rajabacklink
Ini Tentang Penyelesaian Konflik (pada Anak)...

Ini Tentang Penyelesaian Konflik (pada Anak)...

3 Jan 2020
142x
Ditulis oleh : IdeBlog

Konflik...

Ini adalah hal yang rasanya pernah dialami oleh setiap orang. Dan konflik ini terjadi tanpa memandang usia, setidaknya sejak kau bayi kau pernah mengalaminya dalam bentuk yang berbeda-beda tentunya. Konflik pada bayi misalnya terjadi ketika bayi merasa lapar, ia akan menyelesaikan konflik tersebut dengan cara berkomunikasi yang ia bisa (baca: menangis). Berkembangnya usia, konflik yang kurang lebih hampir sama, namun akan berbeda cara penyelesaiannya. Sebagai contoh misalnya terjadi ketika anak usia sekolah dasar merasa lapar dan tidak ada makanan. Bisa jadi ia akan mengambil makanan yang ada di depannya terlepas milik siapapun itu atau ia akan mencari orang yang bisa ia mintai tolong untuk memberikannya makanan. Bisa jadi juga ia akan berusaha mencari bahan makanan untuk dia olah menjadi sesuatu yang bisa ia makan.

 

Contoh di atas berhubungan dengan diri dan makanan. Bagaimana jika konflik berhubungan dengan orang lain? Bagaimana seseorang bisa menyelesaikan konfliknya ya? Sebagai contoh jika ada anak yang menangis (sebut saja namanya X) karena ditertawakan oleh anak lain yang bernama Y. Menangis adalah cara penyelesaian konflik yang dilakukan anak X. Apakah menangis dapat menyelesaikan konfliknya? Ternyata ada beberapa metode yang bisa dilatihkan pada anak khususnya dalam menghadapi konflik dalam kesehariannya lho.

 

Kita simak yuk, metode apakah itu?

 

Ajukan pertanyaan Socrates

Socrates adalah salah satu tokoh dalam dunia psikologi. Dia membuat pengelompokan pertanyaan yang bisa membantu seseorang dalam menyelesaikan konfliknya. Pertanyaan tersebut dimulai dari tahap klarifikasi, mengemukakan alasan atas asumsi, mengemukakan bukti atas asumsi, mengemukakan sudut pandang, mencaritahu kebenaran, dan mencoba menstimulasi metakognisi (bertanya tentang pertanyaan).

Sebagai contoh jika ada anak yang menangis karena sesuatu. Bisa dicaritahu alasan anak tersebut menangis. Pertanyaan yang diajukan kurang lebih, “Mengapa kamu menangis?”

Misal jawabannya adalah, “Aku ditertawakan oleh Y saat jatuh di kelas.”

Orangtua bisa mengajukan pertanyaan lagi, “Yakin apakah ia menertawakanmu?”

Begitu seterusnya hingga tahapan pertanyaan seperti di atas. Intinya bantu anak agar ia bisa menilai apakah tindakan menangisnya tepat karena ditertawakan oleh teman atau tidak.

 

Coba mainkan peran menggunakan topi De Bono

Ada 6 topi dengan warna berbeda. Putih adalah topi yang melambangkan fakta, merah adalah topi yang melambangkan emosi, kuning adalah topi yang melambangkan keuntungan (hal positif), hijau adalah topi yang melambangkan alteranatif pemecahan masalah, biru adalah topi yang melambangkan perencanaan solusi, dan hitam adalah topi yang melambangkan kerugian (hal negatif).

Masih berdasarkan konflik yang sama, orangtua bisa memberikan pertanyaan arahan berdasarkan warna topi sesuai dengan lambangnya masing-masing.

Misal untuk topi putih ajukan pertanyaan, “Aoa yang sedang terjadi padamu?”

Anak akan menjawab, “Aku menangis.”

Kemudian ajukan pertanyaan berdasarkan topi merah, “Apa yang kau rasakan?”

Begitu seterusnya sampai akhirnya ia bisa menjawab pertanyaan yang dilambangkan oleh topi biru.

 

 

Bagaimana tertarik menerapkan metode ini?

Baca Juga:
Selamat Pagi, Pagi!

Selamat Pagi, Pagi!

Majalah Dinding      

3 Jan 2020 | 179


Syukuri kamu punya pagimu Kamu bisa merasa terang setelah malam Kamu bisa lihat semburat cahaya mentari     Syukuri kamu punya pagimu Kamu bisa membuat langkah ...

Musim Hujan? Siapa Takut?

Musim Hujan? Siapa Takut?

Tips      

2 Des 2019 | 181


  Tak terasa kini sudah memasuki musim penghujan. Musim di mana artinya sebentar lagi akan terjadinya pergantian tahun. Musim di mana orang-orang juga sudah mulai sibuk ...

Mengapa Orangtua (yang) Pusing Ketika Anak Ulangan?

Mengapa Orangtua (yang) Pusing Ketika Anak Ulangan?

Pendidikan      

5 Des 2019 | 186


Ulangan, saat ini adalah musim ulangan bagi para pelajar... Saat musim ulangan seperti sekarang ini, ternyata yang lebih banyak dibuat pusing adalah justru para orangtua! Hal ini terjadi ...

Sangka, Harap, dan Doa

Sangka, Harap, dan Doa

Religi      

10 Jan 2020 | 148


Seberapa sering, diri berprasangka? Ada berapa banyak sangkaan diri yang ternyata salah? Duhai Allah, maafkan diri yang sering berprasangka padaMu. Ampuni diri atas pikiran yang ...

Apakah Kuaci Baik untuk Diet?

Apakah Kuaci Baik untuk Diet?

Kesehatan      

5 Jan 2020 | 181


Kuaci ini adalah makanan berukuran kecil yang sering menemani kita ketika sedang menonton, mengobrol, atau sedang melakukan aktivitas santai lainnya. Mengapa aktivitas santai? Uniknya ...

Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Belajar Kekukuhan Iman dari Asiyah binti Muzahim

Religi      

1 Jan 2020 | 126


Hari ini aku mendengar kisah inspiratif yang membuatku berpikir. Tentang perjuangan dan kekukuhan seorang wanita yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam ...