Berjalan-jalan ke Dunia Fiksi atau Non-Fiksi?
Oleh IdeBlog, 9 Des 2019
Menulis, tentu rasanya hal ini adalah hal yang pernah dilakukan oleh (hampir) semua orang. Mengapa hampir? Karena mungkin ada kelompok usia tertentu yang memang belum pernah melakukan ini (baca: kelompok usia bayi). Menulis adalah salah satu media yang bisa dipakai untuk ‘berjalan-jalan‘ (bagi para penyukanya). Menulis adalah media ‘berbicara’ bagi para penyukanya. Nah, uniknya media ini bisa membawamu ke mana engkau mau.
Kita lihat yuk, memangnya perjalanan seperti apa sih yang ditawarkan dari kegiatan yang disebut menulis ini!
Dunia fiksi
Ini adalah salah satu tipe perjalanan yang bisa dipilih bagi kalian yang ingin berlajan-jalan lewat media menulis ini. Di perjalanan fiksi ini, kalian bebas menciptakan ingin bepergian dengan siapa, ke mana, kapan, dan tentunya bisa menciptakan jalan cerita seperti yang kalian inginkan. Kalian boleh sesuka hati memikirkan akan seperti apa tokoh yang dicipta. Seorang laki-laki atau seorang perempuan. Usia, sifat, dan berbagai kebiasaan tokoh boleh kalian ciptakan. Dan yang membuat ini menarik adalah kita bebas menciptakan ada berapa tokoh dalam dunia fiksi yang kita singgahi tersebut. Bahkan kalian juga bebas menentukan latar belakang pendidikan tokohnya juga lho. Tapi ingat ya, sesuaikan para tokoh ini dengan kejadian yang akan mereka alami dalam cerita tersebut. Alur cerita fiksi, ini adalah salah satu bagian yang cukup penting dari sebuah perjalanan ke dunia fiksi. Untuk memperlancar perjalananmu, kamu boleh membuat draft perjalanan terlebih dahulu, kejadian apa yang akan dialami tokoh pada awal, tengah , dan akhir cerita. Setelah jelas mengenai penokohan dan alur cerita, barulah kau boleh menambahkan ide yang mendukung perjalananmu ini.
Dunia non-fiksi
Kalau kalian sudah puas berjalan-jalan di dunia fiksi, kalian boleh mengunjungi tempat ini untuk menambah wawasanmu dalam berbagai hal. Berbeda dengan dunia fiksi yang bebas kita masuki dengan imajinasi, dunia non fiksi ini menawarkan keakuratan berita dan fakta. Misal ketika kalian ingin mengetahui tentang dunia hewan, lakukan proses menambah input mengenai binatang ini. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan berkunjung ke kebun binatang atau melakukan riset langsung. Dunia non fiksi ini memberikan pengalaman bagi diri untuk terus melatih ketajaman pikiran. Bagaimana kita menginformasikan sesuatu lewat media menulis.
Tertarik mengunjungi dunia fiksi dan non fiksi?
Artikel Terkait
Artikel Lainnya