rajatraffic
Ini Tentang Penyelesaian Konflik (pada Anak)...

Ini Tentang Penyelesaian Konflik (pada Anak)...

3 Jan 2020
383x
Ditulis oleh : IdeBlog

Konflik...

Ini adalah hal yang rasanya pernah dialami oleh setiap orang. Dan konflik ini terjadi tanpa memandang usia, setidaknya sejak kau bayi kau pernah mengalaminya dalam bentuk yang berbeda-beda tentunya. Konflik pada bayi misalnya terjadi ketika bayi merasa lapar, ia akan menyelesaikan konflik tersebut dengan cara berkomunikasi yang ia bisa (baca: menangis). Berkembangnya usia, konflik yang kurang lebih hampir sama, namun akan berbeda cara penyelesaiannya. Sebagai contoh misalnya terjadi ketika anak usia sekolah dasar merasa lapar dan tidak ada makanan. Bisa jadi ia akan mengambil makanan yang ada di depannya terlepas milik siapapun itu atau ia akan mencari orang yang bisa ia mintai tolong untuk memberikannya makanan. Bisa jadi juga ia akan berusaha mencari bahan makanan untuk dia olah menjadi sesuatu yang bisa ia makan.

 

Contoh di atas berhubungan dengan diri dan makanan. Bagaimana jika konflik berhubungan dengan orang lain? Bagaimana seseorang bisa menyelesaikan konfliknya ya? Sebagai contoh jika ada anak yang menangis (sebut saja namanya X) karena ditertawakan oleh anak lain yang bernama Y. Menangis adalah cara penyelesaian konflik yang dilakukan anak X. Apakah menangis dapat menyelesaikan konfliknya? Ternyata ada beberapa metode yang bisa dilatihkan pada anak khususnya dalam menghadapi konflik dalam kesehariannya lho.

 

Kita simak yuk, metode apakah itu?

 

Ajukan pertanyaan Socrates

Socrates adalah salah satu tokoh dalam dunia psikologi. Dia membuat pengelompokan pertanyaan yang bisa membantu seseorang dalam menyelesaikan konfliknya. Pertanyaan tersebut dimulai dari tahap klarifikasi, mengemukakan alasan atas asumsi, mengemukakan bukti atas asumsi, mengemukakan sudut pandang, mencaritahu kebenaran, dan mencoba menstimulasi metakognisi (bertanya tentang pertanyaan).

Sebagai contoh jika ada anak yang menangis karena sesuatu. Bisa dicaritahu alasan anak tersebut menangis. Pertanyaan yang diajukan kurang lebih, “Mengapa kamu menangis?”

Misal jawabannya adalah, “Aku ditertawakan oleh Y saat jatuh di kelas.”

Orangtua bisa mengajukan pertanyaan lagi, “Yakin apakah ia menertawakanmu?”

Begitu seterusnya hingga tahapan pertanyaan seperti di atas. Intinya bantu anak agar ia bisa menilai apakah tindakan menangisnya tepat karena ditertawakan oleh teman atau tidak.

 

Coba mainkan peran menggunakan topi De Bono

Ada 6 topi dengan warna berbeda. Putih adalah topi yang melambangkan fakta, merah adalah topi yang melambangkan emosi, kuning adalah topi yang melambangkan keuntungan (hal positif), hijau adalah topi yang melambangkan alteranatif pemecahan masalah, biru adalah topi yang melambangkan perencanaan solusi, dan hitam adalah topi yang melambangkan kerugian (hal negatif).

Masih berdasarkan konflik yang sama, orangtua bisa memberikan pertanyaan arahan berdasarkan warna topi sesuai dengan lambangnya masing-masing.

Misal untuk topi putih ajukan pertanyaan, “Aoa yang sedang terjadi padamu?”

Anak akan menjawab, “Aku menangis.”

Kemudian ajukan pertanyaan berdasarkan topi merah, “Apa yang kau rasakan?”

Begitu seterusnya sampai akhirnya ia bisa menjawab pertanyaan yang dilambangkan oleh topi biru.

 

 

Bagaimana tertarik menerapkan metode ini?

Baca Juga:
Ini Tentang Pertemuan...

Ini Tentang Pertemuan...

Religi      

4 Jan 2020 | 344


Setiap orang punya langkahnya masing-masing Setiap orang punya tujuannya masing-masing Langkah-langkah ini bisa beririsan pada satu waktu dan tempat Irisan tersebut bernama ...

Tubuh Mungil, Mau Tampil Modis Dan Menarik

Tubuh Mungil, Mau Tampil Modis Dan Menarik

Fashion      

7 Feb 2020 | 289


Tubuh Mungil, Mau Tampil Modis Dan Menarik – Bagi anda yang memiliki postur tubuh yang mungil alias kurang tinggi bak pragawati tentu akan merasa tidak pede atau kurang percaya diri ...

Apa Saja Sih Oleh-oleh Yogyakarta?

Apa Saja Sih Oleh-oleh Yogyakarta?

Wisata      

1 Jan 2020 | 389


Oleh-oleh, ini adalah salah satu benda yang tak bisa dipisahkan dari liburan. Mengapa demikian? Ketika kita bepergian (baca: liburan), kita merasakan keseruan tempat liburan tersebut. Nah, ...

Ketika Merasa Tidak Piawai...

Ketika Merasa Tidak Piawai...

Religi      

12 Jan 2020 | 317


Ketika merasa tidak piawai dalam hidup, ketika merasa kepayahan dalam menghadapi hidup, coba cek! “Apakah sudah melibatkan Dia dalam rencana-rencanamu?” “Apakah ...

Membuat Ayam Ungkep, Ternyata Mudah!

Membuat Ayam Ungkep, Ternyata Mudah!

Inspirasi      

7 Feb 2020 | 328


  Sarapan, ini adalah hal penting yang terkadang terlewat. Ya, terlewat bukan karena lupa, tapi karena tak sempat menyiapkannya. Bisa saja sih menyiapkan sarapan kilat semacam roti, ...

Bermain ML Mudah Dapet Untung? Ini Nyata Ada Disini Lho

Bermain ML Mudah Dapet Untung? Ini Nyata Ada Disini Lho

Hobi      

30 Jun 2020 | 348


Siapa yang belum mengenal Mobile Legends, mobile legends menjadi salah satu game mobile yang paling beken dengan jumlah pemain hampir mencapai jutaan orang diseluruh dunia. Di Indonesia ...