rajatv
Bingung dengan Kemandirian Anak?

Bingung dengan Kemandirian Anak?

25 Jan 2020
465x
Ditulis oleh : IdeBlog

Ada satu isu yang sering dibahas di kalangan para orangtua belakangan ini.

“Waduh, kenapa anak saya ngga mau belajar padahal besok ulangan?”

“Bingung deh, anak saya susah disuruh ngerjain PR.”

“Jangankan disuruh belajar, bukunya aja ngga tau ada di mana.”

Kurang lebih itu adalah satu isi dari sekian isu lainnya yang dikeluhkan oleh para orangtua dalam menghadapi anaknya untuk urusan sekolah.

 

Kalau kita lihat benang merah dari keluhan-keluhan di atas, ada satu kata yang bisa mewakilinya. Ya, ‘kemandirian’ hal inilah salah satu hal  yang mendasari terjadinya keluhan-keluhan di atas. Kalau kita lihat lagi apa yang menjadi akar dari kemandirian ini, kita coba lihat dahulu setting tempat dan setting waktu di mana anak-anak ini berada sekarang. Di zaman milenial lah anak-anak sekarang berada! Di zaman yang serba instan, serba cepat, berorientasi pada hasil, tanpa melihat proses. Betapa zaman penuh tantangan bukan? Tapi bagi Anda para orangtua, tak perlu risau. Kini pun perkembangan dunia pendidikan anak sudah semakin majunya. Kita lihat yuk, apa saja yang bisa dilakukan dan dilatihkan pada anak untuk meningkatkan kemandiriannya!

 

Biasakan anak untuk melakukan berbagai kebutuhan pribadinya sendiri

Berilah anak pilihan-pilihan dalam melakukan berbagai aktivitasnya. Misal: ketika ia hendak memakai baju, minta anak memilih baju yang ia ingin kenakan. Lalu kemudian orangtua mendampingi anak ketika ia berlatih mengenakan bajunya sendiri. Ini adalah hal yang rutin dilakukan oleh anak di rumah. Tak jarang, tanpa sadar orangtua pun ‘salah gaul’ ingin anak dapat serba cepat dalam melakukan sesuatu. Para orangtua harus waspada untuk tidak terpengaruh dengan budaya di zaman milenial seperti sekarang ini ya! Hargai proses anak dalam menuntaskan aktivitas-aktivitas kesehariannya, misalkan: mengancingkan baju, menalikan tali sepatu, melipat pakaian, dan berbagai hal keseharian lainnya. Bimbing anak untuk dapat melakukan hal ini dengan mandiri. Tahanlah untuk tidak mengambil alih urusan ini. Memang, akan sangat ‘menggemaskan’ ketika anak mengerjakan semua ini, apalagi jika anak berlama-lama. Tapi dari proses ini lah anak mengawali fase latihan kemandiriannya.

 

Biasakan anak untuk atasi sendiri (dulu) kesulitannya

Kemandirian bukan lah hanya melatih anak untuk bisa melakukan hal ‘rutin’ saja. Tapi kemandirian juga dapat melatih anak dalam menghadapi hal ‘di luar rutin-nya’. Hal ini lah yang disebut sebagai kesulitan. Latih anak untuk dapat menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya. Tahanlah dulu bantuan dari ayah atau ibu ketika melihat anaknya kesulitan. Lihat bagaimana ia menyikapi kesulitannya. Terbayang, ketika ia terbiasa ‘disuapi’ bagaimana ia dapat ‘makan’ secara mandiri kelak ketika ia beranjak dewasa. Hal ini pun dapat terlihat dari kemandiriannya dalam belajar di sekolah. Pilihan sikap yang diambil anak ketika ia kesulitan belajar, tergantung bagaimana kebiasaannya dalam memecahkan masalah dalam kesehariannya. Bisa jadi anak akan diam, berusaha sendiri, atau pun meminta bantuan. Ketika ia memilih pilihan sikapnya, latih juga anak untuk menerima konsekuensi dari pilihan sikapnya ini. Hal ini lah dalah satu yang akan menumbuhkan sikap tanggung jawab.

 

Latih anak untuk dapat melakukan strategi untuk dapat atasi kesulitannya

Komunikasi dan perhatian memegang peranan penting dalam pertumbuhan anak. Nah, lewat komunikasi ini, biasakan untuk berdiskusi mengenai keberhasilan dan kesulitan yang dihadapi anak dalam kesehariannya. Misal: ada anak yang sering kesulitan membedakan arah kiri dan kanan. Bisa juga lho orangtua memberi strategi bagi anak dengan meminta anak mengingat bahwa arah kanan adalah sama dengan tangan yang biasa kamu pakai untuk menulis. Bisa juga meminta anak untuk mengarahkan dirinya agar dapat menemukan sendiri strategi apa yang dapat ia lakukan ketika ia kesulitan.

 

Semoga kemandirian anak-anak di zaman milenial ini bisa berkembang sesuai dengan tantangannya ya!

Baca Juga:
Sakit Kepala Biasa atau Migren Jangan Anggap Sepele

Sakit Kepala Biasa atau Migren Jangan Anggap Sepele

Kesehatan      

10 Agu 2020 | 366


Sakit kepala sebelah yang biasa disebut migren bukanlah penyakit yang bisa mengancam jiwa, tetapi cukup membuat hidup jadi kelimpungan dan bisa menghambat kualitas hidup. Sakit kepala ...

Ini Tentang Penyelesaian Konflik (pada Anak)...

Ini Tentang Penyelesaian Konflik (pada Anak)...

Pendidikan      

3 Jan 2020 | 516


Konflik... Ini adalah hal yang rasanya pernah dialami oleh setiap orang. Dan konflik ini terjadi tanpa memandang usia, setidaknya sejak kau bayi kau pernah mengalaminya dalam bentuk yang ...

Yuk, Manfaatkan Sehat!

Yuk, Manfaatkan Sehat!

Inspirasi      

31 Jan 2020 | 487


Pernahkah engkau merasa sungguh sangat ingin berada di suatu tempat sedangkan engkau tertahan karena sakit? Ingin rasanya memaksakan diri untuk bisa berada di tempat tersebut, namun apa ...

Pernahkah Khawatir Tidak Kebagian Sesuatu?

Pernahkah Khawatir Tidak Kebagian Sesuatu?

Inspirasi      

1 Feb 2020 | 396


Pernahkah kalian memesan makanan siang di kantor bersama dengan yang lainnya? Nah, ketika pesanan makan siang tiba, kalian sedang tidak di tempat (baca: intinya kalian sedang tidak bisa ...

Apakah Berat Badan Ideal Menjadi Resolusimu di 2020?

Apakah Berat Badan Ideal Menjadi Resolusimu di 2020?

Kesehatan      

5 Jan 2020 | 454


Berat badan ideal! Ini semacam salah satu tujuan hidup yang masuk dalam daftar resolusi di tahun 2020 ini bagi beberapa orang. Tak dipungkiri bahwa visual seseorang terkadang turut ...

Hati Seluas Samudera...

Hati Seluas Samudera...

Inspirasi      

22 Jan 2020 | 539


Beberapa waktu lalu aku mendengarkan sebuah kisah yang menarik dari siaran sebuah kajian. Dikisahkan di zaman dahulu ada seorang pemuda yang sedang berwajah kusut mendatangi seorang lelaki ...