah dengan sangat rapi menuliskan jalan hidup kita. Dia sudah memilih kta terlahir sebagai kita, bukan yang lainnya. Dia sudah menuliskan kita berada di keluarga mana, kapan, dan peristiwa apa yang akan kita alami dalam hidup kita. Hanya terkadang kerapian pengaturan ini luput dari kesadaran kita. Salah satu penyebabnya mungkin karena kita sendiri berada di dalam dramanya. Kita sebagai pemeran sering  bukan sebagai penonton.

Dalam dunia psikologi ada yang namanya asosiasi dan disosiasi. Asosiasi dibutuhkan ketika kita sedang mendengarkan teman yang curhat pada kita misalnya. Kita akan dapat menjadi pendengar yang baik ketika kita bisa membayangkan, merasakan emosi apa yang sedang dirasakan oleh teman kita tersebut. Asosiasi dapat diartikan, kita berusaha terlibat penuh dalam sebuah situasi. Sedangkan disosiasi adalah kita memposisikan diri kita sebagai the outsider dari sebuah situasi. Maksudnya memposisikan diri sebagai the outsider ini, bukan untuk ‘lari’ dari sebuah situasi. Tapi agar kita bisa lebih clear thinking dalam menilai sesuatu. Coba temukan the whole-nya dalam sebuah situasi, janganlah terjebak dalam detil! Dapat kita rasakan bukan, ketika kita sebagai penonton drama, kita bisa lebih mudah menemukan latar belakang adanya sesuatu (hikmah) daripada ketika kita sedang berperan di dalamnya?

Dengan menemukan sebanyak mungkin syukur atas berbagai pengaturan-Nya dalam hidup kita, rasakan bagaimana Allah adalah penulis naskah terbaik bagi kita.

Baca Juga:
Tak Perlu Takut (Lagi) Pegal-pegal Setelah Berolahraga!

Tak Perlu Takut (Lagi) Pegal-pegal Setelah Berolahraga!

Kesehatan      

26 Jan 2020 | 162


Pernah merasakan pegal-pegal setelah berolahraga? Ketika badan menjadi susah bergerak dan sakit ketika digerakkan. Jangan khawatir, ternyata itu adalah reaksi umum yang ditimbulkan ...

Apakah Kuaci Baik untuk Diet?

Apakah Kuaci Baik untuk Diet?

Kesehatan      

5 Jan 2020 | 260


Kuaci ini adalah makanan berukuran kecil yang sering menemani kita ketika sedang menonton, mengobrol, atau sedang melakukan aktivitas santai lainnya. Mengapa aktivitas santai? Uniknya ...

Belajar dari Kue Tart Hias...

Belajar dari Kue Tart Hias...

Inspirasi      

7 Des 2019 | 214


Beberapa waktu lalu aku mendapatkan cerita dari seorang saudaraku yang kebetulan anaknya berulangtahun. Sebenarnya dia bukanlah tipe orang yang merayakan hari ulang tahu, namun karena ingin ...

Mengapa Kita Perlu Berbaik Sangka?

Mengapa Kita Perlu Berbaik Sangka?

Religi      

19 Jan 2020 | 182


Psikologi positif, ini adalah hal yang sering digadang-gadangkan di berbagai dunia. Bukan hanya dunia psikologi, tapi di dunia pendidikan, kewirausahaan, politik, dan masih banyak lagi. ...

Ingin Bisa Liburan (Terus)?

Ingin Bisa Liburan (Terus)?

Inspirasi      

3 Jan 2020 | 152


Liburan, ini adalah salah satu momen yang ditunggu (rasanya) oleh semua orang. Liburan ini pun ditunggu kedatangannya tanpa kenal usia. Banyak hal yang membuat rindu pada momen yang bernama ...

Yuk, ke Musium Pos Bandung!

Yuk, ke Musium Pos Bandung!

Wisata      

1 Des 2019 | 153


“Libur telah tiba, libur telah tiba...” Lirik lagu liburan yang dulu dipopulerkan oleh Tasya rasanya sungguh cocok menjadi theme song untuk anak-anak sekolah sekarang ini.  ...