rajabacklink
Penulis Naskah Terbaik

Penulis Naskah Terbaik

26 Jan 2020
228x
Ditulis oleh : IdeBlog

Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah drama dengan alur cerita yang sungguh menarik. Yang terpikir kala itu adalah betapa penulis naskahnya sudah menata dengan rapi dan apik adegan per adegan. Bagaimana tokohnya dipertemukan satu sama lainnya juga bagaimana pengaturan waktu pertemuan antar tokoh tersebut berjalan dengan smooth-nya. Tak sampai di situ timing juga berlaku untuk tempat-tempat kejadian dalam cerita. Bagaimana para tokoh berada di satu tempat tertentu sungguh jeli pengaturannya. Para tokoh tidak lah tiba-tiba berada di satu tempat tertentu. Selalu ada alasan mengapa tokoh A ada di sini dan mengapa tokoh B ada di situ. Hal yang sama juga berlaku dalam setiap kejadian. Selalu ada latar belakang mengapa sang tokoh begitu atau bagitu. Intinya semua yang ada dalam drama tersebut tidak ada yang tiba-tiba. Bagaimana penulis juga menciptakan klimaks dan antiklimaksnya, jujur membuatku akhirnya ‘betah’ menjadi penikmat drama tersebut.

Drama di atas dapat kita analogikan sebagai kehidupan kita bukan? Kita ada bukan juga karena tiba-tiba. Sang Pemberi Kehidupan sudah dengan sangat rapi menuliskan jalan hidup kita. Dia sudah memilih kta terlahir sebagai kita, bukan yang lainnya. Dia sudah menuliskan kita berada di keluarga mana, kapan, dan peristiwa apa yang akan kita alami dalam hidup kita. Hanya terkadang kerapian pengaturan ini luput dari kesadaran kita. Salah satu penyebabnya mungkin karena kita sendiri berada di dalam dramanya. Kita sebagai pemeran sering  bukan sebagai penonton.

Dalam dunia psikologi ada yang namanya asosiasi dan disosiasi. Asosiasi dibutuhkan ketika kita sedang mendengarkan teman yang curhat pada kita misalnya. Kita akan dapat menjadi pendengar yang baik ketika kita bisa membayangkan, merasakan emosi apa yang sedang dirasakan oleh teman kita tersebut. Asosiasi dapat diartikan, kita berusaha terlibat penuh dalam sebuah situasi. Sedangkan disosiasi adalah kita memposisikan diri kita sebagai the outsider dari sebuah situasi. Maksudnya memposisikan diri sebagai the outsider ini, bukan untuk ‘lari’ dari sebuah situasi. Tapi agar kita bisa lebih clear thinking dalam menilai sesuatu. Coba temukan the whole-nya dalam sebuah situasi, janganlah terjebak dalam detil! Dapat kita rasakan bukan, ketika kita sebagai penonton drama, kita bisa lebih mudah menemukan latar belakang adanya sesuatu (hikmah) daripada ketika kita sedang berperan di dalamnya?

Dengan menemukan sebanyak mungkin syukur atas berbagai pengaturan-Nya dalam hidup kita, rasakan bagaimana Allah adalah penulis naskah terbaik bagi kita.

Baca Juga:
Apa Itu Penyakit Ebola? Simak Definisi, Gejala dan 6 Cara Pengobatannya

Apa Itu Penyakit Ebola? Simak Definisi, Gejala dan 6 Cara Pengobatannya

Kesehatan      

19 Mei 2020 | 129


Ebola merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus mematikan dengan gejala timbulnya demam, diare serta pendarahan bagian dalam tubuh. Penyakit ini tergolong langka dan hanya 10% ...

Kegiatan-kegiatan Ketika Mati Listrik

Kegiatan-kegiatan Ketika Mati Listrik

Majalah Dinding      

17 Feb 2020 | 188


Mati lampu atau mati listrik, ini adalah hal tiba-tiba yang terkadang kita alami bukan? Bagaimana rasanya? Mengesalkan? Menyulitkan? Menyebalkan? Ada berbagai rasa yang bisa ...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Pikiran yang Berjalan-jalan...

Inspirasi      

23 Des 2019 | 245


Beberapa waktu lalu aku mendengar percapakan yang kurang lebih isinya mengenai seseorang yang tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya di kantor. Ini sebenarnya adalah hal yang lumrah ...

Pernah Merasa Demotivasi?

Pernah Merasa Demotivasi?

Inspirasi      

3 Des 2019 | 302


Pernahkah kamu merasa demotivasi? Pernahkah kamu merasa hari-harimu berjalan seakan tanpa rasa? Pergi pagi dan pulang petang setiap harinya tanpa ada yang bisa ‘dipetik’ ...

(Merasa) Belum Menemukan Passion Diri?

(Merasa) Belum Menemukan Passion Diri?

Inspirasi      

1 Maret 2020 | 197


Pernahkah kalian merasa bahwa kalian belum mengetahui passion diri? Ketika kalian bingung dengan apa yang menjadi kemahiran diri. Bagi kalian yang masih duduk di bangku sekolah, mungkin ...

Ketika Aktifitasmu Padat...

Ketika Aktifitasmu Padat...

Inspirasi      

11 Des 2019 | 225


Pernahkah kau merasa aktifitasmu sungguh padat? Seakan kau kehilangan waktumu untuk merasakan sesuatu dengan ritme yang tenang. Bahkan untuk menikmati ‘rasa’ makan siangmu saja ...