rajaview
Penulis Naskah Terbaik

Penulis Naskah Terbaik

26 Jan 2020
754x
Ditulis oleh : IdeBlog

Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah drama dengan alur cerita yang sungguh menarik. Yang terpikir kala itu adalah betapa penulis naskahnya sudah menata dengan rapi dan apik adegan per adegan. Bagaimana tokohnya dipertemukan satu sama lainnya juga bagaimana pengaturan waktu pertemuan antar tokoh tersebut berjalan dengan smooth-nya. Tak sampai di situ timing juga berlaku untuk tempat-tempat kejadian dalam cerita. Bagaimana para tokoh berada di satu tempat tertentu sungguh jeli pengaturannya. Para tokoh tidak lah tiba-tiba berada di satu tempat tertentu. Selalu ada alasan mengapa tokoh A ada di sini dan mengapa tokoh B ada di situ. Hal yang sama juga berlaku dalam setiap kejadian. Selalu ada latar belakang mengapa sang tokoh begitu atau bagitu. Intinya semua yang ada dalam drama tersebut tidak ada yang tiba-tiba. Bagaimana penulis juga menciptakan klimaks dan antiklimaksnya, jujur membuatku akhirnya ‘betah’ menjadi penikmat drama tersebut.

Drama di atas dapat kita analogikan sebagai kehidupan kita bukan? Kita ada bukan juga karena tiba-tiba. Sang Pemberi Kehidupan sudah dengan sangat rapi menuliskan jalan hidup kita. Dia sudah memilih kta terlahir sebagai kita, bukan yang lainnya. Dia sudah menuliskan kita berada di keluarga mana, kapan, dan peristiwa apa yang akan kita alami dalam hidup kita. Hanya terkadang kerapian pengaturan ini luput dari kesadaran kita. Salah satu penyebabnya mungkin karena kita sendiri berada di dalam dramanya. Kita sebagai pemeran sering  bukan sebagai penonton.

Dalam dunia psikologi ada yang namanya asosiasi dan disosiasi. Asosiasi dibutuhkan ketika kita sedang mendengarkan teman yang curhat pada kita misalnya. Kita akan dapat menjadi pendengar yang baik ketika kita bisa membayangkan, merasakan emosi apa yang sedang dirasakan oleh teman kita tersebut. Asosiasi dapat diartikan, kita berusaha terlibat penuh dalam sebuah situasi. Sedangkan disosiasi adalah kita memposisikan diri kita sebagai the outsider dari sebuah situasi. Maksudnya memposisikan diri sebagai the outsider ini, bukan untuk ‘lari’ dari sebuah situasi. Tapi agar kita bisa lebih clear thinking dalam menilai sesuatu. Coba temukan the whole-nya dalam sebuah situasi, janganlah terjebak dalam detil! Dapat kita rasakan bukan, ketika kita sebagai penonton drama, kita bisa lebih mudah menemukan latar belakang adanya sesuatu (hikmah) daripada ketika kita sedang berperan di dalamnya?

Dengan menemukan sebanyak mungkin syukur atas berbagai pengaturan-Nya dalam hidup kita, rasakan bagaimana Allah adalah penulis naskah terbaik bagi kita.

Baca Juga:
Review Film Imperfect (2019)

Review Film Imperfect (2019)

Hobi      

21 Des 2019 | 890


Imperfect adalah satu film Indonesia yang bisa ditonton di penghujung tahun 2019 ini. Film dengan tema sederhana, tapi disuguhkan dengan makna yang cukup dalam. Kalau secara umum sih film ...

Memiliki Rumah Impian adalah Idaman Semua Orang

Memiliki Rumah Impian adalah Idaman Semua Orang

Inspirasi      

21 Jul 2020 | 293


Memiliki sebuah rumah adalah impian semua orang yang sudah mempunyai keluarga, apalagi untuk keluarga yang baru menikah, tentu saja memimpikan sebuah rumah untuk ditinggali bersama keluarga ...

Harus Tahu Nih, apa sih bedanya jilbab dan kerudung?

Harus Tahu Nih, apa sih bedanya jilbab dan kerudung?

Fashion      

8 Feb 2020 | 294


Hijabers pasti anda sehari hari mengenakan jilbab atau kerudung bukan. Jilbab dan kerudung, apakah keduanya memiliki arti yang sama? Pasti banyak dari anda yang mengira bahwa keduanya ...

Basuki Setianugroho Penipu

Basuki Setianugroho Penipu

     

22 Des 2020 | 155


...

Hati-hati! Ternyata Rutinitas (Bisa) Membuat...

Hati-hati! Ternyata Rutinitas (Bisa) Membuat...

Pendidikan      

21 Des 2019 | 458


Rutinitas, hal ini lah yang seakan membuat jarak antara anak dengan orangtua, adik dengan kakak, cucu dengan nenek, keponakan dengan om, dan berbagai hubungan keluarga lainnya. Di zaman ...

Ini Pagimu, Ayo Gunakan Dengan Sepenuh Hati!

Ini Pagimu, Ayo Gunakan Dengan Sepenuh Hati!

Majalah Dinding      

18 Apr 2020 | 394


Ini pagimu... Tak semua orang memiliki pagi sepertimu Ada yang merasakan paginya lagi   Ini pagimu... Rasakan dengan seutuhnya diri Hiruplah segarnya udara ...